Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Kamu pantas mendapatkan nya


__ADS_3

Setelah mendengar semua keterangan dari mulut Mutiara sendiri, Devan pergi begitu saja meninggalkan rumah orang tua Mutiara, dia langsung menuju rumah sakit tempat putri Reyhina mendapatkan perawatan.


Setelah kepergian Devan, Mutiara langsung tersadar jika kedua Anak-anak dalam bahaya. Devan pasti akan menemukan keberadaan mereka berdua.


"Papa!" teriak Mutiara menggema.


"Ada apa nak!"


"Semua ini gara-gara papa, aku akan buat perhitungan dengan papa. jika Devan sampai mengambil Anak-anakku." ucap Mutiara penuh kemarahan.


"Maafkan papa nak, semua ini terjadi diluar kendali papa. dia datang kerumah ini secara tiba-tiba." jawab Hendra tertunduk lesu.


Mutiara pergi, dia harus berjuang dengan waktu agar segera sampai dirumah sakit.


"Suster mana putriku, Reyhina?" tanya Mutiara panik begitu sampai dirumah sakit, dia mendapati ruangan perawatan Reyhina sudah kosong.


"Reyhina sudah dibawa oleh ayahnya ke luar negeri, agar dia bisa mendapatkan perawatan terbaik secepatnya." ucap suster.


"Apa? jadi Devan sudah membawa putriku? kenapa kalian membiarkannya saja, tanpa seizin ku."


"Maafkan kami, tuan Dev adalah salah satu pemegang saham terbesar di rumah sakit ini, dia hanya berusaha menyelematkan dan memberikan yang terbaik untuk pengobatan Reyhina, anda seharusnya bersyukur." ucap suster.


"Apa kalian yakin jika dia adalah ayahnya?"


"Ya, karena tuan Devano sudah memberikan bukti berupa tes DNA."

__ADS_1


Mutiara terhenyak dilantai, dia menyesali ketidak berdayaanya sebagai seorang ibu untuk merawat dan melindungi anak-anaknya.


"Reyhan!"


Mutiara tersadar anaknya satu lagi, dia pun menghubungi bibi Erika. namun tidak terhubung sama sekali.


"Aku harus segera pulang, Devan tidak boleh merebut mereka dariku."


Sampai dirumah, Mutiara juga mendapati hal yang sama. Devan juga sudah membawa serta Reyhan, bibi Erika mungkin saja memaksa untuk ikut serta. karena permintaan Reyhan yang belum mengenal Devan sebagai ayah kandungnya.


***


Devan menempatkan Reyhina di salah satu rumah sakit terbaik, kedua orang tua Devan sempat syok dan tidak menyangka jika mereka tiba-tiba mendapatkan sepasang cucu kembar. bahkan dia tidak pernah menyalahkan kekilafan yang pernah dilakukan Devan dan Mutiara dimasa lalu, kehadiran Reyhina dan Reyhan sudah menjadi anugerah terindah bagi mereka semua.


Reyhan masih menatap bingung mantion mewah dihadapannya, begitu juga dengan bibi Erika.


"Oma kita dimana?" tanya Reyhan.


"Ini adalah rumah ayahmu, dan juga bakal menjadi rumahmu juga, sayang." jawab Sarah


"Rumah ayah ku?


"Ya, sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya. apa kamu kakak dan adik yang pernah bertemu dengan Oma di taman?" ucap Sarah.


Reyhan mencoba kembali mengingat, kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Ya Oma, kita pernah bertemu sebelumnya."


Perlakuan Sarah dan suaminya yang lembut dan penuh kasih sayang, membuat Reyhan dengan mudah menerima kehadiran mereka. bibi Erika merasa terharu, bahkan dia merasa jika anak-anak sudah berada ditempat yang tepat.


Kedua belah mata Mutiara memerah menahan amarahnya, meskipun begitu dia berusaha untuk menenangkan hatinya lalu segera menyusul, tujuan utamanya pergi kerumah sakit. memastikan kondisi kesehatan Reyhina.


"Kamu tidak diberi izin untuk masuk keruangan perawatan!" ucap Devan begitu melihat kedatangan Mutiara.


"Kenapa, dia putri ku. kamu jahat Devan dengan membawa anak-anak ku pergi tanpa izin dariku." teriak Mutiara.


"Reyhan dan Reyhina juga Anak-anakku, cukup sudah kamu menyembunyikannya mereka selama ini, sekarang aku tidak akan pernah melepaskan Anak-anak lagi." balas Devan.


"Apa maksudmu?"


"Kamu bebas pergi kemana pun, aku tidak akan pernah menghalangi mu lagi." ucap Devan.


"Apa kamu akan mengambil Anak-anakku?"


"Menurut mu, bagaimana? selama ini kamu sudah memiliki banyak waktu bersama mereka berdua, sekarang giliran ku yang akan merawat dan membesarkan mereka." ucap Devan.


"Tolong, aku tidak bisa hidup tanpa mereka." tubuh Mutiara melorot dilantai, memeluk sebelah kaki Devan.


"Kamu pantas mendapatkan semua, apalagi perempuan pembohong seperti mu, anggaplah ini sebuah hukuman. lagipula kamu tidak akan pernah menang melawan ku." balas Dev dengan sikap angkuhnya.


"Baiklah, aku akan menyerahkan Anak-anakku. kehidupan mereka akan jauh lebih baik jika bersamamu. tapi beri aku satu permintaan."

__ADS_1


"Permintaan apa?" Dev menatap kedua bola mata Mutiara.


"Izinkan aku bertemu mereka jika sedang rindu begitu juga sebaliknya, itu sudah cukup bagiku." ucap Mutiara pasrah.


__ADS_2