Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Alasan yang dibuat-buat


__ADS_3

Natali sangat marah begitu mengetahui jika Devan sudah mengambil alih Anak-anak Mutiara, meskipun mustahil baginya untuk mendapatkan cinta Dev. namun Natali tidak akan pernah rela jika Mutiara berhasil mendapatkan Devan dengan cara yang sangat mudah.


"Untuk menghancurkan Mutiara, kita harus bermain cantik." ucap asisten Natali memberi solusi.


"Bagaimana cara nya, aku sudah kehabisan akal untuk membunuh ****** itu." ucap Natali pasrah.


"Atur pertemuan tersembunyi antara Gavin dan Mutiara, setelah itu buat mereka seolah-olah telah melakukan hubungan terlarang. aku yakin Dev akan membenci dan membuang Mutiara dari hidupnya."


"Ide mu sudah basi, bahkan sekarang Gavin sudah memulai kehidupan baru diluar negeri. sepertinya dia sudah menyerah dan melepaskan Mutiara begitu saja." jawab Natali.


"Itu tidak penting, aku masih punya banyak ide untuk membantu mu. kita harus menemui Mutiara dulu."


"Baiklah."


Siang ini mereka mengikuti langkah Mutiara, begitu melihat situasi dan kondisi yang aman, asisten menarik Mutiara untuk memasuki sebuah ruangan.


Mutiara kaget, begitu mengetahui Natali kembali membuat permasalahan dengan dirinya.


"Ada apalagi Natali, bukankah diantara kita sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan!" ucap Mutiara memperbaiki penampilannya.


"Siapa bilang, aku tidak akan pernah berhenti sebelum kamu pergi sejauh mungkin dari kehidupan Devan, dia tunangan ku." jawab Natali.

__ADS_1


"Aku sudah berusaha kabur, tapi Devan selalu menemukan aku. bahkan aku sangat berharap kamu mau membantuku untuk lepas dari pria egois seperti Dev." jawab Mutiara.


"Ciss..., jangan munafik kamu, Mutiara. bahkan kamu sengaja mengunakan Anak-anak mu. agar Devan tidak meninggalkanmu, benar-benar pengecut." cemooh Natali.


"Sekali lagi aku tekankan, aku tidak pernah memanfaatkan Anak-anak, perlu kamu tahu. hidup ku jauh lebih aman dan bahagia sebelum bertemu dengan Devan. aku tidak pernah mencintai Devan."ucap Mutiara.


"Omong kosong."


Natali maju ingin menjambak rambut Mutiara, namun dia berhasil untuk menghindari.


"Jika kamu mampu untuk mendapatkan cinta Devan, berjuanglah sendiri. jangan libatkan aku jika dia menolak mu." umpat Mutiara.


"Aku juga memiliki impian yang sama, hidup dan bahagia dengan laki-laki yang aku cintai. dia juga bersedia menerima keadaan ku apa adanya. namun semua impian ku sirna karena Devan dengan egoisnya sudah menghancurkan segalanya." ucap Mutiara tanpa sadar mengeluarkan semua unek-unek yang dia simpan selama ini.


"Apa maksudmu, laki-laki itu adalah Gavin?" tanya Natali, Mutiara tidak menjawab lalu melanjutkan perkataannya.


"Aku sudah mendapatkan pria yang juga lebih kaya untuk melunasi hutang-hutang papaku, karena selama ini aku tidak suka cara Devan memperlakukan ku. mungkin aku bertahan karena uang dan kehidupan anak-anak ku, tidak lebih." Ucap Mutiara membuat Natali tersenyum penuh arti, dia dan asistennya sudah merekam perkataan Mutiara untuk diserahkan pada Devan.


"Aku harus melakukan semua ini, agar kamu benci dan menghindariku, Devano. sehingga aku bisa bekerja dengan baik dan nyaman dan jadi diriku sendiri, mengumpulkan uang untuk melunasi hutang-hutang papaku, sehingga Natali juga tidak mengganggu hidup ku lagi, mengenai Anak-anak, aku percaya kamu mampu menjaga mereka dengan baik, aku juga bisa mengunjungi mereka sesekali sesuai janji mu dulu." bathin Mutiara percaya diri.


****

__ADS_1


Diruang pribadinya Devan sangat marah, begitu asisten Jims menyerahkan bukti pembicaraan Mutiara dan Natali barusan.


"Awas kamu Mutiara, terimalah hukuman karena telah berani memikirkan pria lain, apalagi bermimpi untuk hidup bahagia dengan nya. kamu pikir kamu sudah hebat hingga mampu melawan ku." ucap Dev marah. berjalan mondar-mandir didepan ruangannya, sedangkan Jims tidak berani mengangkat kepalanya.


"Brengsek, ternyata semua wanita itu sama, aku salah memilih mu dan berharap jika kamu berbeda dari mereka." gumam Devan meremas wajah nya.


Diluar dugaan Mutiara, Devan tidak pernah memperdulikan dirinya lagi, semula dia merasa nyaman dan bahagia dengan perubahan itu, tapi sekarang perasaan aneh mulai menghantui nya, dimana kadang Mutiara merasa rindu melihat wajah tampan Devan secara langsung, yang tersenyum kearahnya dengan sikap posesif, hingga rasa rindu terhadap anak-anak juga mulai membuat Mutiara resah, dia akirnya datang dengan sendirinya ke Muntions.


Kedatangan Mutiara disambut dingin oleh pengawal, mereka tidak membukakan pintu gerbang.


"Aku ingin melihat anak-anak, kenapa kalian melarang ku?"


"Maaf nona muda, ini perintah tuan Devan. mulai sekarang dan seterusnya anda tidak diperbolehkan untuk datang apalagi bertemu dengan Anak-anak lagi." jawab pengawal.


"Ini tidak adil bagiku."


Mutiara menghubungi no ponsel pribadi Dev, sudah panggilan ke sekian kalinya tidak ada tanda-tanda akan diangkat, Mutiara nekat menunggu Dev didepan pintu gerbang. hingga malam menjelang Dev tidak muncul-muncul di Muntions, hingga Mutiara capek dan menyerah karena sudah terlalu ngantuk diatambah lagi cuaca yang sangat mendung.


"Besok aku akan menyelinap masuk kesekolah Anak-anak, bertemu sesaat pun tidak masalah bagiku." bathin Mutiara kembali pulang.


Devan memperhatikan Mutiara yang pergi meninggalkan pintu gerbang, hatinya masih sakit setiap mendengar perkataan Mutiara, jika dia selama ini ingin memanfaatkan uangnya dan berubah setelah mendapat kan laki-laki yang jauh lebih tampan dan karya dari dirinya. meskipun itu Mustahi didapatkan Mutiara di negara ini, semua orang tahu jika pengusaha kaya no satu adalah Devan's King, tapi Devan tetap terbawa emosi melihat penolakan dan perkataan Mutiara yang terkesan sengaja dibuat-buat, yang tidak memikirkan perasaan nya.

__ADS_1


__ADS_2