Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Devan, kamu satu-satunya


__ADS_3

Devan sempat kaget dengan kedatangan Mutiara yang tiba-tiba, namun dia kembali bersikap dingin lalu mengabaikan Mutiara. memerintahkan para pengawal untuk membawa Mutiara menyingkirkan dari hadapannya.


"Ingat Devan, aku tidak akan pernah menyerah sampai kamu memberikan aku kesempatan untuk bertemu dengan Anak-anakku." teriak Mutiara pergi, namun dia tidak akan pernah menyerah, Mutiara mencari kesempatan untuk menemui Devan lagi.


Devan tetap dengan sikap dingin dan cueknya, bahkan model terbaik yang sengaja didatangkan sahabatnya untuk menghibur Devan hari ini, sama sekali tidak membawa pengaruh apa-apa. pikiran Devan masih tertuju pada Mutiara, tatapan Mutiara barusan sangat tajam dan penuh kemarahan terutama pada wanita yang duduk disampingnya.


"Apakah Mutiara mulai merasakan cemburu?" berbagai pertanyaan membuat Devan tersenyum geli, lalu pergi begitu saja meninggalkan model yang semula datang untuk menemaninya sekedar makan siang.


"Maaf tuan anda mau kemana?"


"Urusan kita sudah selesai, jangan pernah termui aku lagi." ucap Dev. yang membuat model cantik itu menggelengkan kepalanya, dia mengakui sangat sulit untuk mendapatkan perhatian dari seorang Devan.


Mutiara menunggu kedatangan Devan dengan bersembunyi diantara bunga-bunga hias taman, begitu melihat Devan keluar dari restoran, Mutiara segera bersiap-siap untuk menghadang langkah kaki nya.


"Kenapa mereka cepat sekali berkencan nya? apa mereka sudah melakukan sesuatu secepat itu." gumam Mutiara terus memperhatikan penampilan Devan. dada Mutiara terasa panas membayangkan ketika tangan Devan menjamah perempuan lain.


"Pakaian, rambutnya masih rapi. apa mereka sekedar bercumbu diluar saja?" Mutiara memperhatikan Devan seolah-olah tidak terjadi sesuatu yang intim diruangan tersebut.

__ADS_1


Mutiara segera muncul dihadapan Devan, sebelum pria itu membuka pintu mobilnya.


"Devano, tunggu!"


"Apalagi, bukankah kamu menginginkan kebebasan. aku sudah memberinya. termasuk hidup dengan pria yang kamu sukai." ucap Devano.


"Tidak itu tidak benar, aku tidak sungguh-sungguh mengucapkan hal itu pada Natali, aku kesal karena dia terus menyudutkan aku sebagai perusak hubungan kalian. izinkan aku bertemu dengan anak-anak lagi, bukankah kamu sudah pernah berjanji." ucap Mutiara.


"Aku sudah mengatakan janjiku bisa berubah, tergantung sikap mu." jawab Devano.


"Aku adalah ibu yang sudah berjuang melahirkan dan merawat mereka, jadi kamu tidak bisa sesuka hati mu padaku, Devan. kamu pergi kencan dengan perempuan lain, lalu meninggalkan Anak-anak dirumah dibawah asuhan pengasuh tanpa memperbolehkan aku untuk memenui mereka berdua." teriak Mutiara.


"Aku tidak boleh gagal, aku harus merebut hati Devan kembali."


Mutiara segera menghambur memeluk Devan dengan eratnya, seolah-olah ingin menumpahkan rasa rindu yang dirasakannya beberapa hari ini. membuat tubuh Devano terpaku diam beberapa saat.


"Devano, suamiku."

__ADS_1


Devan sempat tercekat dengan perlakuan Mutiara yang tiba-tiba, terutama memangil nya dengan sebutan "Suamiku" untuk pertama kalinya.


"Katakan lagi!" ulang Devano.


"Aku salah, aku tidak benar-benar sungguh-sungguh mengatakan hal gila itu pada Natali. dulu aku memang membencimu, tapi seiring kebersamaan kita dan Anak-anak. mustahil bagiku untuk memikirkan pria lain, apalagi kita sudah menikah meskipun itu baru secara agama." Ucap Mutiara tersendat-sendat.


"Bukankah kamu ingin hidup bahagia dengan pria pilihan mu?" Devan ingin memastikan.


"Itu tidak benar, jika ada pria yang dekat dengan ku, kamu pasti akan mengetahuinya dengan sendiri tanpa aku harus beritahu."


"Lalu?"


"Aku mencintaimu Devan, satu-satunya."


"Buktikan ucapan mu, sekarang." ucap Devano.


Mutiara mengangkat wajahnya yang masih berlinang Air mata, Devan mengusap lembut dengan ibu jarinya.

__ADS_1


Perlahan bibir Mutiara maju, mengecup lembut bibir Devan. yang langsung mendapatkan balasan yang hampir membuat Mutiara kehabisan oksigen. sedangkan para pengawal berpura-pura tidak melihat kejadian apapun dihadapan mereka saat ini.


__ADS_2