
Belum sempat Devan meninggalkan kantor, ponselnya tiba-tiba berdering. panggilan masuk dari pelayan khusus yang biasa memasak untuk anak-anak.
"Ada apa?" ucap Devan singkat tanpa basa-basi.
"Maaf tuan, Nona muda Reyhina dan tuan muda Reyhan tidak mau makan sama sekali. bahkan mereka berdua juga sepakat mogok untuk pergi ke sekolah." jawab pelayan.
"Apa? apa kalian tidak mampu untuk membujuknya. bagaimana dengan Oma mereka. apa tidak ikut membantu?"
"Semua sudah berusaha tuan, tapi mereka selalu mengatakan akan patuh, jika dipertemukan kembali dengan mami nya." balas pelayan.
"Baiklah saya akan segera pulang."
Mau tidak mau, Devan harus mempertemukan Mutiara dengan anak-anak. karena cuma ini jalan satu-satunya agar mereka mau menurut. begitu sampai Devan melihat ke-dua anaknya yang tengah memasang wajah cemberut dan kesal ke arahnya. tangan mereka dilipat ke dada.
"Kenapa kalian mogok makan dan berangkat ke sekolah, bukankah papi sudah menyediakan yang terbaik buat kalian berdua." tanya Devano menatap mereka satu persatu.
"Kami hanya butuh mami, dialah yang satu-satunya yang terbaik."
"Aku kangen mami, dan tidak ingin yang lain." Jawab Reyhina.
"Oke, bersiaplah hari ini aku akan mempertemukan kalian berdua dengan mami." ucap Dev pasrah.
__ADS_1
"Asyik....mami...mami! kita akan bertemu." teriak Reyhan dan Reyhina kegirangan, seraya berlari ke arah mobil Devan yang akan mengantarkan mereka.
Sepanjang perjalanan, Anak-anak tidak henti-hentinya berceloteh. bagaimana mereka merindukan maminya, dan hari-hari indah yang sudah mereka lalui bersama selama ini.
Mobil berhenti area luas, Anak-anak segera melompat turun. kaki-kaki kecil mereka yang montok terayun menuju pintu masuk seraya berteriak memanggil.
"Mami!"
"Mami! kami telah datang untuk mu."
Mutiara yang tengah melamun, langsung bangkit ketika mendengar teriakan suara dari Anak-anaknya. dia berlari menuju lantai satu.
"Reyhan, Reyhina anakku." teriak Mutiara merentangkan kedua tangannya.
"Mami!"
"Mami!"
"Mami, kami ingin tinggal bersama mu." ucap Reyhina hampir menagis.
"Malam ini, kita harus tidur bersama lagi. mami yang akan membacakan kami dongeng, karena cara papi sangat buruk dan aku tidak menyukainya." teriak Reyhan.
__ADS_1
"Bagaimana pun, dia adalah papi kalian, sayang." bujuk Mutiara. Reyhina berjalan mendekati Devano menarik sebelah tangannya manja.
"Papi, aku punya satu permintaan. tolong dikabulkan ya!" ucap Reyhina seraya mengedipkan matanya.
"Katakan!"
"Malam ini, kami ingin tidur bersama mami dan papi. pasti sangat menyenangkan." ucap Reyhina dengan mata berbinar-binar bahagia.
"Reyhina, Reyhan. Kalian berdua pasti belum makan. karena mami dengar kalian sempat ngambek sebelum ketemu mami." Mutiara segera mengalihkan perhatian anak-anak.
"Ya, kami akan makan. jika mami dan papi ikut makan bersama kami."
"Baiklah, hari ini kita akan bersama-sama." jawab Devano menuntun Anak-anak dan Mutiara menuju meja makan, yang sudah terjadi berbagai makanan lezat dan buah-buahan segar.
"Devan sangat mengerti makanan kesukaan ku dan anak-anak, apa dia sudah mencari tahu sebelumnya?" Mutiara bertanya-tanya dalam hati.
"Mami, steak ini sangat lezat cobalah." Reyhina menyodorkan potongan steak kearah Mutiara, sebagai tanda dia ingin menyuapi mami makanan favorit mereka.
"Mmmmhh, iya ini sangat lezat." jawab Mutiara menerima suapan dari Reyhina, kemudian gadis kecil itu juga mengarah kan garpu kearah Dev.
"Papi juga harus coba suapan dariku."
__ADS_1
Devano sempat tertegun sesaat, kemudian dia membuka mulutnya seraya tersenyum. sehingga wajah Reyhina memerah tertawa lepas saking bahagianya menikmati kehangatan sebuah keluarga yang utuh, sesuatu yang belum pernah mereka rasakan selama ini.
Para pelayan yang berdiri dibelakang mereka, ikut terharu menyaksikan. dalam hati mereka berdoa semoga tuan mudanya bisa bahagia dan tidak terpisahkan lagi dari keluarga kecilnya yang indah.