Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Kembali droup


__ADS_3

Panggilan masuk mengagetkan Devan, tertera nama Gracia. asisten khusus yang ditugaskan untuk menjaga dan membantu Mutiara dirumah.


"Tuan, bisakah anda pulang sekarang." ucap Gracia dengan nada cemas.


"Ya, saya sedang dalam perjalanan pulang. ada apa?" Devan mulai ikutan kawathir memikirkan kondisi Mutiara yang masih terpukul dan belum bisa menerima kenyataan.


"Kondisi tubuh nyonya muda sangat panas, bahkan dia terus mengigau tidak jelas." lapor Gracia panik.


"Cepat panggil dokter keluarga, aku akan segera sampai." balas Devan menambah laju kecepatan mobilnya.


"Baik tuan."


Gracia bisa merasakan betapa cemasnya tuan muda, dari nada bicaranya.


Begitu sampai, Devan melangkah cepat keluar dari mobil. berjalan memasuki kamar mereka yang ada dilantai dua, mengabaikan Anak-anak yang tengah bermain dalam pengawasan pengasuh.


"Papi, kenapa kami tidak boleh bertemu mami?" Reyhina protes.


"Kondisi mami sedang tidak stabil, takutnya dia terkena Virus. kalian masih anak-anak. bersabarlah dan berdoa agar kondisi mami kembali membaik." bujuk Devan.


Seorang dokter kekuarga masih memeriksa kondisi Mutiara. Devan berjalan mondar-mandir tidak sabaran, sesekali dia menatap wajah ayu yang tengah memejamkan mata.


"Mutiara sakit, mungkin bathin nya masih bersedih dan sangat terpukul, sedangkan aku juga terlalu memaksakan dirinya untuk melayaniku. kenapa aku bisa hilang kendali setiap melihat lekukan tubuh Mutiara yang indah." bathin Devan merasa bersalah.

__ADS_1


"Bagaimana kondisinya?"


"Saya sudah memberikan suntikan turun panas, obat serta vitamin untuk diminum. sekarang kondisi nona muda sudah mulai stabil kembali tuan." jawab dokter.


Setelah mendengar keterangan dokter, Devan menarik nafas lega, setelah dokter pergi. Dev berbaring dengan perlahan disamping Mutiara. malam ini mereka lewati tidur sambil berpelukan, sedangkan urusan anak-anak diambil alih pengasuh yang harus berusaha keras untuk membujuk twins agar menurut.


*****


Pagi yang cerah, Mutiara terbagun dengan tubuh yang segar. efek obat dan suntikan penurun panas dari dokter ahli semalam.


"Mana Anak-anak?"


Mutiara melihat disebelah kanannya, tempat biasanya anak-anak tidur telah kosong.


"Apa aku kesiangan?"


"Tidak masalah, itu merupakan efek obat. semalam kamu sakit." jawab Devan seakan mengingatkan Mutiara kembali.


"Bagaimana dengan kondisi mu sekarang?" tanya Devan.


"Aku merasa sangat bugar, dan sehat."


"Syukurlah, kalau begitu cepatlah bersiap. aku akan menunggumu untuk sarapan dibawah." ucap Devan meletakan surat kabar yang semula dibacanya, lalu bangkit berjalan keluar kamar duluan.

__ADS_1


Dibawah para pelayan mulai sibuk menata menu sarapan pagi, terutama menu yang harus disukai oleh nona muda mereka.


"Maafkan mami nak, terpaksa mengabaikan kalian." gumam Mutiara teringat Anak-anak.


Setelah membersihkan tubuh nya, Mutiara mengenakan dress selutut. mengolesi bedak dan sedikit lipstik, aroma parfum kesukaannya. setelah itu melangkah menyusul Devan keruangan makan.


"Kamu harus makan banyak, agar kondisi kesehatan mu tidak kembali drop."


"Iya, maaf karena telah merepotkan."


"Aku suka direpotkan, tapi aku tidak ingin kamu kembali sakit." jawab Devan seraya menatap dalam.


Mereka sarapan dengan tenang, sesekali sudut mata Devan memperhatikan penampilan Mutiara yang sangat cantik dan elegan, sambil mengulum senyum misterius nya. entah apa yang dipikirkan Devan melalui senyuman nya itu.


"Devano, aku kesepian setiap hari hanya dirumah saja. meskipun mereka memperlakukan aku layaknya Puteri, tapi sejatinya aku lebih nyaman dengan kehidupanku yang sibuk seperti dahulu." ucap Mutiara hati-hati, berharap Devan bersedia mendengarkan keluhannya.


"Bagaimana dengan anak-anak?"


"Aku akan pulang setelah mereka kembali dari sekolah."


Devan terdiam, dia juga memahami perasaan Mutiara yang kesepian dirumah sebesar ini. bahkan Dokter juga menyarankan jika Mutiara tidak boleh stress lagi dan merasa terkekang, hal itu bisa membuat gadis itu kembali terpuruk.


"Baiklah, aku akan pikirkan usulan mu ini." jawab Devan sembari memperhatikan polesan make up Mutiara yang tipis, sehingga cantik natural nya semakin terlihat.

__ADS_1


Sangat jauh berbeda dengan Natali, yang dilapisi bedak tebal, lipstik menyala dan bulu mata anti badai topan. bahkan menghabiskan uang ratusan juta untuk sekedar pergi kesalon. Pesona yang dimiliki Mutiara, layak untuk menjadi istri seorang Milioner seperti Devan.


__ADS_2