Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Mereka Anak-anakku


__ADS_3

Reyhan dan Reyhina berlarian ditaman, kedua bocah itu sangat bahagia tanpa beban. sesekali mereka memperagakan gaya binatang yang sesuai dengan gambar pakaian baru mereka.


"Mami kejar aku."


"Mami, tebak kami dimana?"


"Anak-anakku dimana ya?"


Mutiara berpura-pura sibuk mencari anak-anak yang sengaja bersembunyi diantara bunga-bunga yang tengah bermekaran.


"Ketemu!"


"Ha...ha...ha...mami hebat, dia bisa menemukan kancil." teriak Reyhan, seraya tertawa lepas.


"Sekarang kita cari Adek Reyhina dulu, kira-kira dia dimana ya?" Mutiara melewati tempat persembunyian Reyhina, gadis kecil itu menutup mulutnya berusaha untuk menahan tawa nya.


"Ini dia kelinci terumut ku, ha..ha.." Mutiara berhasil menangkap Reyhina, lalu mengangkat tinggi tubuh mungilnya, mereka tertawa bahagia seakan dunia milik mereka bertiga.


"Gimana, apa kalian puas mainya?"


"Puas mi."


"Sekarang mau apa lagi?"


"Mau es cream." teriak mereka hampir bersamaan.


"Oke, ayo kita samperin tukang es cream nya."


Kebahagiaan terindah Mutiara, melihat kedua anak-anak bisa tertawa dan bahagia sudah cukup baginya. setelah membeli es krim mereka duduk dikursi taman kota.


"Es cream nya enak."


"Aku mau lagi." ucap Reyhan setelah menghabiskan es barusan.

__ADS_1


"Aku juga." Reyhina menunjuk es cream rasa vanilla.


"Baiklah, kalian berdua tunggu mami disini ya. biar mami yang pergi beli es nya sendiri."


"Oke mami."


Mutiara kembali berjalan ketempat penjual es cream semula, dia mempercepat langkah kakinya karena tidak ingin meninggalkan anak-anak lebih lama.


Tidak jauh dari taman, seorang wanita paruh baya terus memperhatikan Reyhina dan Reyhan. bahkan dia meminta sopir untuk menepi.


"Ada apa sih mi?" ucap Devan terlihat enggan.


"Devano, lihatlah dua bocah yang duduk dikursi taman. mereka berdua sangat mirip sekali dengan mu nak." ucap mami Sandra antusias.


"Sudahlah mi, ini bukan kali pertamanya mami melihat bocah dan mengatakan ingin segera memiliki cucu seperti mereka." ucap Devan malas.


"Kali ini beda Devan, mami tidak mengada-ada lagi. dua bocah itu benar-benar mirip dengan mu. apa jangan-jangan kamu sudah memiliki anak tanpa sepengetahuan mami." gurau Sandra seraya tertawa.


"Iya mi, mereka Anak-anakku." ucap Devan asal, tanpa menoleh sedikitpun, karena Devano paling malas untuk berdebat dengan sang mami yang tidak pernah mau mengalah.


"Sudahlah mi, ayo berangkat." bujuk Devano yang diabaikan oleh Sandra.


"Hallo, boleh kita berteman?" ucap Sandra mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Reyhan dan Reyhina menoleh, keduanya nampak ragu dengan orang baru.


"Jangan takut, Oma orang baik. kalian berdua ini pasti sepasang twins ya?"


"Iya Oma."


"Siapa namamu nak?"


"Aku Rayhan dan ini adikku Reyhina." tunjuk Reyhan memperkenalkan diri mereka.

__ADS_1


"Kalian berdua sangat tampan dan cantik, orang tuamu pasti bangga memiliki anak seperti mu." puji Sandra, seraya mengajak ngobrol kedua bocah tersebut.


***


Setelah membayar es krim, tangan Mutiara tiba-tiba ditarik seseorang. membuat gadis bermata hazel itu terlonjak kaget.


"Mutiara!"


"Gavin, kamu disini juga."


"Kebetulan didepan itu restoran ku, begitu melihat mu disini, aku langsung saja samperin." terang Gavin memperhatikan dua buah es krim ditangan Mutiara.


"Itu es untuk siapa?" tanya Gavin.


"I...ini untuk ku sendiri." Mutiara terpaksa berbohong karena tidak ingin ketahuan tentang twins kesayangannya.


"Wah, kamu sering ya makan es krim sampai sebanyak ini?" tanya Gavin tidak percaya, Mutiara menyukai es yang sering dikonsumsi anak-anak.


"Ya, aku menyukainya."


"Kita duduk disini dulu, aku juga pengen nyobain es mu." Gavin menarik tangan Mutiara menuju kursi yang terdapat dipojokkan.


"Maaf Gavin, aku ngak bisa lama-lama. aku harus pergi." Mutiara mulai resah memikirkan anak-anak nya.


"Please bentar aja." bujuk Gavin, Mutiara merasa tidak enak karena Gavin sudah menolongnya terpaksa duduk, meskipun dia tidak bisa tenang.


"Dimakan dong es nya."


Gavin mengambil salah satu es Mutiara, lalu menyuapi Mutiara secara tiba-tiba, Mutiara yang tidak siap membuat es itu mengenai hidung mancung nya. refleks Gavin mengambil dengan ibu jari lalu menjilati jarinya tersebut.


"Gavin, apa yang kamu lakukan?" tanya Mutiara saat melihat aksi konyol Gavin.


Tanpa mereka berdua sadari, sepasang mata elang dibalik mobil Rollies Royke terus memperhatikan dengan tangan mengepal.

__ADS_1


"Pantas kamu menolak ku Mutiara, ternyata kalian sudah menjalin hubungan diam-diam dibelakang ku." bathin Devan yang diselimuti dengan aura mencekam, dia sangat marah dan merasa terhina atas penolakan Mutiara.


__ADS_2