Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Makan malam tanpa mu


__ADS_3

Mutiara bekerja tidak seperti karyawan lain, dia diberikan hak istimewa oleh Devan. sehingga dia bisa datang dan pulang sesuka hatinya.


"Jims, mana tuan Devan?"


"Tuan sedang ada pertemuan dengan klien, Nona." jawab Jims.


"Aku akan menjemput Anak-anak kesekolah mereka, setelah itu langsung pulang."


"Silahkan Nona, anda mempunyai kebebasan untuk melakukan apapun." jawab Jims.


Malamnya, Devan belum juga kembali dari perusahaan. tidak seperti biasanya dia akan berkumpul dan bergabung melewati makan malam yang hangat bersama keluarga kecilnya.


"Apa Devan, belum kembali?"


"Belum Nyonya."


Meja makan penuh dengan makanan lezat, layaknya cukup untuk menjamu banyak orang. namun sayang cuma ada Mutiara dan twins kesayangannya. dan Gracia yang berdiri dibelakang siap untuk membantu apapun keinginan dan yang dibutuhkan nyonya muda dan anak-anak.


"Aku mau papi."


"Ya, makanan ini menjadi tidak enak. jika tidak ada papi bersama kita." jawab Reyhina.


"Ya, tapi saat ini sedang lembur dan pulang larut. papi berpesan supaya kalian patuh dan nurut sama mami." jawab Mutiara.

__ADS_1


"Baiklah mami, kami akan makan."


Setelah Anak-anak makan dan patuh, Mutiara mulai menikmati makan malam, namun dia juga tidak mempunyai selera seperti Anak-anak. sehingga sedikit spaghetti sudah membuat nya merasa kenyang.


Selesai makan malam, Anak-anak menonton televisi. mereka belum ingin tidur. begitu juga dengan Mutiara, dia terus berjalan dari satu ruang keruangan lain, memperhatikan banyak nya miniatur dan sovenir berkelas. dia yakin barang-barang tersebut tidak ada yang murah. namun sekian banyak yang dia perhatikan. tidak ada foto keluarga ataupun kekasih yang pernah dimiliki Devan.


"Apakah selama ini, hanya aku satu-satunya wanita yang dekat dengan Devan?" Mutiara meyakinkan diri nya kembali.


Saat hendak berbalik, Mutiara melihat sebuah camera pengintai yang terdapat disetiap sudut ruangan. dia yakin, jika gerak geriknya tidak luput dari pantauan Devan. sehingga dia memutuskan untuk istirahat dikamar kembali seraya mengajak anak-anak.


"Ternyata, hidup dirumah bak istana dan menjadi seorang putri. tidak seindah yang aku bayangkan."


****


Ditengah-tengah rapat besar ini, Devan tersenyum-senyum sendiri. membayangkan malam panas yang sudah mereka lalui semenjak hubungan mereka membaik. sehingga Devan ingin merasakan nya kembali. tubuh Devan berada dikantor namun hati dan pikirannya sudah melayang membayangkan Mutiara.


"Tuan Devano, bagaimana dengan hasil pembahasan kita." ucap salah seorang kepala cabang perusahaan.


Namun Devan tidak menanggapi ucapan mereka, malah kembali tersenyum penuh misteri. asisten Jims yang paham dengan apa yang tengah dirasakan tuan mudanya, segera mengambil alih rapat.


"Jims, kamu lanjutkan saja. apapun hasilnya segera laporkan nanti." ucap Devan melangkah meninggalkan ruangan rapat sesuka hatinya, tanpa memperdulikan tatapan heran peserta rapat, mengingat Devan selama ini sangat disiplin.


"Ternyata jatuh cinta, mampu merubah seseorang. bahkan orang yang berkuasa sekalipun." gumam Jims menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


Selesai rapat, Jims kembali menemui Devan keruangan nya.


"Tuan, ini laporan rapat hari ini."


"Letakan dulu disana." sambil bersiap untuk pergi.


"Maaf tuan, anda mau kemana?"


"Apa aku harus melapor padamu? sekarang sudah sangat larut. tentu aku akan segera pulang." Jawab Devan dengan nada dingin.


"Maaf tuan."


"Ya, keluarlah dari ruangan ku."


Jims mundur dan segara keluar, dia begitu melihat kemarahan Devan yang tidak pernah ditujukan padanya selama ini.


"Tuan Devan sekarang mulai bertingkah aneh dan susah ditebak." gumam Jims.


Devano menatap kemerlap lampu perkotaan diantara gedung-gedung pencakar langit, kemacetan kendaraan yang bertepatan dengan jam pulang karyawan lembur berbagai perusahaan besar termasuk perusahaan Devan sendiri.


"Buuusyet....kenapa aku teringat terus dengan Mutiara, dia seakan-akan mengikuti setiap arah pandanganku." bathin Devano merasa jatuh cinta meskipun hubungan mereka sudah lama terjalin.


Devan melajukan mobilnya, dia ingin segera pulang agar bertemu istri imutnya, untuk memulai kembali malam panas yang memabukkan.

__ADS_1


__ADS_2