Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Terungkap


__ADS_3

"Tuan, kami telah berhasil mendapatkan informasi detail dan beberapa bukti tentang kelahiran bayi kembar anda." ucap Jims.


"Jadi Mutiara benar-benar memiliki anak kembar dariku?" ucap Dev seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


"Bahkan dia sangat dekat dengan kita, tuan masih ingat seorang anak laki-laki yang telah mengotori kemeja anda dengan sebuah bola." ucap Jims.


"Ya, aku ingat."


"Dia adalah putra Anda, bahkan sampai sekarang dia masih mencicil biaya kerusakan pakaian tersebut." ucap Jims yang membuat Devan merasa bersalah.


"Kejadian itu membuat ku semakin tersiksa."


"Mutiara, juga melahirkan bayi-bayi nya di negara kita sendiri. selama ini, Mutiara tinggal dan dibantu oleh bibinya untuk mengurus anak-anak." terang Jims.


"Mutiara, aku tidak pernah menyangka. kamu terlalu pintar menyembunyikan keberadaan Anak-anakku dengan wajah lugumu, bahkan mereka selama ini selalu bersamamu disekitar ku." bathin Devan, ekspresi wajah nya sulit diartikan, senyum misterius membuat aura Dev semakin menakutkan.


Devan kembali mengingat malam panas yang pernah mereka lalui berdua, jika dibandingkan dengan usia anak-anak Mutiara. sudah jelas jika Anak-anak itu adalah darah dagingnya sendiri.


"Blokir setiap rute keluar masuk, lakukan kerjasama dengan pihak ataupun instansi tertentu." perintah Devan yang sudah sampai dikediaman papa Mutiara.


Begitu mengetahui jika Devan merupakan ayah biologis dari kedua cucunya, Hendra dengan senang hati mengundang Devan kerumah, memperlihatkan kamar yang pernah ditempati Reyhan dan Reyhina.

__ADS_1


Ada rasa yang sulit untuk diartikan, Dev memperhatikan sekeliling kamar. memegangi berbagai mainan anak-anak, botol-botol susu formula yang tersusun rapi di rak. buku dongeng dan beberapa pakaian anak perempuan dan laki-laki. ada rasa hangat yang menjalar di dada Devan, Ketika di mencium wangi khas bedak Anak-anak, refleks dia memeluk pakaian tersebut.


"Mutiara, kamu berhasil menipuku berkali-kali. kamu pantas mendapatkan hukuman dariku." darah Devan tiba-tiba mendidih sehingga dia terlihat sangat marah.


"Tuan, kami berhasil mendapatkan informasi terbaru, perhatikan rekaman ini!" ucap Jims.


Devan memperhatikan seksama, Mutiara keluar masuk salah satu rumah sakit. senyum mengembang dibibir nya, selangkah lagi dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya, terutama anak-anak.


"Siapa yang sakit?"


"Anak perempuan yang bernama Reyhina, kami menemui dokter yang menangani penyakit nya. putri anda harus mendapatkan perawatan terbaik secepatnya." terang Jims.


"Mutiara, pasti akan datang hari ini. dia sudah menghubungi ku meminta bantuan untuk biaya pengobatan Reyhina. jadi kita tidak perlu susah payah untuk mencarinya." ucap Hendra.


Mutiara terpaksa menitipkan Reyhina pada suster jaga, karena dia ingin menemui papanya, mau tidak mau Mutiara harus meminta bantuan orang tuanya, sebelum melangkah keluar dia segera mengunakan masker, berjaga-jaga dari orang-orang Devan yang menyebar untuk mencari keberadaan nya.


"Aku terpaksa menemui papa, pengobatan Reyhina jauh lebih penting dari segalanya."


Mutiara turun dari taxi, memperhatikan suasana rumah yang sepi. sebelah tangannya mulai memegangi gagang pintu masuk.


Ceklek.... pintu terbuka perlahan, Mutiara merasa cemas seolah-olah dia berada ditempat yang berbahaya, apalagi lampu ruangan tidak dinyalakan. begitu Mutiara masuk, pintu tiba-tiba terkunci dan lampu dinyalakan.

__ADS_1


"Tidak mungkin? aku pasti bermimpi?"


Mutiara mundur, begitu melihat sosok tinggi tegap berdiri menatap nya. Mutiara gemetaran dan wajahnya langsung pucat ketakutan. dia tidak menyangka sama sekali jika Devan berada dirumahnya.


Devan maju, tangannya mengepal mendekati Mutiara.


"Tinggalkan kami berdua." perintah Devan.


"Tuan, dia putri ku satu-satunya. tolong jangan kamu sakiti dia." ucap Hendrawan memohon, namun Devan mengabaikannya.


"Tuan Hendra, kita harus keluar. biarkan mereka menyelesaikan masalahnya." ajak Jims.


"Aku tidak ingin dia berbuat kasar pada putri ku." ucap Hendra cemas.


"Percayakan padaku, jangan buat tuan Devano lebih marah lagi. ingat kesalahan putri mu dan juga nasip perusahaan mu." ancaman Jims ampuh membuat Hendra menurut dan pergi meninggalkan ruangan.


"Sekarang jelaskan padaku, bagaimana semua ini terjadi?" ucap Devan dingin.


"Kamu sudah tahu semuanya, Devan. jadi untuk apa aku harus menjelaskannya." ucap Mutiara.


"Aku ingin jawaban kejuaraan dari mulutmu sendiri." Devan mencekram kuat dagu Mutiara.

__ADS_1


"Anak-anak tumbuh dirahim ku, karena benih yang kamu tinggalkan lima tahun yang silam. usiaku masih sangat muda, aku ditekan dan disuruh untuk aborsi. tapi aku sadar, jika mereka tidak bersalah dan tidak pantas dihukum. sehingga aku memutuskan untuk pergi keluar negeri. melahirkan dan merawat mereka, aku tidak pernah menyangka jika kita akan kembali bertemu. sekarang kamu sudah tahu semua kebenaran tentang twnis." balas Mutiara.


__ADS_2