
"Sayang, bersiap lah menerima hukuman dariku."
Devan menarik tangan Mutiara hingga jatuh keatas ranjang empuk, dengan sigap Dev sudah mengunci pergerakan istri nya diranjang.
Rasa rindu karena beberapa hari ini tidak bertemu, membuat gairah Devan semakin bergelora. sehingga dia ingin segera menuntaskan.
"Devan, kamu mau apa?"
"Kenapa kamu bertanya, bukan kah sudah menjadi tugasmu untuk melayani suamimu. anggap saja ini moment yang tepat untuk kita berdua berbulan madu. percayalah hanya kamu wanita pertama yang sudah mengambil keperjakaanku, dan kamu juga adalah perempuan terakhir disisiku yang sudah dan akan melahirkan anak-anak yang lucu untuk kita kelak."
Pasangan ini mulai terhayut, dengan perasaan cinta yang membara. Devano memperlakukan Mutiara dengan begitu lembut. seakan tidak ingin kehilangan lagi, begitu juga dengan Mutiara. dia merasa lega setelah mendengar kata-kata dari Devan, saat ini dia percaya, namun jika hal itu terulang kembali, dia akan bebar- benar pergi dari kehidupan Dev untuk selamanya.
Setelah percintaan yang menguras tenaga, keduanya langsung tertidur seraya berpelukan, tidak lama terdengar dengkuran halus, menandakan jika pasangan ini sudah terbang menuju alam mimpi indah masing-masing.
***
Malam ini, Dev membimbing tangan Mutiara memasuki sebuah restoran elite. dengan beraneka makan dan minuman berkelas internasional.
Seorang pelayan menunduk hormat, seraya mempersilakan mereka memasuki sebuah ruangan VVIP.
"Selamat datang, tuan dan nyonya muda. ruangan sudah kami siapkan untuk Anda."
"Terimakasih."
Mutiara menikmati makan malam yang romantis, di iringi dengan musik klasik, yang membuat suasana terasa semakin syahdu.
__ADS_1
"Bagaimana perasaan mu sekarang, istri ku."
"Yah, aku merasa seperti bermimpi, bisa menikmati semua ini dengan laki-laki yang sudah sah menjadi suamiku. satu hal yang sangat aku impikan."
"Maukah kamu menemaniku berdansa?" tanya Devan setelah mereka menyelesaikan makan malam.
"Boleh juga."
Mutiara menyambut hangat uluran tangan suaminya, berbaur dengan para pengunjung lain di lantai dansa.
Mutiara melingkarkan tangannya di leher Devan, begitu juga sebaliknya Dev merengkuh pinggang Mutiara yang ramping dipeluknya, mulai mengayunkan pelan gerakan tubuh mereka, sesuai alunan musik yang terdengar sangat romantis, bahkan Mutiara merebahkan kepalanya di dada bidang Dev, menikmati aroma maskulin yang tercium dari tubuh suaminya.
"Sayang malam ini aku sangat bahagia, dan berjanji untuk tidak membuat mu pergi dari sisiku lagi."
Mereka berciuman hangat, dengan desiran dada yang membuat keduanya bergetar. menyatukan hati yang tidak ingin kehilangan.
Setelah melewati makan malam romantis, pasangan ini langsung menuju kamar tidur mereka.
"Istri ku, puaskan aku malam ini. aku sudah tidak sabar untuk kembali mencetak calon Devan junior sebanyak-banyaknya. agar segera tumbuh dan berkembang di rahimmu." bisik Dev lembut.
Mutiara tersenyum, seraya membuka satu persatu yang melekat ditubuhnya, begitu juga sebaliknya Dev. posisi mereka yang sudah sama-sama polos, dengan mudah Dev kembali menikmati dada besar Mutiara yang sudah menjadi candu baginya.
"Cukup Dev, ini sangat mengeli kan Aaagggh..." desah Mutiara diantara desahannya.
"Tapi kamu menyukainya kan?" bisik Dev melihat tubuh Mutiara yang bergetar hebat, setelah dia kembali menyentuh titik sensitif di tubuh istri nya tersebut.
__ADS_1
Mereka menghabiskan malam dan bercinta tanpa henti semenjak memasuki kamar, bahkan deringan ponsel panggilan masuk dari mami tidak mereka hiraukan. seakan tidak ingin terlewatkan sedetikpun untuk bercinta.
Setelah pergulatan panjang, kedua ambruk seraya berpelukan hangat.
"Tidurlah sayang, aku akan menjaga mu. mulai sekarang aku ingin dunia tahu bahwa kamu adalah istri yang sangat aku cintai." bisik Devano lembut ditelinga Mutiara yang sudah tertidur pulas.
Devan meregangkan pagutan nya, begitu juga dengan bibirnya yang sudah beralih menelusuri leher jenjang indah milik Mutiara, lalu meninggalkan banyak bukti kepemilikan nya.
***
Pagi hari yang indah, Devan terlebih dahulu bagun dari istri tercinta. yang masih meringkuk pulas didada bidangnya.
"Sayang, wajahmu sangat cantik jika seperti ini." gumam Dev. perlahan dia memperbaiki posisi tidur Mutiara, dan kembali menatap nya dengan penuh cinta yang tidak pernah membuatnya merasa bosan.
"Sayang, aku mencintaimu."
Bisik Devan ketika dia mempercepat pergerakan nya diatas tubuh Mutiara kembali. yang tidak bisa menjawab, namun ekspresi puas terpancar dari wajah gadis itu. yang tersenyum membalas tatapan mata Dev diatasnya. mereka terjerat pada percintaan yang tiada henti, hingga pagi menjelang siang mengantarkan mereka pada sensasi luar biasa yang mengalirkan keringat dan deru nafas yang saling memburu. menghasilkan debaran yang membelenggu dalam cinta yang membara dan tidak ingin terpisahkan lagi. sesuatu melebur keluar secara bersamaan. hingga Devan ambruk ditubuh putih mulus yang sudah memberikan nya kebahagiaan lahir batin.
"Terimakasih sayang, sudah mau menerima dan memaafkan aku. I Love You."
"I Love You Too Devan."
Mereka berdua akhirnya tidur sambil berpelukan, mengantar pada mimpi indah rumah tangga yang bahagia.
*****
__ADS_1