
Setelah kembali pulang kerumah, Erika menutup semua pintu dan jendela. sedangkan dua bocah imut Reyhan dan Reyhina langsung menuju kamar sang mami untuk mencari keberadaan nya dengan penuh semangat.
"Oma, kenapa tidak ada mami dirumah?" ucap Reyhina dengan air mata yang hampir tumpah membasahi pipinya, begitu mendapati kamar kosong.
"Mana mami? katanya mami telah pulang duluan." Reyhan ikut mempertanyakan keberadaan sang mami.
"Mami ada urusan yang jauh lebih penting, dia pasti kembali secepatnya." bujuk Erika berusaha menyembunyikan kecemasan. lalu mengajak anak-anak mandi sore setelah itu mereka langsung masuk kedalam kamar untuk istrahat.
****
Dikamar hotel, Mutiara tidak bisa memejamkan mata. dia memikirkan anak-anak dan kecemasan bibi Erika.
"Aku tidak bisa menghubungi mereka untuk saat ini." bathin Mutiara berusaha memejamkan mata. tidak ada yang bisa dia lakukan selagi Devano masih berada didekatnya.
"Istrahat lah, aku tidak akan mengaggumu malam ini."
Devan menarik selimut hingga batas dada, lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan. meskipun begitu Mutiara merasa jika dirinya tetap diawasi, apalagi didepan pintu masuk kamar ada beberapa orang pengawal yang menjaganya.
Pagi harinya, Mutiara terbangun saat Devan masuk kedalam kamar seraya membawa sebuah paper bag ditangan nya.
"Bersihkan tubuh mu, setelah itu kenakan gaun ini." menyerahkan ketangan Mutiara.
"Aku ingin pulang!"
"Ya, hari ini kita akan kembali pulang kenegara ku, tinggal di mention bersama ku." ucap Devan.
__ADS_1
"Tapi aku tidak bisa."
"Cepat kerjakan perintah ku, apa perlu aku yang akan memandikan dan membantu menggantikan pakaian untuk mu." ancam Devano seraya tersenyum mesum.
"Jangan, aku bisa sendiri."
Setelah mandi dan mengenakan pakaian mahal, Mutiara terlihat sangat cantik. bahkan Devan menatap nya hampir tidak berkedip.
"Ayo kita berangkat."
Devan keluar lebih dahulu, Mutiara mengikuti langkahnya dari belakang. didepan sudah menunggu pengawal seraya membukakan pintu mobil untuk mereka berdua.
Mobil meleset membelah jalanan, sepanjang perjalanan Mutiara lebih banyak diam seraya menatap keluar jendela kaca. lamunannya terhenti Ketika mobil memasuki halaman luas sebuah restoran mewah yang berlokasi dekat tepi pantai.
Deru ombak yang saling kejar-kejaran, memberikan sensasi alam yang sangat indah. namun tidak dengan suasana hati Mutiara.
Mutiara menatap menu yang tersaji dihadapannya, sangat lezat yang merupakan makanan kesukaannya.
"Dari mana Devan bisa mengetahui, jika ini makanan kesukaan ku?" bathin Mutiara yang masih berusaha cuek.
"Apa kamu tidak ingin makan?"
"Tidak!" ucap Mutiara, namun perutnya mengeluarkan bunyi yang sangat nyaring, membuat wajah Mutiara bersemu merah merona.
"Kamu yakin jika tidak ingin memakan makanan lezat ini?" ulang Devano mulai menyuap makanan nya dengan elegan.
__ADS_1
"Apa kamu akan membebaskan aku, jika aku memakan makanan ini!"
"Bisa jadi."
"Baiklah, aku akan makan sekarang."
Mutiara terlihat ceria, menghabiskan makanan yang benar-benar lezat.
"Baru pertama kali aku makan di restoran mewah dan seenak ini." bathin Mutiara yang ingin juga berbagai dengan anak-anak dirumah nantinya.
"Tuan Devan, makanan ini sangat lezat. bolehkah aku memintanya untuk dibawa pulang?" tanya Mutiara yang memikirkan bagaimana bahagia nya twin ketika melihatnya pulang dan membawakan makanan yang begitu lezat.
Devan tidak menjawab, namun dia memberi kode pada pelayan restoran untuk membungkus dalam jumlah banyak, tidak begitu lama pelayan datang membawakan beberapa box makanan.
"Tuan ini banyak sekali, tapi aku sangat berterimakasih." ucap Mutiara.
Devan mengangkat telepon, lalu dia terlihat sangat terburu-buru.
"Aku harus kembali secepatnya, kondisi kesehatan mami sedang bermasalah." ucap Devan.
"Bisakah aku tetap disini dulu, aku masih merindukan kampung halaman ku."
"Baiklah, nanti aku akan datang untuk menjemput mu kembali." ucap Devan, mereka masuk kedalam mobil, dan berhenti disebuah lapangan. disana sudah menunggu helikopter pribadi yang akan mengantarkan Devan kembali pulang.
Sebelum melangkah memasuki helikopter, Devan meraih pinggang Mutiara kedalam pelukannya, mendaratkan ciuman yang begitu lembut dan mendalam. ciuman yang benar-benar berbeda dari biasanya.
__ADS_1
"Aku akan kembali demi kamu." bisik Devano seraya masuk kedalam helikopter.
Ada rasa bahagia dan lega, setelah melihat Devan dan para bodyguard telah kembali ke negaranya.