Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Berusaha kabur kembali


__ADS_3

"Terimakasih Gavin, kamu sudah membantu ku." ucap Mutiara.


"Ya, meskipun aku tidak bisa mendapatkan dirimu, paling tidak izinkan aku membantu mu, Mutiara. aku juga menyayangi Anak-anakmu yang lucu, aku juga akan melindungi mereka dari Devan, jika kamu masih belum siap dia mengetahui kebenarannya." balas Gavin.


"Ya, sejauh ini aku masih belum bisa menerimanya Devan. ataupun laki-laki manapun. aku masih nyaman dengan diriku sendiri dan anak-anak." balas Mutiara.


Setelah menutup panggilan dari Gavin, ponsel Mutiara kembali mendapat panggilan masuk dari Natali.


"Kamu pasti marah besar Natali, tapi aku juga sudah punya senjata untuk melawan mu." gumam Mutiara lalu mengangkat panggilan masuk dari Natali.


"Mutiara, kamu sudah menipuku. kali ini aku tidak akan membiarkan kamu lolos, sekarang juga aku akan memberitahu Devan semua kebenarannya." ancam Natali.


"Oke, kita akan sama-sama hancur setelahnya." jawab Mutiara.


"Apa maksudmu?"


"Jika kamu memberitahukan tentang Anak-anakku pada Devan, maka dengan terpaksa aku juga akan mengirimkan foto-foto dan Vidio scandal mu dengan beberapa teman pria mu ke pada Devan." Mutiara balik mengancam.


Setelah itu Mutiara langsung mengirim foto dan Vidio scandal Natali, yang berhasil didapatkan Mutiara dari Gavin.

__ADS_1


"Dari mana kamu mendapatkan semua ini?"


"Seseorang sudah membantu ku, kamu tidak perlu tahu siapa dia." jawab Mutiara terdiri.


"Brengsek, padahal aku sudah menghapus semua ini. termasuk dari ponsel para lelaki yang pernah tidur dengan ku, aku harus mencari tahu siapa orang yang masih menyimpan Vidio ini lalu memusnahkan nya, karena dia pasti akan memanfaatkan aku terus." Natali sangat marah, bahkan saat ini merasa tidak mampu untuk melawan Mutiara, karena ada seseorang yang lebih kuat dibelakang gadis itu, Natali yakin jika itu adalah Gavin. karena hanya dia yang menurut Natali sebagai pria paling bodoh, yang rela melindungi Mutiara. meskipun gadis itu sudah menolak cintanya berkali-kali.


Malam harinya, Gavin berhasil menyelinap masuk kedalam mention. dia sudah hafal tempat dimana Devan menyembunyikan Mutiara.


"Gavin, ini sangat berbahaya! untuk apa kamu datang kesini?" ucap Mutiara panik.


"Aku sudah berjanji untuk melindungi mu, Mutiara.


"Ya, aku akan membuang cincin ini terlebih dahulu. karena Devan sudah memasang alat pelacak, sehingga dia selalu menemukan tempat keberdaan ku." Mutiara melepas cincin nya.


"Kita harus hati-hati." bisik Gavin.


Mereka berdua berhasil menyelinap melalui pintu belakang, menempuh perjalanan jauh untuk mencapai jalan raya. Gavin sengaja tidak mengunakan mobil nya, karena akan lebih mudah untuk Devan menemukan nya nanti.


"Gavin, terimakasih."

__ADS_1


"Aku akan melakukan apapun untuk mu, Mutiara. aku tidak tega, jika kamu diperlakukan sebagai budak nafsu oleh Devan. kamu punya kehidupan sendiri dan berhak bahagia." ucap Gavin yang akan mengatur penerbangan darurat untuk Mutiara agar bisa pulang ke negaranya.


Lampu menyoroti Gavin dan Mutiara, dalam sekejap mereka sudah dikepung puluhan pengawal Devan yang bertubuh besar dan kekar.


Mutiara mundur ketakutan, bersembunyi di balik punggung Gavin.


"Jangan takut Mutiara, aku akan melindungi mu apapun terjadi." ucap Gavin.


"Bagaimana mereka bisa menemukan kita, bahkan aku sudah membuang cincin nya. apa Devan juga memasang pelacak ditubuh ku?" berbagai pertanyaan membuat Mutiara pasrah akan nasipnya kedepan.


"Jadi kamu berusaha kabur dariku, meninggalkan negara ini demi dia?" ucap Devan menatap nyalang Mutiara lalu berbalik kearah Gavin.


"Kamu tidak berhak memperlakukan Mutiara seperti ini, dia bebas menjalani kehidupan nya sendiri. percayalah aku hanya ingin melindungi Mutiara tanpa maksud lain." ucap Gavin tulus.


Mutiara sangat ketakutan, bahkan kedua lututnya gemetaran siap untuk ambruk. melihat para pengawal Devan mulai maju memukul Gavin, lawan yang dihadapi Gavin tidak seimbang sehingga dia beberapa kali terlempar, darah segar mengalir dari tubuh Gavin.


"Aku mohon hentikan, jika tidak aku akan benar-benar membencimu seumur hidup ku, Devan." teriak Mutiara, keberaniannya muncul. beberapa kali Mutiara maju menendang dan memukul tubuh Devan sekuat tenaga nya, namun laki-laki itu tidak bergeming. seolah-olah pukulan Mutiara tidak membawa arti apa-apa baginya.


"Tolong hentikan Devan, kamu bisa membunuh Gavin, aku berjanji akan menuruti apa maumu, tapi tolong bebaskan Gavin." tubuh Mutiara luluh di tanah, memohon pengampunan Devan.

__ADS_1


Sebelah tangan Devano terangkat, memberi tanda pada para pengawal. mereka langsung berhenti dan mundur dari tubuh Gavin yang sudah babak belur.


__ADS_2