Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Bertemu lagi


__ADS_3

Mutiara mempercepat langkah, karena udara yang cukup mendung seperti akan terjadi hujan lebat, apa yang ditakuti Mutiara terjadi juga, tiba-tiba hujan yang turun begitu deras membasahi tubuhnya, gadis menggigil kedinginan, disaat bersamaan seseorang datang memberikannya jaket kulit untuk melindunginya dengan sebuah payung.


"Gavin, kenapa kamu muncul lagi. bukankah kamu sudah berjanji padaku?" Mutiara mencoba untuk menghindar.


"Kenapa Mutiara, apa salahnya jika kita memulai hubungan dengan persahabatan. aku datang hanya ingin melindungi mu. itu saja."


"Aku tidak butuh bantuan mu, Gavin."


"Tapi aku suka membantu mu, Mutiara."


Mau tidak mau, Gavin tetap bersikeras mengantarkan Mutiara pulang.


"Jangan takut, aku tidak akan meminta macam-macam, karena aku sudah mempunyai kekasih yang jauh lebih cantik dari mu, Mutiara."


"Benarkah?"


"Ya!"


"Tapi kenapa kamu masih menemui ku, bukan sikapmu ini bisa melukai kekasihmu."


"Ingat, kita sahabat." ulang Gavin.


****


Besoknya Mutiara kembali bekerja seperti biasa, setelah bertemu Gavin kemaren, dia berharap tidak pernah dipertemukan dengan Gavin ataupun Devan lagi, jika perlu dia dan bibi Erika akan segera pindah.


"Ya, mungkin ini hari terakhir ku bekerja di toko bunga, ini demi kebaikan ku dan anak-anak. aku akan pergi jauh dari Devan dan Gavin." bathin Mutiara mulai bekerja.

__ADS_1


"Hari ini kita harus bekerja ekstra, toko bunga kita harus menyediakan banyak buket dan bunga segar untuk acara pertunangan tuan Devan nanti malam, karena selain penyedia bunga perusahaan kita juga merupakan WO diacara tersebut." ucap manager.


"Tuan Devan?"


"Ya Mutiara, tuan Devan adalah pemilik toko bunga besar ini." bisik temannya Calista.


"Jadi, toko bunga ini milik tuan Devan."


Mutiara benar-benar syok, meskipun sudah keluar bekerja diperusahaan. namun dia kembali masuk ke lobang yang sama.


"Ternyata aku tidak bisa sepenuhnya lepas darimu Devan." Mutiara tertunduk lesu.


Siang nya, Mutiara dan beberapa rekan kerjanya yang lain ikut sibuk menata bunga-bunga di gedung yang rencananya nanti malam akan digunakan sebagai tempat acara pertunangan Devan dan Natali, pasangan yang sama-sama memiliki pengaruh besar di negara ini.


Pada saat acara akan dimulai. Mutiara dan rekan-rekannya diminta untuk tetap berada di dalam gedung.


"Wah, Natali benar-benar cantik." semua terpana ketika Natali datang ke gedung. gaunya sangat mewah dandanan yang begitu cantik, dia dibimbing berjalan di red karpet. tiba-tiba Natali terhenti begitu melihat Mutiara yang berdiri diantara para pelayan.


"Dia adalah pagawai di WO sekaligus toko bunga , nona." ucap manager.


"Apa?"


Semula Natali sangat bahagia dan percaya diri, begitu mengetahui Devan membeli sebuah toko bunga terbesar, Natali pikir sebagai hadiah atas pertunangan mereka, namun setelah melihat Mutiara, dia menjadi ragu.


Dari cara Devan memandang Mutiara, dia yakin jika calon suaminya sangat tertarik pada gadis itu, bisa jadi toko bunga tersebut bukan hadiah untuk dirinya melainkan Mutiara.


Selang beberapa menit, nampak Devan turun mengunakan jas warna hitam, diikuti Jims yang berjalan dibelakang nya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, kenapa aku harus bertemu lagi dengan Devan." Mutiara benar-benar gugup dan panik, saat hendak berbalik untuk bersembunyi tanpa sengaja dia menabrak susunan gelas minuman yang sudah didesain seindah mungkin.


"Brrrrankk..."


Gelas-gelas itu tumpah, bahkan ada yang pecah berserakan dilantai, mengeluarkan bunyi yang heboh, semua mata tertuju menatap Mutiara.


"Seharusnya ini menjadi hari yang indah, tapi gadis ini sudah membuat kekacauan." umpat orang tua Natali menatap tajam Mutiara.


"Mutiara, apa yang kamu lakukan, kenapa tidak hati-hati. kamu sudah merusak semuanya." ucap manager ikutan panik. karena salah satu pegawainya sudah membuat masalah besar.


"Maafkan.. maafkan aku."


Mutiara berusaha mengumpulkan beling, membiarkan tangannya terluka dan mengeluarkan darah . tidak lama OB datang ikut membantu membereskan semuanya.


"Mutiara, mulai sekarang kamu tidak perlu lagi bekerja dengan kami." ucap manager sangat marah, dia juga harus mencari muka mungkin dengan cara memecat dihadapan semua orang.


"Ini hanya masalah kecil, anda tidak perlu memecatnya. jangan buat Presdir marah, bisa jadi kamu yang akan dipecat." ucap Jims mendekati manager.


Seketika wajah manager memucat, dia tidak menyangka jika gadis biasa seperti Mutiara memiliki pengaruh yang sangat besar, dia berfikir jika antara Mutiara dan presdir ada hubungan istimewa.


"Maafkan saya, yang lainya cepat bantu bersihkan."


"Nona Mutiara kita pergi klinik untuk mengobati lukamu " manager kembali melunak, mengingat karier pekerjaan nya dipertaruhkan disini.


"Lukaku tidak terlalu parah, ini tidak apa-apa."


Meskipun menolak, Mutiara tetap dibawa kesebuah ruangan, setelah tangannya diobati. Mutiara tertidur begitu saja.

__ADS_1


Begitu membuka mata, dia melihat tubuhnya sudah berada dalam sebuah kamar yang lumayan luas dan mewah.


"Aku dimana? berapa lama aku tertidur sehingga tidak menyadari keberadaan ku yang sudah berpindah?" berbagai pertanyaan membuat Mutiara merasa pusing.


__ADS_2