Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Pertemuan tak disengaja


__ADS_3

"Dev, hari ini aku ingin pergi kepusat perbelanjaan. ada sesuatu yang ingin aku cari." ucap Mutiara meminta izin dari Devan.


"Pergilah."


Mutiara tersenyum senang, setelah diperbolehkan oleh Devan untuk berjalan-jalan keluar dari hunian mewahnya tanpa harus ada penjagaan khusus yang selalu mengikuti langkahnya.


"Syukurlah, hari ini aku bebas menjadi Mutiara yang dulu lagi." ucap nya sambil merentangkan tangannya bahagia.


Mutiara sengaja memasuki pusat perbelanjaan, dia ingin membelikan gaun dan jas yang sesuai dengan pilihan hatinya, sebagai persiapan kado ulang tahun untuk twins nantinya.


"Aku rasa Anak-anak pasti menyukai pakaian ini." gumam Mutiara tersenyum lalu membawa menuju kasir, namun seseorang tidak tiba-tiba menyerobot dari arah belakang, hingga membuat Mutiara jatuh kelantai karena kurang menjaga keseimbangannya.


"Aduuuh sakiiit."


"Maaf nona, aku benar-benar tidak sengaja." ucap seseorang yang sudah menabrak tubuh Mutiara, lalu pergi dengan tergesa-gesa tanpa membantu Mutiara untuk berdiri kembali seperti semula.


Mutiara mengusap lutut nya yang lumayan sakit, bahkan sempat memerah, dia kesusahan untuk berdiri. sebuah tangan kekar terjulur dihadapannya, untuk membantu Mutiara.

__ADS_1


"Terimakasih tuan."


Mutiara menerima uluran tangan tanpa menoleh pada pemilik tangan tersebut, setelah berdiri dengan normal, barulah Mutiara syok seraya menahan rasa sakit yang masih terasa.


Degh!


"Gavin?"


Mutiara terlonjak kaget melihat pria dihadapannya, dia tidak menyangka akan kembali bertemu dengan Gavin, setelah sekian lama pria itu menghilang.


"Mutiara."


"Ya, maaf Gavin aku harus pergi." Mutiara tidak ingin pertemuan yang tidak disengaja ini diketahui Devan, cukup sudah hukuman dan permasalahan yang muncul akibat kecemburuan Dev terhadap Gavin selama ini.


"Aku mengerti, tapi bagaimana dengan lutut mu apa masih terasa perih?" Gavin berusaha membantu Mutiara berjalan menuju kursi yang ada disudut ruangan tunggu. Gavin tiba-tiba berjongkok dihadapan Mutiara.


"Izinkan aku memijit kakimu, agar tidak sakit lagi. sepertinya kamu keseleo." Gavin menawarkan bantuan, tanpa sempat Mutiara menolak, Gavin langsung memijid agak sedikit keras, Mutiara sempat menjerit kesakitan namun rasa sakit itu berangsur-angsur hilang setelah di pijid Gavin.

__ADS_1


"Apa masih sakit?"


"Tidak, bahkan kakiku sudah bisa digerakkan leluasa lagi, Gavin terimakasih ya." ucap Mutiara yang dibalas dengan senyuman oleh Gavin.


"Mutiara, gimana jika kita minum dan ngobrol-ngobrol dikafe itu, anggap saja sebagai awal pertemuan kita kembali." ucap Gavin memberi penawaran.


"Gavin maaf, bukanya aku menolak tawaran mu, tapi kamu tahu sendiri bagaimana Devan. dia tidak akan percaya apapun alasan yang aku utarakan."


Mutiara segera pergi meninggalkan Gavin, meskipun dari tatapan nya Gavin masih menyimpan rasa dan berharap Mutiara mempunyai keberanian untuk melawan Devan.


"Seandainya kamu mau memilihku, aku akan berjuang untuk merebutmu kembali dari Devan, tapi kamu tidak mau melakukan itu, Mutiara. sepertinya kamu juga sudah menikmati kehidupan mu bersama pria egois itu." bathin Gavin dengan tatapan sedih.


"Maafkan aku Gavin, aku mengerti perasaan mu. namun diantara kita tidak akan pernah bisa bersatu. sebenarnya saya sudah menikah dengan Devan, sekarang dia suamiku dan ayah dari Anak-anak. aku harus belajar mencintai dan menerima Devan di hidup ku." bathin Mutiara berlalu pergi, dia juga tidak ingin Gavin berharap lebih lagi, karena hal ini hanya akan menambah kekecewaan dihatinya.


"Silahkan masuk Nona muda." ucap sopir pribadi yang selalu siap siaga menunggu kedatangan Mutiara dipelataran parkir.


"Terimakasih pak."

__ADS_1


Mutiara masuk lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi di jok belakang, terlihat raut kekhawatiran di wajah cantiknya.


"Mudah-mudahan, pertemuan tidak sengaja dengan Gavin barusan tidak diketahui oleh Devan. aku tidak bisa membayangkan kemarahan nya nanti." bathin Mutiara berdoa dalam hatinya.


__ADS_2