
"Mutiara, mami sangat mengerti dengan perasaan mu. untuk merubah seorang Devan. kita harus membuatnya jera dan takut kehilanganmu, jika perlu dia akan semakin bucin lalu memperlakukan mu dengan lebih lembut." ucap Mami membujuk Mutiara secara diam-diam.
"Aku harus bagaimana mi? aku juga tidak sudi jika memiliki suami yang terkadang semena-mena terhadap ku, meskipun sejujurnya Devan laki-laki yang baik dan peduli padaku dan Anak-anaknya."
"Kamu tenang saja, mami sudah pikir kan solusi terbaik untuk mu."
"Apa mi?"
"Kamu mau ngak liburan di luar negeri, anggap saja untuk menenangkan pikiran mu, nanti mami akan kiriman sopir pribadi untuk menjemput dan mengantarkan kamu ke bandara, mami juga sudah menyiapkan pasport dan tiket penerbangan mu menuju negara Swiss."
"Swiss, mi." balas Mutiara antusias.
"Ya sayang, kamu berhak bahagia. dan selamat menikmati masa liburan mu kali ini. semoga dengan menghilang nya kamu, Devan akan sadar kesalahannya. betapa dia tidak bisa hidup tanpa ada kamu disisi ya."
"Aku sangat senang sekali mi, terimakasih atas semuanya." ucap Mutiara yang ingin menenangkan dirinya untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Aku harus segera kabur, ini kesempatan bagiku untuk pergi. berhubung saat ini Devan masih berada di kantornya."
Mutiara segera bersiap-siap, begitu mobil yang diutus mami datang untuk menjemputnya. dia segera masuk dengan cepat. takut jika rencananya untuk kabur akan diketahui Devan ataupun pengawal khusus yang sering membuntuti Mutiara secara diam-diam.
"Cepat pak, kita langsung ke bandara."
"Baiklah, nyonya muda."
****
Perjalanan panjang, membuat Mutiara tertidur pulas. udara dingin membuatnya kembali merapatkan jaket kulit yang dikenakan nya.
Mutiara memandang takjub negara indah, yang selama ini hanya bisa dia lihat melalui siaran televisi ataupun media sosial saja.
"Tidak sia-sia mami mertua ku, mengirim aku liburan ketempat yang sangat indah ini." tersenyum senang.
__ADS_1
Mutiara, masuk kedalam mobil khusus yang sudah menjemput kedatangannya. lalu membawanya kesebuah penginapan kelas dunia.
"Malam ini, aku akan istrahat saja. rasanya sangat capek dan gerah setelah menempuh perjalanan jauh." gumam Mutiara seraya merebahkan tubuhnya di ranjang yang sangat empuk.
Mutiara tersenyum lebar, membayangkan bagaimana reaksi Devan setelah pulang nanti. ketika tidak mendapati dirinya dirumah.
****
Pagi harinya, dengan kondisi tubuhnya yang sudah kembali segar, Mutiara menikmati udara pagi yang berembus begitu sejuk mengenai kulit putih bersih nya. seraya merentangkan kedua tangannya menghadap Hawaii yang sudah mendunia karena keindahannya.
"Sangat menyenangkan sekali, meskipun aku melewati ini semua seorang diri."
Mutiara ingin turun langsung menuju pantai, meskipun masih pagi, namun sudah banyak pengunjung yang mengunjungi area pantai. langkah Mutiara terayun menuju area rooftop, sebuah tempat yang digunakan untuk bersantai menikmati pantai atau sekedar untuk melihat sunset di sore harinya. dengan suasana romantis, atau lebih tepatnya bisa juga sebagai tempat destinasi bulan madu bagi pasangan muda.
Mutiara memesan banyak makanan enak dan minuman segar, dia tidak peduli lagi dengan bentuk tubuhnya yang indah. baginya jika dia berubah menjadi gendut, Devan akan bertambah tidak suka sehingga pernikahan ini cepat berakhir.
__ADS_1