
Setelah dokter memeriksa kondisi Mutiara pergi, Devan terlihat tengah berfikir.
"Dev, apa yang sedang kamu pikirkan?"
Mutiara ketika menatap suaminya sedang melamun seraya berkisar mondar-mandir dihadapannya.
"Aku sedang memikirkan bagaimana caranya berhubungan intim yang aman, agar bayi kita nantinya tidak terganggu dengan aktivitas kedua orang tuanya." ucapan Devano seketika membuat wajah Mutiara memerah menahan malu, karena ucapan bar-bar suami mesumnya yg selalu memikirkan urusan ranjang.
"Please, stop pikiran mesummu ini untuk sementara waktu, Dev. mudah-mudahan anakku nantinya tidak ketularan sifat ayahnya kelak." ucap Mutiara.
"Sayang, aku adalah ayahnya. penanam saham terbesar, jadi Otomatis anak kita nantinya akan mewarisi ketampanan dan watak ku." ucap Dev penuh percaya diri.
Tanpa terasa sudah tujuh bulan berlalu, kehamilan Mutiara semakin membesar. hari ini adalah jadwal dia cek up ke Dokter. Dev selalu menemani istrinya dengan senang hati.
Sedangkan Reyhan dan Reyhina yang mengerti dengan kondisi maminya, tidak pernah menut macam-macam, mereka berdua lebih mandiri dalam mengurus diri masing-masing, seandainya ada ya nggak tidak mereka bisa, barulah mereka meminta para pelayan.
Mutiara merasa hari-hari yang dijalani nya semakin berwarna, sehingga dia juga lebih bersemangat merawat kehamilan nya dengan baik, seperti rutin minum susu, vitamin, makanan bergizi, olah raga kehamilan dan rutin memeriksakan kehamilannya ke Dokter.
"Mami tidak sabar menunggu kelahiran mu nak, sehat terus ya diperut bunda."
__ADS_1
Devan menyelesaikan pekerjaan secepatnya, dia ingin langsung mengantarkan Mutiara. agar bisa mengetahui secara langsung perkembangan bayinya.
***
Sepanjang perjalanan, tangan Devan sesekali mengelus perut istri nya.
"Mutiara, apa kamu sudah menyiapkan nama untuk bayi kita?"
"Belum Dev, apa sebaiknya kamu saja yang mencarikan nama yang tepat untuk bayi kita yang sekarang, saat dia lahir nanti nya."
"Baiklah." jawab Devan antusias seraya mulai berfikir mencari nama yang tepat untuk calon anak perempuan mereka kelak.
"Selamat datang kembali nyonya Mutiara." sapa dokter perempuan yang menangani Mutiara selama proses kehamilan nya.
Mutiara membaringkan tubuh di ranjang perawatan, dia sudah tidak sabaran untuk mengetahui perkembangan bayinya yang mulai aktif bergerak diperut. sedangkan Dev menatap tidak berkedip layar monitor yang memperlihatkan seorang bayi yang bergerak aktif melalui latar monitor. seketika dada Dev berdetak dengan perasaan haru.
"Bayiku."
"Ya tuan, bayi anda tumbuh kembang dengan sangat baik dan kondisi nya juga sehat." balas Dokter tersenyum lembut.
__ADS_1
Devano menggangguk seraya tersenyum, begitu juga dengan Mutiara yang begitu bahagia menyambut kehadiran babak ketiga mereka.
"Saran saya, lebih sering untuk melakukan olah raga ranjang. supaya dapat merangsang pembukaan dan mempermudah untuk persalinan normal nantinya." ucap dokter seraya tersenyum begitu juga dengan Mutiara, dia berharap Dev akan lebih berinisiatif lagi dalam mengajaknya berhubungan.
"Tentu Dok."
"Tuan, saya kagum pada anda, karena sebagai seorang pengusaha besar yang tentu nya sangat sibuk. anda masih menyempatkan waktu untuk mengantarkan dan memberikan perhatian lebih pada istri Anda." ucap dokter setelah selesai melakukan pemeriksaan.
"Dok, bukankah ini sudah menjadi tugas saya untuk menjaga dan mencintai anak istri saya." balas Dev seraya menatap lembut sang istri.
"Saya akan menuliskan beberapa vitamin untuk anda tebus nantinya."
"Terimakasih dokter."
Dev kembali membibing tangan Mutiara berjalan keluar dari ruangan dokter, setelah menebus vitamin mereka berjalan keluar.
Devano dan Mutiara hanya ingin fokus pada keluarga kecil mereka yang bahagia, menjalani hidup yang indah dengan anak- yang lucu-lucu.
Untuk season satu sudah Tamat ya, semoga teman-teman semua terhibur dengan cerita halu author, dan tetap mendukung karya-karya selanjutnya, terimakasih salam hangat dari Silviarita 😍😍😊
__ADS_1