Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Cantik mempesona


__ADS_3

"Ya, aku berjanji."


Gavin mengangkat hari kelingkingnya kehadapan Mutiara.


Saat hendak melanjutkan langkahnya, Mutiara kembali dicegat Gavin.


"Apalagi sih Gavin?" menatap jengah.


"Ini Pesta mewah, aku ingin mengajakmu membeli gaun terbaik dan perhiasan untuk dikenakan nantinya."


"Gavin, aku tidak butuh ini semua."


"Please Mutiara, bantu aku kali ini saja."


Mau tidak mau Mutiara hanya bisa pasrah, mengingat Gavin juga sudah memegang rahasia terbesar nya. setelah mengantarkan anak-anak pulang kerumah, sorenya Gavin kembali datang menjemput.


Meskipun Mutiara selalu menolak, Gavin tidak pernah mau menyerah. dia mengambil banyak gaun mahal dan perhiasan untuk Mutiara, pakaian terbaik untuk Reyhan dan Reyhina. setelah puas berbelanja, Gavin mengajak Mutiara menikmati makan malam.


"Tuhan, mudah-mudahan setelah ini Gavin benar-benar menjauhiku."


Setelah makan malam, Mutiara tidak ingin Gavin mengajak nya kemanapun lagi. dia hanya ingin segera pulang berkumpul dengan kedua anak-anak nya.


Di sebuah ruangan VVIP, Devan duduk di singgasana kekuasaannya. sesekali dia menghisap dalam rokok hingga membentuk sebuah gumpalan asap yang mengelilinginya.


Jims masuk, seraya memegangi beberapa berkas ditangannya.

__ADS_1


"Bagaimana Jims, apa kamu berhasil menyelidiki hubungan Mutiara dan Gavin?"


"Ya, anda pasti tidak percaya dengan beberapa bukti yang berhasil aku dapatkan."


Jims memperlihatkan beberapa foto, Mutiara dan Gavin memasuki pusat perbelanjaan, membeli barang-barang mahal yang diakhiri dengan makan malam romantis disebuah restoran mewah milik Gavin sendiri.


"Berani-beraninya kalian berdua melawan ku, terutama kamu Mutiara. yang lebih memilih Gavin dibandingkan aku!" ucap Devan geram, memancarkan aura berbahaya, bahkan Jims tidak berani untuk mengangkat kepalanya melihat kemarahan Devan kali ini.


***


"Ayo masuk Mutiara, jangan takut. karena aku akan selalu bersamamu." ucap Gavin.


"Kamu yakin jika Devan tidak akan datang ke pesta orang tuanya?"


"Kamu tidak perlu takut, aku akan melawan Devan demi kamu. lagian dia juga sudah dijodohkan dengan Natali. yakinlah semua akan baik-baik saja." ucap Gavin.


Mutiara mempertajam pendengaran, ketika terdengar bisik-bisik para tamu undangan yang duduk dimeja masing-masing. pusat perhatian tertuju pada kehadirannya.


"Ini benar-benar perayaan ulang tahun perusahaan yang sangat istimewa dan spesial, tidak biasanya Gavin hadir bersama kekasihnya yang cantik." ucap mereka.


"Akhirnya Gavin menemukan pasangan yang tepat, mudah-mudahan sahabatnya Devan dan Natali segera menyusul." terdengar ucapan dari meja yang lain.


Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, detak jantung Mutiara seakan-akan terus berlomba dan ingin copot dari tempatnya.


"Ya Tuhan, lindungi lah aku. rasanya ini lebih berat dari pada tantangan sewaktu aku ketahuan hamil oleh papa." bathin Mutiara.

__ADS_1


Langkah Mutiara terayun berat dan gemetar, sekarang dia sudah sampai diurutan meja paling depan yang terlihat lebih mewah, cahaya gemerlapan lampu ruangan semakin memperindah suasana. namun tidak bagi Mutiara.


"Selamat datang Gavin."


"Selamat ya Tante, semoga bisnis kecantikan Tante semakin maju kedepannya." puji Gavin.


"Terimakasih Gavin, ini pasti kekasihmu ya?" menatap kagum kecantikan Mutiara, setelah didandani secantik mungkin. Mutiara terlihat berbeda. meskipun dalam hatinya Sarah merasa pernah bertemu dengan Mutiara sebelumnya.


"Kamu patut bersyukur, gadis biasa seperti mu mampu menggaet seorang Gavin." bisik Natali tersenyum sinis.


"Ternyata Natali masih mengenali ku?" bathin Mutiara semakin gugup, berharap tidak bertemu Devano dalam pesta megah ini.


Seorang tamu undangan memasuki uala gedung dengan langkah penjang. semua mata tertuju pada ketampanan nya. terutama para tamu wanita yang menatap penuh kekaguman.


"Akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga." ucap Sandra bersemangat, begitu juga dengan Natali. sedangkan wajah Mutiara langsung berubah pucat, dia mundur perlahan, berharap bisa menghilangkan diri saat itu juga.


"Ini pasti hanya mimpiku, ya aku sangat yakin ini benar-benar cuma mimpi. setelah terbangun semua akan baik-baik saja." gumam Mutiara memejamkan matanya. sambil bergumam sendiri.


Mutiara kaget, tiba-tiba Gavin dengan berani merengkuh pinggang Mutiara seolah-olah ingin pamer kemesraan dihadapan semua orang, membuat Mutiara tidak nyaman dan segera menjaga jarak dari Gavin.


"Gavin, katamu Devan tidak akan datang!"


"Aku juga tidak tahu, biasanya dia tidak pernah hadir." balas Gavin, namun dia tidak takut sama sekali. malahan Gavin terlihat bangga karena merasa menang mendapatkan Mutiara.


"Selamat datang calon suamiku." sapa Natali manja. Devano mengabaikan Natali, matanya menatap tajam kearah Mutiara. tidak dapat dipungkiri malam ini, Mutiara benar-benar cantik dan mempesona semua mata. bahkan dengan berani Devan mendekati Mutiara membuat Natali merasa semakin tersaingi.

__ADS_1


"Ternyata gadis itu jadi rebutan Gavin dan Devan, ini sulit dipercaya." dada Natali semakin terbakar api cemburu dan kemarahan pada Mutiara.


__ADS_2