Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Aku sangat membencimu, Devan.


__ADS_3

Gavin merasa terpukul mendengar kata-kata Devan yang begitu tajam dan menusuk, dia mundur perlahan dada Gavin terasa sesak begitu mendapati kenyataan. apalagi selama ini Mutiara selalu menghabiskan malam bersama Devan, meskipun dia menyangkal. dan ingin menerima Mutiara apa adanya, tapi sekarang Gavin merasa benar-benar kalah telak. diantara mereka bahkan sudah hadir sepasang anak kembar tanpa ikatan jelas dari keduanya, belum lagi kedepannya.


"Aku seperti duri dalam hubungan mereka yang rumit, aku akan melepas mu dengan Devan. semoga kalian bahagia."


"Gavin, kamu kenapa." teriak Mutiara cemas melihat Gavin yang terus memegangi dadanya.


"Jangan pedulikan aku lagi, Mutiara."


"Maafkan aku Gavin, dari semula inilah alasanku untuk selalu menolak mu. aku bukanlah perempuan yang tepat untuk mendampingi mu, percayalah suatu saat akan datang seseorang yang benar-benar tulus untuk mu, dan itu bukan aku." ucap Mutiara menagis melihat kepergian Gavin.


"Kamu benar Mutiara, mulai sekarang jangan pedulikan aku Mutiara, terima Devan dan menikahlah. agar kamu tidak kehilangan Anak-anak." pesan Gavin.


Gavin pergi begitu saja, meninggalkan Mutiara yang menagis dengan perasaan bersalah. sulit bagi Gavin menerima kenyataan, meskipun nantinya dia tetap berjuang untuk mendapatkan Mutiara, namun itu percuma karena Devan tidak akan pernah melepaskan perempuan itu dari sisinya.


"Gavin! tunggu."


"Gavin! maafkan aku." teriak Mutiara, dia sangat mengkhawatirkan kondisi Gavin yang belum pulih sempurna karena perbuatan Devan, Mutiara ingin mengejar langkah Gavin yang lemah, namun tangannya langsung di tarik kuat Devan. hingga jatuh kedalam pelukannya.


"Apa maumu Devan? lepaskan aku!" teriak Mutiara yang balik menatap Devan dengan penuh kebencian.


"Katakan, ini sudah kali ke berapa kamu kabur bersama Gavin?" ucap Devan.

__ADS_1


" Itu bukanlah urusan mu, aku berhak dengan diriku sendiri. kamu melarang ku bertemu anak-anak, aku hancur dan terpuruk, lalu Gavin datang untuk menghibur ku. dalam hal ini kamu lah yang salah Devan." balas Mutiara tanpa rasa takut lagi.


"Aku menghukum mu untuk tidak bertemu anak-anak, bukan berarti kamu lepas begitu saja jadi wanita pilihan ku." jawab Devan.


Devan menarik paksa Mutiara masuk kedalam helikopter, dia mencium paksa mengabaikan penolakan Mutiara yang terus meronta-ronta.


"Apa saja yang sudah kalian lakukan, selama berada ditempat ini?" ucap Devan marah.


"Aku bukan perempuan murahan yang seperti yang kamu pikir, Gavin sangat menghargai ku." balas Mutiara terengah-engah mengatur pernafasannya begitu terlepas dari ciuman Devan.


"Aku tahu orang seperti apa Gavin, aku akan memeriksa mu sejauh apa hubungan kalian."


"Tidak perlu, Devan aku sudah memberikan Anak-anak ku. lalu apa lagi yang kamu inginkan. aku tidak mencintai mu Devan, malah sebaliknya aku sangat membenci laki-laki kasar dan egois seperti mu." balas Mutiara.


"Kamu kejam Devan, dia sahabat mu sendiri!"


"Seorang sahabat tidak akan menikung dari belakang, patuhlah jika kamu ingin semua berjalan baik-baik saja." balas Devan menyeringai.


"Aku bukan boneka mu."


"Kamu mainan ku diranjang dan akan selalu disisiku, kamu adalah Mutiara ku." balas Devan.

__ADS_1


"Kamu tidak mencintaiku Devan, melainkan sebuah obsesi." balas Mutiara.


"Aku tidak peduli, yang jelas kamu milikku sekarang dan untuk selamanya." balas Devan mulktak, hingga tidak bisa membuat Mutiara berkata-kata lagi karena dia juga harus memikirkan keselamatan Gavin kedepannya.


Helikopter mulai mendarat, yang tentunya dia akan kembali ke mansion pribadi milik Devan sedangkan kedua anaknya berada di mantion utama milik kedua orang tua Devan. tubuh Mutiara terhenyak pasrah menerima takdirnya kedepan, karena sampai kapanpun Dev tidak akan pernah melepaskan dirinya. Mutiara berjanji pada dirinya sendiri, jika dia tidak akan pernah membuka hati dan maafnya pada perbuatan Devan.


"Aku sangat membenci mu, Devan." umpat Mutiara.


"Aku akan menjinakkan hatimu yang keras." bisik Devano.


"Devan, aku ada satu permintaan."


"Katakan?"


"Jika kamu tidak memberiku kesempatan untuk bertemu anak-anak, maka beri kesempatan pada bibi Erika untuk ikut mengurus anak-anak. agar mereka bisa lebih nyaman dan tidak membuat keributan. bagaimana pun juga bibi Erika sudah mengurus mereka sedari bayi. hubungan bibi Erika sangat dekat satu sama lainnya." terang Mutiara.


"Aku akan memikirkannya setelah memeriksa tubuhmu, apakah kamu sudah memberikan pada Gavin." ucap Devan.


"Maksud mu?"


"Kamu akan melewati dua pemeriksaan khusus, pertama dengan Dokter ahli, setelah itu aku sendiri yang memastikannya." ucap Devan tersenyum penuh misteri.

__ADS_1


"Kamu keterlaluan Devan."


__ADS_2