Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Ketahuan Gavin


__ADS_3

"Hallo anak-anak mami."


Mutiara melambaikan tangan ceria, ketika memiliki kesempatan untuk menjemput twins ke sekolah mereka.


"Mami!"


"Mami!"


Reyhan dan Reyhina menghambur kedalam pelukan sang mami, mereka sangat senang karena hal langkah bagi Mutiara menjemput ketaman kanak-kanak seperti ini.


"Oma Erika lagi tidak enak badan, sehingga kali ini mami yang gantikan jemput kalian berdua."


"Kasihan Oma, dia pasti capek ngurus kami." ucap Reyhina menunduk sedih.


"Makanya Reyhan dan Reyhina harus patuh sama Oma." bujuk Mutiara.


"Iya, kami berjanji akan jadi anak yang baik dan nurut." Reyhina kembali ceria.


"Anak-anakku yang pintar."


Jarak taman kanak-kanak dan rumah tidak terlalu jauh, sehingga Mutiara mengajak mereka berjalan kaki saja, menurut Mutiara ini lebih sehat dan bisa untuk berhemat juga. dia membimbing Reyhan disisi kanan dan Reyhina disisi kirinya.


"Mami, kami pengen kembang gula." teriak Reyhan, langkah nya langsung terhenti memperhatikan penjual kembang gula yang menyerupai seorang badut karakter yang terlihat sangat lucu.


"Aku juga mau, mi." Reyhina perlahan mendekati penjual.


"Oke, mami akan belikan." Mutiara meminta dua buah kembang gula dan diberikan pada Reyhina dan Reyhan, keduanya langsung tersenyum ketika mendapatkan bagian mereka masing-masing.

__ADS_1


Gavin tidak pernah menyerah untuk mendekati Mutiara, bahkan dia sengaja menyewa badut karakter sekedar ingin tahu tentang kehidupan dan bagaimana Mutiara yang sesungguhnya, meskipun Gavin masih syok ketika mendengar dua orang bocah kecil memangil Mutiara dengan sebutan mami.


"Ini uangnya." Mutiara menyodorkan selembar uang kertas.


Perlahan Gavin membuka pakaian badut yang melekat dikepalanya, seketika mata Mutiara membulat sempurna. dia benar-benar syok.


"Gavin, kamu?"


"Ya Mutiara, aku sengaja mengikuti mu." balas Gavin tersenyum.


"Untuk apa?"


"Aku tidak akan pernah menyerah, aku menyukai mu, Mutiara." ucap Gavin sungguh-sungguh.


"Maaf Gavin, aku tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap mu. sebaik lupakan tentang perasaan mu padaku."


"Mami, dia siapa?"


"Apa dia mengganggu mami." ucap Reyhan dengan ekspresi marah, siap menghadang Gavin.


"Tidak, om ini adalah teman mami."


"Mutiara, tolong jelaskan padaku mereka berdua siapa?" tanya Gavin kembali tersadar akan rasa penasarannya semula.


"Mereka anak asuhku, aku mengambil mereka setelah ayahnya meninggal dunia." ucap Mutiara pelan seakan berbisik, takut Reyhan dan Reyhina mendengar perkataannya.


"Aku tidak percaya mereka anak adopsimu, jujurlah Mutiara. siapa kedua bocah ini? bahkan kedua matanya sangat mirip dengan mu dan juga? ah... tidak mungkin jika dia adalah ayahnya?" ucap Gavin menepis pikiran nya tentang Devano.

__ADS_1


"Kamu benar Gavin, mereka berdua adalah Anak-anakku. aku harap kamu mengerti dan mundur dari perasaan mu terhadap ku. aku tidak ingin memberikan mu harapan palsu." Mutiara terpaksa berterus-terang tentang anak-anak nya, karena dia tahu bagaimana Gavin, pria itu tidak akan menyerah dan terus mencari tahu.


"Siapa ayah dari anak-anak mu ini?"


"Aku tidak tahu, lima tahun silam aku dijebak saudara tiri ku. aku diperkosa laki-laki yang tidak aku kenal sama sekali. hingga aku memutuskan untuk pindah ke negara ini." ucap Mutiara bersedih.


"Mutiara, aku percaya pada kata-kata mu. kamu perempuan baik-baik. mulai sekarang Izinkan aku untuk dekat dengan mereka." ucap Gavin menyapa ramah Reyhina dan Reyhan.


"Gavin, maukah kamu berjanji untuk merahasiakan keberdaan anak-anakku pada siapapun, terutama Devano."


"Tentu, tanpa kamu minta aku pasti melakukannya untuk mu, Mutiara." ucap Gavin sungguh-sungguh.


"Terimakasih, Gavin."


"Tidak cukup dengan kata terimakasih saja Mutiara, sebagai gantinya, aku ingin kamu menemaniku untuk menghadiri sebuah Pesta besar malam ini."


"Maaf Gavin, aku tidak bisa. kamu tahu sendiri jika Devan tidak menyukai pertemuan kita. aku tidak ingin mendapatkan masalah lagi."


"Devano tidak akan pernah datang ke Pesta yang dibuat orang tuanya, kamu tau karena apa? Devan tidak menyukai Natali yang juga ada disana. jadi kamu tidak perlu kawathir." bujuk Gavin meyakinkan.


"Aku juga berharap begitu."


"Tolonglah Mutiara, untuk kali ini saja. aku berjanji setelah ini tidak akan meminta apapun yang membuat mu tidak nyaman." bujuk Gavin dengan wajah memelas.


"Baiklah, tapi cukup untuk kali ini saja, setelah itu jangan pernah ganggu hidup ku lagi."


"Ya, aku berjanji." Gavin mengangkat hari kelingkingnya.

__ADS_1


__ADS_2