
"Ma, kita harus mencari tahu tentang kehidupan Mutiara selama diluar negeri, termasuk ayah dari anak-anak nya. dengan begitu kita bisa dengan mudah untuk menyingkirkannya kembali." bisik Angela.
"Ya, mama semakin membenci Mutiara, setelah semua aset papa berhasil dia kuasai. bahkan hidup kita tergantung padanya sekarang." balas Dian.
Dian dan Angela langsung mendatangi hotel, tempat dia pernah menjebak Mutiara beberapa tahun silam, mereka kembali dibuat syok begitu mendapati kenyataan jika malam itu, Mutiara telah melakukan cinta satu malam dengan seorang pria tampan yang sangat berkuasa di negaranya.
"Kita harus melakukan pencarian, siapa sebenarnya Devan?" Angela mulai mengutak-atik ponselnya, tidak lama muncul profil tentang sosok tampan yang memiliki sebuah perusahaan besar The Devan's King. tidak banyak informasi yang mereka dapatkan, namun disana ada keterangan jika Devan sudah bertunangan dengan seorang model cantik yang bernama Natali.
"Mama kita harus bisa berhubungan dengan perempuan yang bernama Natali, aku yakin dia bisa membantu kita untuk menyingkirkan Mutiara, apalagi kita mempunyai rahasia terbesarnya." ucap Angel.
"Rahasia besar apa maksudmu?"
"Aku yakin banget ma, jika Devano belum mengetahui jika dia telah memiliki anak kembar bersama Mutiara, ini akan lebih seru lagi jika dia berhasil merebut anak-anaknya. Mutiara akan hancur bahkan bisa gila setelah kehilangan anak-anak ha...ha..." ucap Angela.
"Kamu memang putri ku yang pintar, semoga saja ide ku kali ini berhasil, tidak gagal melulu seperti yang sudah-sudah." sindir Dian, namun dia sangat setuju dengan rencana putri nya.
Angela berusaha keras untuk mendapatkan kontak Natali, beruntung salah seorang temannya berhasil membantu. Angela tidak ingin membuang waktu dia langsung menghubungi.
__ADS_1
"Ada perlu apa? jadwal ku sangat sibuk." balas Natali ketus karena seseorang berhasil mendapatkan no pribadinya.
"Namaku Angela, saudara tiri dari Mutiara. aku yakin jika kamu sudah mengenalnya?"
"Mutiara?"
Ucapan Angela langsung mendapatkan tanggapan dari Natali.
"Aku sudah muak dengan perempuan penggoda itu, dan aku rasa kamu juga sama dengan saudara mu?" sindir Natali.
"Tidak, kami berbeda. aku menghubungi mu untuk mengajak bekerjasama untuk menghancurkannya. perlu kamu tahu aku sangat membenci Mutiara, karena papa pilih kasih." ucap Angela.
"Mutiara pernah melakukan kencan dengan tunangan mu Devano beberapa tahun silam, hubungan mereka menghasilkan sepasang anak kembar. tapi sampai saat ini aku yakin jika Mutiara masih merahasiakan keberdaan anak-anaknya dari Devan. dengan alasan tertentu, bisa jadi suatu saat Mutiara mengunakan anak-anak untuk merebut Devan dari sisimu!" adu Angel.
"Jadi Devan, tunanganku sudah memiliki anak bersama Mutiara? ini tidak mungkin." tanya Natali syok seakan dunia Natali terhenti seketika. dia merasa kalah banyak dari gadis tersebut.
"Ya, sepertinya saat ini Devano belum menyadarinya. bahkan dia juga belum mencari tahu tentang anak-anak." jelas Angela.
__ADS_1
"Baguslah, jangan sampai Devan mengetahui hal ini?" balas Natali seraya berfikir keras bagaimana caranya untuk menyingkirkan Mutiara.
"Kenapa, bukankah ini berita bagus. dengan begini Devan akan mengambil paksa anak-anaknya, Mutiara akan hancur setelah ini." balas Angela.
"Devan sangat cerdik, dia juga menyukai Mutiara, kita tidak boleh gegabah dalam bertindak." jawab Natali yang sepakat untuk bekerjasama dengan saudara tiri Mutiara.
"Aku punya ide, aku yakin dengan merusak wajah cantik Mutiara. otomatis Devan akan merasa jijik, bahkan dia akan menyesali kenapa dia pernah jatuh cinta pada Mutiara." ucap Angela.
"Oke, aku sangat setuju dengan rencana mu. apa yang bisa aku lakukan untuk membantu mu?" ucap Natali.
"Tidak banyak, kamu tidak perlu susah payah untuk datang ke negara kami. karena aku bisa melakukannya sendiri. asalkan...? kamu tahu kan maksud ku?" ucap Angela yang tersenyum lebar bersama Dian.
"Aku paham, berapa jumlah nominal uang yang kalian inginkan?"
"50 Milion."
"Mudah, tapi aku akan kirimkan setengahnya dulu. sisanya setelah pekerjaan kalian berhasil dilaksanakan."
__ADS_1
"Tentu, karena aku sangat yakin jika kali ini akan berhasil." Angela tersenyum percaya diri.