My Bos CEO

My Bos CEO
105


__ADS_3

Setelah memastikan ada montir yang sudah menangani mobil Aiden, Airen kembali menghampiri Aiden dan Della yang tengah bercanda di bibir pantai. Airen tersenyum ketika melihat tawa Della kembali setelah Aila meninggal.


"Semoga kalian selalu bahagia," batin Airen. Ia melanjutkan langkahnya hingga tepat di samping mereka berdua.


"Main aja berdua sampai gak inget kalau ada aku disini huh sangat membuat iri hati dan dengki," ucap Airen bercanda.


"Siapa suruh ikut tadi," timpal Aiden yang membuat Airen mengerucutkan bibirnya.


"Sudah-sudah jangan bertengkar terus ih kayak anak kecil. Yang akur kek," ucap Della memisahkan anak kembar beda jenis kelamin itu.


"Mending gini deh biar tambah adem gimana kalau kamu sayang beliin kelapa muda buat kita berdua," sambung Della. Aiden menatap Della.


"Aku?" Ujar Aiden sembari menunjuk dirinya sendiri.


"Iya lah kan yang aku panggil sayang cuma kamu doang. Masak orang lain sih." Aiden berdecak sebal.


"Ck kenapa gak si curut itu aja yang beliin buat kita," tutur Aiden yang mengarah pada Airen. Airen yang mendapat julukan curut pun tak terima dan mengibarkan bendera perang yang akan segera dimulai.


Della yang mengerti situasi saat ini memutar bola matanya.


"Jangan berantem gak enak dilihat banyak orang nanti," ujar Della.


"Sayang please beliin ya," ucap Della. Aiden menghembuskan nafas panjang dan mengangguk.


"Jangan kemana-mana." Della menganggukkan kepalanya setuju.


Aiden mengalihkan tatapannya kearah Airen yang masih memanyunkan bibirnya.


"Heh curut. Jagain Kakak ipar kamu, awas kalau sampai kenapa-napa."


"Nama aku bukan curut anjim. Dan gak kamu suruh pun aku juga bakal jagain Kakak ipar aku. Dah sana pergi hus," usir Airen sembari menghempaskan telapak tangannya untuk mengintruksikan Aiden segera pergi dari mereka.


Dengan langkah ragu Aiden meninggalkan Della dan Airen yang tengah terduduk di bawah pohon kelapa. Karena rasa khawatirnya Aiden menelfon bodyguard yang mengikuti mereka tadi dan saat ini baru sampai di lokasi pantai tersebut karena mereka berdua harus bertarung terlebih dahulu dengan segerombolan orang yang menghadang jalannya.


"Awasin nyonya muda dan nona muda. Jangan sampai mereka kenapa-napa," ucap Aiden.


📞 : "Siap bos," ujar bodyguard Aiden dari sebrang.


Aiden segera memesan 3 kelapa muda untuk mereka dan mengharuskan ia mengantri terlebih dahulu.

__ADS_1


Di sisi lain Della dan Airen tengah mengobrol dengan diawasi oleh dua bodyguard Aiden dari jauh. Namun ketika bodyguard tersebut mengawasi kedua majikannya tiba-tiba tubuh mereka dipukul dari belakang dengan menggunakan balok kayu berukuran besar tepat dikepala mereka berdua hingga membuat dua bodyguard tersebut terkapar di atas pasir pantai. Dan dalam waktu yang sama ada dua orang yang mendekati Airen dan Della tanpa menunggu lama satu orang memukul tengkuk Airen dan satunya membungkam mulut Della sembari menarik tubuh Della menjauh dari sana. Airen yang setengah sadar pun hanya bisa menyaksikan kakak iparnya di culik oleh orang berbadan kekar.


"Arkh sialan. Apa lagi ini?" Gerutu Airen tak berdaya. Dengan mengandalkan tenaga yang tersisa Airen merogoh ponselnya dan segera menghubungi Aiden.


Sambungan telepon pertama langsung Aiden angkat.


📞 : "Apaan?" Tanya Aiden.


"Kak Della diculik orang," tutur Airen. Aiden yang mendengar penuturan Airen pun segera pergi dari sana dan menghampiri Airen yang masih terkulai lemah diatas pasir.


"Airen!" Teriak Aiden.


"Jangan peduliin aku. Kak Della lebih membutuhkan pertolonganmu," ucap Airen.


"Kemana arah orang yang membawa Della?"


"Kearah Utara. Cepat susul dia Aiden!" Perintah Airen khawatir.


Aiden yang tak tega meninggalkan Airen lemah pun akhirnya membopong tubuh Airen dan membawanya untuk mencari Della. Untungnya mobil Aiden sudah selesai diperbaiki oleh montir yang Airen panggil tadi.


"Arkh ini mau cari kemana. Sial," umpat Aiden bingung karena ia tak menemukan arah yang dituju penculik tadi.


"Bodyguard yang gue suruh tadi gak ada gunanya," geram Aiden. Pikirannya kembali tak tenang. Apa ini maksud dari ucapan Della tadi? Jika iya Aiden tak akan sanggup untuk kehilangan Della.


📞 : "Kamu dimana? Pulang sekarang. Aku ada berita tentang kecelakaan Della," ucap Dion dari sebrang.


"Aku harus cari Della dulu. Dia sekarang dalam bahaya," tutur Aiden.


📞 : "Hah kok bisa?"


"Ceritanya panjang," ujar Aiden.


📞 : "Kasih tau dimana kamu sekarang aku akan kesana sama anak buah kita buat bantu kamu."


"Aku masih disekitar pantai. Aku akan kirim lokasinya nanti." Aiden memutus sambungan telepon dan meminggirkan mobilnya sebelum mengirim lokasi ke Dion.


Aiden mengusap wajahnya kasar pikirannya terus tertuju kearah Della.


Sedangkan di tempat lain Della baru membuka matanya dan melihat sekelilingnya yang terasa asing. Dan badannya sekarang tengah diikat diatas kursi yang ia duduki. Kepalanya masih nyeri karena ia tadi sempat memberontak dan mengakibatkan pelaku memukul kepala Della hingga membuat Della pingsan.

__ADS_1


Della mencoba melepaskan ikatannya namun gagal. Hingga suara langkah kaki mendekatinya.


"Hay Della apa kabar?" Ucap wanita yang sudah berdiri di depan Della dengan beberapa orang laki-laki bertubuh kekar melingkari mereka berdua. Della mendongakkan kepalanya.


"Cika," ucap Della. Yap yang tengah berdiri di depannya adalah Cika, mantan dari Aiden yang hanya berambisi untuk menguasai harta milik Aiden.


"Ya gue Cika. Gue kira lo bakalan nyusul anak lo mati ternyata lo cukup kuat juga ya bertahan," ujar Cika sembari mencekram kuat rahang Della.


"Jadi lo yang waktu itu nabrak gue," tutur Della bergetar.


"Yes. Kalau bukan gue emang siapa lagi," ucap Cika dengan senyum liciknya.


"Dasar gak punya hati nurani ya lo. Gue gak pernah ada masalah sama lo kenapa lo ngusik hidup gue hah," tutur Della geram.


Cika melepaskan cengkraman pada rahang Della dengan kasar.


"Lo punya masalah sama gue. Karena lo dulu udah hancurin apa yang gue inginkan dan lo sekarang jadi istri Aiden yang udah bikin gue sengsara selama ini. Dan lo tau gue mau lihat Aiden menderita dengan melihat satu persatu orang yang dia sayang mati ditangan gue. Anak lo udah mati ditangan gue dan sekarang giliran lo yang harus mati," ucap Cika.


"Dasar gila. Lepasin gue Cika," berontak Della.


"Lepasin lo? Gak akan sebelum nyawa lo melayang. Tapi kalau gue nyiksa kamu lebih dulu seru kali ya." Cika tersenyum miring dan memerintah anak buahnya untuk mengambilkan pisau untuknya.


Anak buahnya pun sudah menyerahkan satu buah pisau ketangan Cika dan dengan tampang pyschonya mendekati tubuh Della.


Cika menyodorkan pisau tersebut kearah wajah Della.


"Kita bermain-main dulu ya Fredella. Kita mulai dari wajah sok cantik lo ini." Cika tambah mendekatkan pisau tersebut kearah pipi Della dan tanpa perasaan Cika mulai menyayat pipi Della hingga membuat luka disana. Della meringis menahan perih di pipinya.


"Kurang sakit ya. Oke kalau gitu gue akan tambah di lain tempat." Cika merubah posisi pisaunya di sebelah pipi satunya. Dan kembali menyayat pipi tersebut. Darah seger kini sudah memenuhi area pipi Della hingga menetes ke bajunya.


"Cukup Cika. Lo mau apa sebenarnya?" Teriak Della.


"Mau gue lo mati sekarang juga," bentak Cika sembari menjambak rambut Della sehingga membuat kepala Della mengikuti arah jambakan Cika.


"Biadab," umpat Della sembari meludah kearah wajah Cika yang membuat Cika geram. Ia menghempaskan kepala Della.


"Sialan, beraninya lo ngeludahin gue," sentak Cika.


"Gue gak pernah takut sama cewek bajingan kayak lo," tutur Della tegas.

__ADS_1


Cika menatap remeh Della dan dengan ringannya tangan Cika melayang dan mendarat di pipi Della yang membuat Della meringis menahan sakit.


"Oh jadi lo nantangin gue. Baiklah kita mulai saja perlahan melepaskan nyawa kamu," tutur Cika dan kembali memulai aksinya menyakiti tubuh Della.


__ADS_2