
Della membuka pintu perlahan hingga tak menimbulkan suara sedikitpun. Ia menatap ke seluruh ruangan, aman Aiden tidak ada disana. Della terus berjalan tanpa suara dengan mata yang aktif melihat kanan, kiri, depan maupun belakang, sampai ia berhasil melewati ruang tamu dan ketika hendak melanjutkan langkahnya ia dikagetkan dengan suara Aiden yang tiba tiba menusuk kedalam telinganya.
"Ngapain kamu jalan begitu? Mau latihan jadi maling?" tutur Aiden tanpa melihat dengan jelas tampilan Della saat ini ia hanya fokus dengan televisi dan cemilan di hadapannya, entah sejak kapan ia di sana, setahu Della saat ia melewati ruang tamu tadi belum ada orangnya bahkan televisi pun mati.
Della membalikan tubuhnya hingga menghadap ke arah Aiden saat ini, entah punya keberanian seperti apa Della sampai sampai ia harus mendekati Aiden yang duduk manis di ruang tamu dengan pakaian kurang bahan itu.
Della mendudukkan tubuhnya di sebelah Aiden yang masih fokus tanpa menoleh sedikit pun pada Della.
"Cantik cantik gini masak mau jadi maling pak, yang benar saja," tutur Della menimpali ucapan Aiden tadi. Aiden yang mendengar ucapan Della pun hanya mengedikan bahunya, hingga Della merasa lapar pasalnya dari tadi siang ia tak memakan satu pun makanan yang di tawarkan oleh pramugari di pesawat karena ia terus tertidur di dalam perjalanan tadi.
Della bergegas untuk berdiri dari duduknya dan menuju ke arah dapur, masak mie instan enak kali ya, pikir Della.
"Pak Aiden mau saya buatin mie sekalian gak?" teriak Della dari dapur.
"Boleh," jawab Aiden dengan teriakan pula.
Tak berselang lama Della kembali ke ruang tamu membawa dua mangkuk berisi mie instan kuah kesukaannya.
"Nih pak, makan dulu keburu dingin nanti gak enak jadinya," ucap Della yang berhasil mengalihkan pandangan Aiden dari televisi di depannya.
Aiden terbelalak melihat tampilan Della yang tengah asik mengunyah mie dimulutnya.
Aiden dengan susah payah menelan ludahnya tanpa mengedipkan matanya sedetik pun hingga Della menyadari tatapan Aiden yang sedari tadi menatapnya intens.
"Bisa gak matanya biasa aja, kalau gak bisa saya colok pakai garpu nih," Della mengacungkan garpu kearah Aiden. Dengan seketika Aiden tersadar dari pikirannya yang sudah traveling kemana mana. Ia pun menetralkan nafasnya yang memburu serta detak jantung yang benar benar tidak normal.
"Kenapa pakai baju kayak gitu Del?" Della mengerutkan dahinya, bukankah pakaian ini Aiden yang memberikan kepadanya tadi dasar pikun, batin Della.
"Bapak gimana sih, kan bapak tadi yang ngasih saya pakaian kurang bahan ini," ucap Della.
"Emang cuma ada satu pakaian di dalam paper bag tadi?" tanya Aiden memastikan.
__ADS_1
Della hanya menjawab dengan anggukan kepalanya sembari terus melahap mie instan. Aiden menghembuskan nafas gusar, gimana tidak gusar jikalau Della memakai lingerie seksi di hadapannya, please lah Aiden juga pria normal yang tidak munafik jika ia menatap mangsa yang begitu menggoda akan terangsang juga.
"Dasar anak buah sialan, bisa bisanya beli baju beginian arkh bisa khilaf gue nanti, mana nih dedek udah mulai bangkit lagi, astaga," batin Aiden sembari menjambak rambutnya frustasi.
"Bapak baik baik aja kan?" tanya Della polos.
"Del, ganti bajumu sekarang," ucap Aiden dengan suara yang mulai paruh.
"Bapak pikun apa gimana sih, saya tadi kan kesini gak bawa sehelai pakaian kecuali yang saya pakai tadi dan pakaian yang saya pakai tadi udah basah bapak, ya kali saya pakai pakaian basah yang ada besok saya jadi masuk angin dong," Aiden memejamkan mata , menahan hasrat sungguh tidak mengenakan.
"Kamu tunggu sini jangan ikutin saya dan jangan kemana mana, saya akan telfon anak buah saya buat mengantarkan baju ganti buat kamu habis itu kamu ganti jangan pakai itu lagi," ucap Aiden sebelum ia berlari menuju kamarnya, segera menelpon anak buahnya dan pergi ke kamar mandi untuk menenangkan dedeknya tadi.
"Dasar aneh," ucap Della setelah tidak lagi melihat punggung Aiden.
Ia terus melanjutkan makannya sampai terdengar suara bell berbunyi ia bergegas membukakan pintu.
"Wow ini dewa Yunani dari mana kok bisa tau apartemen pak Aiden, wah bener bener ganteng parah oy astaga adek gak kuat mak," batin Della sembari menatap seseorang di hadapan yang tengah tersenyum manis kepadanya.
Della mengerutkan keningnya, salah alamat kali ini orang, pikir Della.
"Maaf tapi nama saya Della bukan nyonya Abhi, Abhivan siapa tadi?"
"Abhivandya."
"Iya itu dan disini tidak ada yang namanya Abhivandya, saya rasa anda salah alamat tuan," tutur Della.
"Itu nama saya Della," ucap Aiden yang tiba tiba muncul di belakang Della.
"Lah sejak kapan bapak ganti nama?" ucap Della polos.
"Kamu tiga tahun kerja dengan saya tapi tidak tau nama lengkap saya, keterlaluan," tutur Aiden sembari melangkah ke depan Della dan mengambil paper bag yang sedari tadi di pegang oleh anak buahnya.
__ADS_1
"Thanks, kamu boleh pergi sekarang," ucap Aiden kepada pria tersebut.
"Baiklah saya undur diri tuan dan nyonya," pamit pria itu dan segera pergi meninggalkan apartemen Aiden.
"Masuk," Aiden mendorong tubuh Della pelan.
"Ish kasar banget sih jadi laki," gerutu Della.
"Emang kamu mau di lihat orang lain seperti tadi hemm."
"Emang siapa yang lihatin saya pak, orang ini udah malem banget bahkan hampir pagi dan di sini cuma ada kita berdua."
"Ck anak buah saya tadi ngelihatin kamu sampai ilernya mau keluar, kalau saya gak datang tadi mungkin kamu udah di apa apain sama dia."
"Owh dewe Yunani tadi, ya gak papa sih pak kalau dianya mau sama saya, itung itung memperbaiki keturunan kalau saya hamil anak dia," ucap Della enteng.
"Modelnya kayak gitu di bilang dewa Yunani, buta mata kamu Del, besok periksa deh ke dokter mata biar mata kamu normal lagi," ucap Aiden sembari melempar paper bag ke samping Della yang tengah duduk di sofa ruang tamu dan segera meninggalkan Della sendiri di sana.
"Lah kok ngamuk, emang gue salah ngomong tadi perasaan enggak deh, kan gue ngomong jujur apa adanya ya kan iya dong emang bener cowok tadi ganteng banget bak dewa Yunani ah bisa gila gue bayangin tuh muka cowok tadi astaga mana tadi lupa gak kenalan dulu lagi arkh," gerutu Della.
Sedangkan Aiden ia sudah duduk manis di kamarnya sembari mengerutu tak jelas dan sesekali menyuapkan mie instan buatan Della yang kebetulan ia bawa ke kamarnya juga tadi.
"Dasar cewek mata keranjang, bisa bisanya setiap cowok di katain ganteng lah ini lah itu lah, padahal gue lebih ganteng dari mereka tapi dia gak pernah muji gue sedikit pun, dasar matanya rusak," gerutu Aiden saat ini. Entahlah dia tak tau perasaan apa yang saat ini ia rasakan hanya ada rasa iri jika orang lain di puji oleh Della dan tidak rela jika Della di tatap berlebihan oleh pria lain selain dirinya.
💜💜💜💜💜
HAPPY READING GUYS 😘
Jangan lupa tinggalkan LIKE and VOTE, hadiah juga boleh author ikhlas 🤠biar author absurd ini semangat nulisnya okey guys🤗
Peluk cium dari author absurd 🤗😘 See you next eps bye 👋
__ADS_1