
Della mendekati Aiden yang tengah terbaring di kasur king size diruangan tersebut. Della menghela nafas. Jika saja ia terjebak macet dalam perjalanan menuju kantor tadi, sudah dipastikan tubuh Aiden telah dijelajah oleh Putri dan mungkin hal yang tak ia inginkan terjadi dan untungnya tadi jalanan benar-benar mendukung, sehingga ia bisa sampai tepat waktu.
Della mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang sembari melihat wajah Aiden dan tangan Della bergerak untuk mengancingkan kembali kemeja Alden. Setelah itu Della mencopot sepatu Aiden dan menaikkan selimut hingga dada Aiden sebelum dokter yang ia panggil datang untuk memastikan kadar obat tidur yang Putri tadi taruh.
Tak berselang lama ponsel Della berdering menampilkan dokter kepercayaan Aiden.
"Halo Dok," ucap Della.
π : "Halo nyonya. Saya sudah berada di depan pintu CEO sekarang."
"Baiklah Dok. Saya segera kesana." Della menutup sambungan teleponnya dan berjalan keluar dari kamar rahasia menuju pintu utama.
Della tersenyum kala melihat wajah dokter Dafit. Dokter muda nan tampan tersebut membalas senyuman Della sembari membungkukkan memberikan hormat kepadanya.
"Silahkan masuk dok." Dokter Dafit pun menganggukkan kepalanya dan segera masuk kedalam ruangan Aiden.
Netra matanya terus menatap setiap sudut ruangan tersebut mencari keberadaan Aiden yang tak bisa ia temukan.
"Tuan Aiden tak ada disini nyonya?" tanya dokter Dafit heran.
"Ada dok. Tapi diruangan yang lain. Mari saya tunjukkan keberadaan Aiden saat ini." Della melangkahkan kakinya kembali menunju ruangan rahasia diikuti oleh dokter Dafit dibelakangnya.
Ketika ia membuka pintu, matanya menatap Aiden yang sudah sadar dari pengaruh obat yang Putri berikan tadi.
Aiden menatap Della dengan memegangi kepalanya yang terasa berputar bahkan matanya pun masih sangat tak fokus untuk melihat benda di depannya. Ia harus berusaha untuk melihat wajah Della dengan memaksakan mata tersebut untuk fokus.
"Hay sayang udah sadar?" Aiden menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Della.
"Ada yang sakit?" Bukannya menjawab Aiden malah memeluk tubuh Della yang berdiri disampingnya. Ia senderkan kepalanya di perut Della dengan tangan yang ia lingkaran di pinggangnya Della dengan erat.
"Kepalaku sakit sekali," keluh Aiden manja. Beginilah sifat asli Aiden ketika sedang dalam fase down karena sakit. Ia akan sangat manja bahkan manjanya meningkat dua kali lipat melebihi anak kecil bahkan manjanya para triplets kalah dengan Daddy mereka sendiri.
Della tersenyum dan mengarahkan tangannya ke kepala Aiden kemudian ia mengelusnya dengan lembut.
Dokter Dafit yang menyaksikan ke romantis pasangan pasutri di depannya pun hanya bisa tersenyum canggung sembari menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Aku juga pengen gitu Ma," jeritan hati dokter Dafit.
Della menghentikan aktivitas mengelusnya yang membuat Aiden tak senang dan mendongakkan kepalanya untuk melihat bidadari cantiknya.
"Kenapa berhenti?" Protes Aiden.
"Ada dokter Dafit sayang dan kamu harus diperiksa," ucap Della.
Aiden mengalihkan pandangannya menatap dokter Dafit yang tengah berdiri menatap dirinya.
"Kamu yang panggil dokter Dafit untuk kesini?" tanya Aiden dan dijawab anggukan oleh istrinya.
__ADS_1
"Sekarang lepas dulu pelukannya nanti kalau dokter Dafit udah selesai periksa boleh kok peluk lagi," ucap Della. Aiden pun perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh Della dan dengan bantuan Della ia kembali berbaring di kasur.
"Dokter Dafit, silahkan diperiksa keadaan Aiden saat ini," perintah Della setelah memastikan Aiden dalam posisi nyaman.
"Baik nyonya." Seperti yang diperintahkan tadi, dokter Dafit dengan segera mendekati Aiden dan langsung memeriksa tubuh Aiden.
Buruh beberapa menit dokter Dafit memeriksa kondisi Aiden.
"Tuan Aiden tadi sempat di beri obat tidur dengan dosis lumayan tinggi hingga menyebabkan tuan merasakan sakit kepala untuk sekarang," jelas dokter Dafit.
"Obat tidur?" tanya Aiden.
"Benar tuan." Aiden mengerutkan keningnya masih dalam mode loading di dalam otak cerdasnya.
"Dan ini obat untuk meredakan sakit kepala tuan," sambung dokter Dafit sembari menyerahkan obat yang ternyata sudah ia bawa didalam tasnya. Della menerima obat tersebut.
"Kalau begitu saya pamit undur diri tuan dan nyonya. Permisi dan selamat siang," pamit dokter Dafit. Aiden pun mengangguk sembari tersenyum.
"Mari dok saya antar." Dokter Dafit pun mengangguk dan segera keluar dari ruang rahasia Aiden dengan Della meninggalkan si Daddy triplets sendiri diruangan tersebut yang masih terus mengingat sejak kapan ia mengkonsumsi obat tidur bahkan dengan dosis yang tinggi hingga Della telah kembali masuk kedalam ruangan tersebut.
"Sayang," panggil Aiden. Della yang tadinya sedang menyiapkan makan siang yang ia bawa dari rumah tadi harus mengalihkan pandangan ke Aiden.
"Iya, ada apa?" tanya Della dengan sigap mendekati sang suami.
"Sejak kapan aku minum obat tidur?" tanya Aiden. Della pun mendudukkan tubuhnya disamping Aiden. Dan bukanya menjawab Della malah menyendokkan makanan dan menyuapi sang suami dengan telaten.
"Kamu gak pernah mengkonsumsi obat tidur sayang tapi ada orang yang sengaja menjebak kamu tadi," ucap Della.
"Menjebak?" Della menganggukkan kepalanya dengan tangan yang masih aktif menyuapi Aiden.
"Siapa orang itu?" tanya Aiden dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Sekertaris kamu," ucap Della tenang. Aiden menggelengkan kepalanya, sudah ia tebak di dalam kantor tersebut yang hanya berani bersikap lancang adalah Putri seorang dan kali ini ia benar-benar berhasil masuk ke perangkap seorang wanita penggoda.
"Terus apa yang terjadi?" tanya Aiden was-was.
"Apa kamu gak ingat sedikitpun sayang?" tanya Della.
"Enggak. Terakhir yang aku ingat cuma setelah minum kopi yang OB buatkan untukku dan mengerjakan beberapa dokumen habis itu aku gak ingat lagi," jelas Aiden.
"Sebentar, jadi yang kamu minum tadi kopi buatan OB sayang?" Aiden pun mengangguk membenarkan.
"Ck sial berati OB tadi telah bekerja sama dengan Putri," tutur Aiden.
"Ya mungkin bisa dibilang begitu sayang," timpal Della. Aiden pun dengan segera menyambar ponsel yang terletak di samping dan segera menghubungi kepala OB untuk mencari orang yang telah lancang ikut dalam rencana Putri tadi dan memerintah kepala OB untuk segera memecatnya.
"Huh kenapa aku bisa terjebak permainan murahan seperti ini? Dan kamu tau dari mana kalau aku dijebak?" tanya Aiden penasaran
__ADS_1
"Kamu hanya kurang hati-hati sayang. Ck tadi aku mendapatkan pesan berupa foto kalian berdua di dalam kamar ini." Aiden membelalakkan matanya.
"Coba aku lihat." Della menyodorkan ponselnya ke sang suami.
Aiden menggeram kesal setelah melihat foto yang membuat dirinya jijik.
"Sial. Dimana wanita penggoda itu sekarang?" tanya Aiden yang siap menghabisi Putri saat ini juga.
"Tenanglah sayang, dia sudah aku usir dari sini kok," ucap Della.
"Usir?" Della menganggukkan kepalanya.
"Coba kamu ceritakan dari awal sayang." Della pun menuruti ucapan Aiden. Ia pun segera menceritakan tentang kejadian tadi. Aiden yang terus mendengarkan pun sampai melongo kala Della berterus terang mengenai ia mematahkan tangan Putri.
"Wow istriku benar-benar keren," tutur Aiden sembari memberikan tepuk tangan untuk aksi Della tadi.
"Jadi makin sayang," sambungnya dengan melingkarkan tangannya pinggang ramping Della dan memeluk tubuh yang masih saja seperti dulu padahal ia telah melahirkan si triplets beberapa bulan yang lalu bahkan jika perempuan lain yang melihat tubuhnya sekarang akan berdecak kagum bahkan sampai iri bagaimana si Mommy triplets menjaga berat badannya.
"Kalau gak aku kasih pelajaran dia gak akan kapok sayang." Aiden pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Della.
"Aku dukung kamu yang berani seperti ini. Maaf tadi aku teledor hingga membuat kamu turun tangan sendiri tanpa ada orang yang membantu kamu menyelesaikan urusan tadi. Dan terimakasih sayang kamu tak langsung percaya begitu saja hanya melihat foto yang perempuan sialan itu kirim ke kamu. Terimakasih atas kepercayaan yang kamu berikan kepadaku. I Love You Forever my queen." Della tersenyum sembari membalas tatapan hangat Aiden.
"I Love You more and forever my king," balas Della. Aiden mendekatkan wajahnya dan memberi kecupan hangat di bibir Della.
Sungguh beruntung dirinya telah mempunyai istri yang selalu bijak, pintar, dan selalu kuat. Ia tak mudah percaya begitu saja dengan ucapan orang lain yang berusaha menghancurkan rumah tangga mereka. Begitu juga dengan Della, ia juga sangat berterimakasih kepada yang maha kuasa yang telah memberikan dia pasangan yang begitu tegas, bertanggungjawab, dan juga setia. Walaupun banyak godaan yang ia terima namun tak sedikitpun Aiden melirik mereka.
Aiden melepaskan ciumannya untuk membiarkan Della menghiraup oksigen. Aiden menyatukan dahinya dengan Della sehingga hidung mancung mereka saling bertemu. Deru nafas pun mampu mereka rasakan.
"Terimakasih Tuhan karena sudah mempercayaiku untuk menjaga salah satu bidadarimu. Terimakasih sayang kamu telah menerimaku dengan segala kekurangan yang aku punya kamu dengan siap melengkapi kekurangan tersebut, terimakasih sudah menjadi istri yang selalu siap siaga ketika suamimu membutuhkan bantuanmu dan terimakasih sudah menjadi Mommy yang kuat untuk anak-anak kita." Della tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih juga sayang yang sudah menjaga kesetiaanmu dan selalu melindungi keluarga kecilmu ini. Juga terimakasih telah memilihku sebagai teman hidupmu dan terimakasih sudah menjadi Daddy yang tangguh. Thanks sayang," balas Della sembari mengelus pipi Aiden.
Mereka berdua tersenyum dengan rasa syukur yang selalu di dalam hati mereka. Bahagia yang mereka rasakan karena banyak rintangan dan halangan serta duri bahkan kerikil dalam rumah tangga yang beberapa tahun mereka lalui mampu mereka lewati bersama dengan menerapkan kesetiaan, kejujuran dan kepercayaan yang menjadikan keterikatan mereka semakin kuat bahkan pedang setajam apapun tak akan memutuskan benang merah yang telah mereka rajut bersama. And the....
...~END~...
Akhirnya cerita absurd dengan judul My Bos CEO telah selesai.
Author absurd ucapkan banyak terimakasih untuk para reader dan para author yang selalu mendukung cerita ini hingga akhir. Maaf jika didalam cerita membuat kalian bosan dan alurnya lama hehehe π Dimaklumi aja ya π€
Masalah Extra chapter author masih mikir-mikir lagi. Jadi ceria ini jangan di keluarkan dari rak buku favorit dulu ya π€ dan author juga lagi mau proses pembuatan cerita baru mengenai Triplets atau kisah dari dokter Alisa. Haish author masih bingung. Jadi sembari nunggu author punya cerita yang lainnya untuk kalian baca.
Judulnya Young Mother. Kalian semua jangan lupa baca ya udah ada beberapa eps menunggu kalian. author tunggu lho yaπ€
Sekali lagi author absurd ucapkan banyak terimakasih ke kalian. I Love You and peluk cium dari author untuk kalianπ€π See you π
__ADS_1