
Malam ini tepat pukul 19:30 WIB, Della sudah siap untuk menemui Airen di tempat yang sudah mereka berdua sepakati. Bahkan Airen sedari tadi sudah menerornya untuk bergegas kesana, entah dari mana Airen mendapatkan nomor teleponnya. Della tak peduli lagi selagi itu tak menjadikan beban dan pikiran untuknya.
Della keluar dari kamarnya menuju pintu utama rumah tersebut. Namun ketika ia hendak berpamitan ke Rina, dia tak menemukan batang hidung Rina mulai dari ia mencari di dapur, ruang tamu, ruang televisi bahkan belakangan rumahnya tapi ia tak kunjung menemukannya.
"Ini Mbak Rina kemana sih kok gak ada dimana-mana atau udah tidur kali ya," ucap Della pada dirinya sendiri.
"Ya udahlah, yang penting bawa kunci cadangan aja." Della bergegas keluar rumahnya dan segera menuju mobil yang sudah berada di pelataran rumahnya.
"Aneh, bukannya gue tadi udah masukin nih mobil di bagasi kenapa disini lagi." Della menggaruk kepalanya yang tak gatal. Aneh itu yang sedari tadi ia rasakan.
Della pun menangkis semua pikiran buruknya. Ia lebih memilih untuk masuk dan menjalankan mobilnya menembus jalanan yang begitu ramai karena bertepatan dengan para remaja yang berbondong-bondong untuk menikmati kencan atau bahkan hanya nongkrong-nongkrong saja menikmati malam Sabtu ditemani dengan ke indah kota tersebut .
Butuh 45 menit buat Della sampai restoran Qiza. Ia segera memarkirkan mobilnya. Della pun bergegas untuk masuk ke restoran tersebut namun langkahnya terhenti kala tiba-tiba lampu di restoran itu padam bertepatan ketika ia ingin membuka pintu masuk.
Della memilih mengurungkan niatnya masuk kedalam yang ia rasa tak ada pengunjung sama sekali. Della bergidik ngeri membayangkan hal yang tak diinginkan akan terjadi nanti ketika ia lebih memilih melanjutkan untuk kedalam restoran tersebut.
Della mengamati sekelilingnya. Bahkan diluar restoran pun juga nampak sepi.
"Ini bener restorannya buka sih kok sepi banget padahal lagi malam Sabtu lho ini dan bisanya restoran Qiza tuh terkenal dengan banyaknya pasangan muda-mudi yang menjadikan tempat ini sebagai kencan mereka. Bahkan dihari biasa pun juga penuh pengunjung tapi sekarang kenapa malah restoran ini seperti sudah tak dijalankan lagi," ucap Della.
Ketika ia terus mengamati sisi luar restoran tersebut tiba-tiba seseorang menepuknya dari belakang. Della terperanjat kaget dan memberanikan diri untuk membalikan badannya menghadap orang tersebut.
"Kenapa gak masuk?" Della menghembuskan nafas lega. Ternyata Airen yang menepuknya tadi bukan penculik.
"Lampunya tadi tiba-tiba padam," ucap Della.
"Oh gitu. Ya udah sih gak papa kita kedalam dulu, mungkin sebentar lagi lampunya nyala," tutur Airen.
"Tapi didalam kayaknya gak ada orangnya deh Ren," ucap Della yang nampak ragu untuk masuk kedalam.
"Masak sih. Perasaan kamu kali, dah ah masuk dulu yuk." Airen menggandeng tangan Della dan mengajaknya untuk masuk kedalam restoran tersebut.
Setelah sampai di dalam Della tak melihat ada pencahayaan sama sekali yang membuatnya benar-benar takut. Ia mengeratkan genggaman tangannya pada Airen sedangkan Airen yang menunjukkan jalan pun tersenyum dalam kegelapan.
"Mending kita cari restoran lain aja deh Ren," ucap Della.
"Udah gak sempat lagi Del. Ini juga sudah mau sampai di meja yang udah aku pesan tadi," ucap Airen sembari terus berjalan dengan mengandalkan senter ponselnya.
Keringat dingin sudah membasahi Della saat ini. Ia benar-benar takut, ingin rasanya ia lari dan meninggalkan tempat ini. Ah tapi apa daya ketakutannya mengalahkan semua keberanian yang ia punya.
Tak berselang lama Airen berhenti disalah satu meja yang ia pesan tadi.
"Duduk dulu," ucap Airen sembari membantu mendudukkan tubuh Della.
"Aku ke toilet sebentar gak papa kan?" Tanya Airen.
"Hah ketoilet? Terus aku disini sendirian?"
"Iya, cuma sebentar kok gak lama. Kamu jangan kemana-mana duduk disini aja oke," ucap Airen sembari berjalan menjauhi Della.
Setelah menghilangnya Airen dari kegelapan, Della tambah di buat ketakutan dengan kesunyian dan kegelapan saat ini.
"Ya Allah pengen pulang," ucap Della bergetar. Della pun bergegas mencari ponselnya untuk membantu pencahayaan di sekitarnya lebih tepatnya untuk membantu pernafasannya yang seakan tertekan dan susah.
Namun ketika ia ingin menyalakan flash di ponselnya tiba-tiba cahaya menerangi dirinya dan seseorang yang tengah berada di atas panggung tak jauh darinya yang saat ini tengah menatapnya dengan piano di depannya.
Della mengedipkan matanya beberapa kali bahkan mengucek matanya ketika melihat Aiden mulai menyanyikan lagu untuk entahlah Della tak tau.
"Another day without your smile
Another day just passes by
And now I know
How much it means
For you to stay right here with me
The time we spent apart
Will make our love grow stronger
But it hurts so bad
I can't take it any longer
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
__ADS_1
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you," suara merdu Aiden membuat Della menganga tak percaya.
"A thousand miles between us now
It causes me to wonder how
Our love tonight (our love tonight)
Remains so strong (remains so strong)
It makes our risk (it make our risk)
Right all along
The time we spent apart
Will make our love grow stronger
But it hurt so bad I can't take it any longer
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you
Things can come and go
I know but
Baby I believe
Makes it clear to me
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you
I wanna die lying your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you." Aiden tersenyum kala ia menyelesaikan satu lagu yang ia persembahkan untuk Della. Ia beranjak dari duduknya dan kembali menatap Della di hadapannya yang juga tengah menatap kagum pada dirinya.
Della tak munafik ketika mendengar nyanyian tersebut tak terpesona oleh kharisma seorang Aiden ditambah lagu yang membuat siapa saja yang mendengarnya bisa melambung jauh diatas awan. Ah perumpamaan yang sangat tak masuk akal.
Aiden kembali menyambar mic yang berada di sampingnya.
"Fredella Genoveva. Perempuan yang berhasil membuat seorang Aiden William Abhivandya tak bisa berkutik didepannya. Perempuan yang selalu tersenyum, perempuan tercantik yang selalu mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri dan perempuan pekerja keras yang mampu meluluhkan hatiku dan memberikan warna lebih terang lagi di hidupku. Satu lagu lagi yang akan aku persembahkan untukmu, dengarkan baik-baik ini ungkapan isi hatiku," ucap Aiden tak berselang lama iringan musik pun kembali terdengar beriringan dengan itu pula layar yang berada di belakang Aiden menyala menampilkan beberapa foto romantis mereka atau hanya sekedar foto candid Della saja.
Aiden memejamkan matanya sebelum setiap bait lagu ia nyanyikan.
"It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
__ADS_1
Is it the look in your eyes or is it this dancing juice?
Who cares, baby, I think I wanna marry you
Well, I know this little chapel on the boulevard we can go
No one will know, oh, come on girl
Who cares if we're trashed, got a pocket full of cash we can blow
Shots of patron and it's on, girl
Don't say no, no, no, no, no
Just say yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
And we'll go, go, go, go, go
If you're ready, like I'm ready
'Cause it's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes or is it this dancing juice?
Who cares, baby, I think I wanna marry you, oh
I'll go get a ring, let the choir bells sing like, ooh
So what ya wanna do? Let's just run, girl
If we wake up and you wanna break up, that's cool
No, I won't blame you, it was fun, girl
Don't say no, no, no, no, no
Just say yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
And we'll go, go, go, go, go
If you're ready, like I'm ready
'Cause it's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes or is it this dancing juice?
Who cares, baby, I think I wanna marry you
Just say I do
Tell me right now, baby
Tell me right now, baby, baby
Just say I do
Tell me right now, baby
Tell me right now, baby, baby, oh
It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes or is it this dancing juice?" Aiden berjalan kearah Della hingga ia sekarang tepat di depan tubuh Della yang masih setia duduk di kursinya.
Aiden masih memegang mic yang ia gunakan untuk menyanyi bahkan iringan musik pun masih berbunyi. Aiden pun tiba-tiba bersimpuh di depan Della dengan mengeluarkan kotak cincin berlian dari dalam sakunya dan Aiden segera melanjutkan lirik terakhir dari lagu tersebut.
"Who cares, baby, I think I wanna marry you." Aiden membuka kotak tersebut yang didalamnya berisi cincin yang berbeda dari sebelumnya yang Aiden berikan kepada Della dan layar yang tadi menampilkan moment mereka berdua kini berganti menjadi tulisan "Will You Marry Me?" yang cukup jelas dan para dancer yang tadi mengiringi nyanyian Aiden pun kini mengelilingi mereka berdua dengan membawa buket bunga mawar dengan berbagai macam warna.
Della menatap Aiden tak percaya. Apakah ia sedang mimpi sekarang karena kebanyakan memikirkan Aiden saat di kehidupan nyata? Kalau benar ini hanya mimpi tolong jangan bangunkan dirinya dari mimpi yang sangat indah ini.
ππΌππΌπ
HAPPY READING GUYS π
Eps kali ini lirik lagu semua yaπ lagu yang pertama judulnya I Wanna Grow Old With You dari Westlife dan lagu yang kedua author yakin hampir kalian semua tau lagu itu yang merupakan lagu fav author π Marry You dari Bruno MarsπΌ Selamat menunaikan ibadah puasa π€ Marhaban ya ramadhan π
Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE and VOTE, hadiah juga yaπ€
__ADS_1
Peluk cium dari author absurd π€π See you next eps bye π