My Bos CEO

My Bos CEO
75


__ADS_3

Kini tepat dihari dimana hari ini akan menjadi hari bersejarah bagi Della dan Aiden yang akan melaksanakan upacara pernikahan mereka.


Della masih duduk termenung dengan balutan gaun yang cantik di tubuhnya. Ia memandangi wajahnya dari pantulan cermin.


"Ini beneran kan gue nikah?" Tanya Della kepada kedua sahabatnya siapa lagi kalau buka Tania dan Desi yang sedari semalam sudah menginap di rumahnya.


"Enggak ini cuma bohongan. Sebenarnya Pak Aiden itu nikahnya sama gue bukan sama lo," ucap Desi namun dapat pelototan dari Della yang sudah memutar duduknya menghadap kedua sahabatnya yang tengah duduk di kasur pengantin.


"Ck, ya siapa suruh nanyain itu mulu dari kemarin. Please lah Del kalau lo gak percaya gak usah nikah terus Pak Aiden biar nikahin gue aja," sambung Desi santai.


"Udah-udah kok malah pada rebutan Pak Aiden. Kayak gak ada cowok lain lagi lo tuh Des. Misalnya Bisma tuh yang masih setia menjomblo kan cocok sama lo, sama-sama jomblo ngenes," ucap Tania.


"Ck, kalau gue mau sama Pak Bisma, saingan gue gak manusiawi semua. Duh kalah segalanya gue. Inspektur mulu yang ada," ucap Desi memelas.


"insecure Des insecure," teriak Della dan Tania berbarengan.


"Iya itu pokoknya. Kan lebih baik bulan pintu dulu daripada sakit hati nantinya."


"Bulan pintu?" Tanya Tania tak mengerti.


"Moon door," jawab Desi.


"Mundur. Astaga," ucap Della sembari memukul jidatnya. Della heran bisa-bisanya Desi mendapat kata-kata seperti itu. Otaknya benar-benar terlalu pintar.


Mereka bertiga pun terus bercanda tawa yang mampu menghilangkan kegugupan Della saat ini. Hingga ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka.


"Mommy boleh masuk sayang?" Tanya Mommy Geva yang hanya menyembuhkan kepalanya dari balik pintu. Della pun tersenyum dan mengangguk kepalanya.

__ADS_1


Mommy Geva memasuki kamar pengantin tersebut dengan raut wajah bahagianya.


"Wah Mom cantik sekali," ucap Tania. Yap Desi dan Tania memanggil Mommy Geva dengan sebutan yang sama seperti Della ketika memanggil dirinya.


"Terimakasih sayang. Kalian juga cantik sekali terutama yang bentar lagi akan menyandang gelar sebagai nyonya Aiden," goda Mommy Geva yang membuat semburat semu merah di wajah Della.


Mommy Geva melangkahkan kakinya menuju Della yang masih duduk di depan meja rias.


"Kenapa kamu senyum-senyum?" Tanya Mommy Geva yang tambah menggoda Della.


"Udah Mom jangan godain Della mulu. Tar wajah Della kaya kepiting rebus lho," tutur Desi.


"Lah Mom gak godain Della. Mommy tadi kan cuma berucap yang sebenarnya. Iya kan Del?" Della mengangguk malu.


"Coba lihat Mom sini. Cantik gak anak gadis yang sebentar lagi udah gak menyandang gadis lagi." Mommy Geva memandang wajah cantik Della.


"Benar apa kata kamu Des. Muka Della sekarang kayak kepiting rebus merah banget, hahaha," ujar Mommy Geva sembari tertawa diikuti oleh Tania dan Desi yang juga tertawa puas melihat wajah Della sekarang.


"Tapi anak Mommy yang satu ini tetap cantik kok." Mommy Geva mengelus lengan Della. Della yang mendapat sentuhan hangat sang Mommy pun kini menengadahkan kepalanya menghadap wajah Mommy Geva yang berada di atasnya.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi istri seseorang. Mom harap kamu bisa jadi istri yang baik, patuh dan jangan pernah meninggikan suaramu kepada suamimu karena dia adalah imammu yang menuntun dirimu kelak hingga ke surga. Jangan pernah menyinggung dirinya mengenai kekurangannya, keuangan atau kekayaannya. Kalau dia mengalami masalah dan menyebabkan dirinya hingga di titik terendahnya jangan pernah berfikir untuk meninggalkan dia dengan alasan apapun. Beri semangat dia, berikan dia dorongan dan doa yang kuat supaya dia bangkit dari keterpurukannya. Jangan pernah merebut dia dari ibunya, walaupun dia sudah menikah denganmu dia tetap harus berbakti kepada ibunya. Dan setiap pernikahan pastinya ada kerikil yang akan menerjang hubungan kalian yang menyebabkan setan menghasut untuk kalian berpisah. Mom harap tak ada kata pisah yang terlontarkan dari mulut kamu ataupun Aiden nanti. Selesaikan dengan kepala dingin dan cari solusi bersama," pesan Mommy Geva yang membuat Della meneteskan air matanya.


Della bangkit dari duduknya dan segera memeluk tubuh Mommy Geva sangat erat.


"Ingat pesan Mommy tadi ya sayang." Della mengangguk kepalanya mengerti.


Mommy Geva melepaskan pelukannya dari tubuh Della. Ia menatap Della dengan tatapan sedih dan bahagia yang sebisa mungkin ia tahan. Bukan sedih karena ia tak merestui hubungan Della dan Aiden melainkan sedih sebentar lagi salah satu anak gadisnya akan menjadi istri orang. Yang otomatis tanggung jawabnya ia akan serahkan kepada Aiden sebagai suaminya.

__ADS_1


"Udah jangan nangis lagi. Entar make up kamu luntur lagi," ucap Mommy Geva sembari menghapus air mata Della dengan menggunakan tisu secara perlahan.


"Terimakasih Mom untuk semua yang Mom berikan ke Della hingga saat ini, hingga Della sebesar ini dan hingga Della sebentar lagi akan menjadi istri orang. Della mohon doa restu dari Mom untuk pernikahan Della hari ini hingga kedepannya," ucap Della sembari berjongkok berusaha untuk mencium kaki Mommy Geva namun ia hanya berhasil menyentuhnya saja karena Mommy Geva lebih dulu untuk mencegah tubuh Della.


"Tanpa Della minta. Mom akan doain kalian berdua," ucap Mommy Geva dan kembali memeluk tubuh Della.


Tania dan Desi yang menyaksikan adegan anak dan ibu didepannya pun tak kuasa membendung air matanya. Mereka menangis dengan saling berpelukan satu sama lain.


"Sebentar lagi acara Ijab Qabul di laksanakan. Kamu duduk disini dulu ya. Jangan panik dan gugup. Mommy mau nemenin dan jadi saksi Aiden ngucapin Qabul nanti," ucap Mommy Geva sembari mengecup kening Della sebelum pergi meninggalkan kamar pengantin tersebut.


Della sudah sedikit tenang karena ada sang Mommy yang akan menjadi panutannya saat ini hingga nanti. Namun suara tangisan yang di timbulkan dari kedua sahabatnya mampu mengalihkan perhatian Della. Della memutar tubuhnya kebelakang, melihat Tania dan Desi yang masih setia dengan tangisnya dan jangan lupa dengan acara teletubbies mereka berdua yang membuat Della keheranan.


"Kenapa kalian nangis sambil pelukan segala?" Ucap Della.


Tania dan Desi pun menghentikan tangisannya dan menatap satu sama lain. Mereka tercengang melihat tubuh mereka saling berpelukan bahkan make up mereka ada yang luntur.


"Huwaaaaa, baju gue kena make up lo. Mana acaranya belum dimulai lagi," ucap Desi sembari melepas pelukannya dan segera menyaut tisu yang berada di meja rias.


"Ck, baju gue juga kali. Mana ini baju pemberian Reiki lagi," gerutu Tania yang tak mau kalah.


Mereka berdua terus berdebat satu sama lain yang membuat Della hanya bisa menggelengkan kepalanya namun tak di pungkiri karena perdebatan dari kedua sahabatnya ini mampu mengalihkan kegugupannya sedari kemarin.


*****


HAPPY READING GUYS 😘


Selamat menunaikan ibadah puasa 🤗 Marhaban ya ramadhan 🙏

__ADS_1


Jangan lupa LIKE and VOTE, hadiah juga dong tentunya 🤭


Salam hangat dari author absurd 🤗 See you next eps bye 👋


__ADS_2