
Sekitar pukul 4 pagi Della sudah bangun dan mengambil testpack yang ia sembunyikan dari Aiden kemarin. Della pun bergegas menuju kamar mandi tak lupa ia mengunci pintunya.
Della segera melakukan tahapan demi tahapan sesuai dengan instruksi yang kemarin ia lihat. Namun sebelum ia mencelupkan testpack kedalam urinenya, jantung Della mendadak berdebar kencang.
"Ya ampun kenapa malah deg degan kayak gini sih," gerutu Della. Ia pun menetralkan detakan jantungnya. Kemudian dengan mengucap kata basmalah di dalam hati, Della dengan perlahan mencelupkan testpack tersebut beberapa detik dan mengambilnya kembali.
Della terduduk diatas kloset yang lebih dulu ia tutup tadi sembari menunggu hasil testnya keluar. Bohong kalau Della sekarang sudah tenang. Ia malah tambah berdebar, keringat dingin pun juga sudah membasahi tubuhnya, dan tangan serta kaki yang sudah bergetar. Setelah merasa cukup Della pun meraih testpack yang tadi ia taruh di atas meja kecil dikamar mandi tersebut. Della menutup matanya, takut jika harapnya sirna.
"Ambil nafas, buang. Ambil lagi, buang dan sekarang buka matamu Della," intrusi Della pada dirinya sendiri. Della pun akhirnya perlahan membuka matanya dan betapa terkejutnya dia ketika alat testpack tersebut memunculkan dua garis.
"Garis dua berarti gue hamil?" Ucap Della. Namun bukan Della namanya jika langsung percaya begitu saja. Ia pun mencoba testpack yang lainnya dan hasilnya pun tetap sama.
"Oke ini yang terakhir," ucap Della sembari mencelupkan kembali satu testpack lagi. Hingga beberapa detik ia mengangkatnya dan ia harus menunggu lagi sampai akhirnya layar digital testpack tersebut memunculkan kata "Pregnant" yang membuat Della terduduk kembali dan membungkam mulutnya supaya tak menjerit histeris dan membangunkan Aiden nantinya.
Della kembali melihat hasil testpack yang masih ia pegang itu dan tak terasa air mata menetes membasahi kedua pipinya. Della mengelus perut ratanya. Senang, terharu, bahagia, dan masih banyak lagi ungkapan rasa syukur yang Della ucapkan dan rasakan hari ini. Dia telah di percayai untuk menjadi orang tua kepada yang maha kuasa.
"Sehat-sehat ya sayang. Kita nanti bikin surprise buat Daddy," ucap Della lirih.
Setelah memastikan bahwa keterlambatan datang bulannya disebabkan karena dirinya hamil. Della pun berniat untuk memberi kejutan nantinya kepada Aiden yang mungkin doanya dulu dikabulkan.
Ketika Della hendak membersihkan beberapa testpack yang sudah ia gunakan dan ada juga yang masih baru untuk ia simpan kembali. Aiden dari luar sudah mengetuk keras pintu kamar mandi tersebut.
"Sayang, apa kamu di dalam?" Tanya Aiden.
"Iya, bentar lagi keluar," teriak Della menjawab ucapan sang suami.
"Cepetan. Aku udah gak kuat lagi," ucap Aiden tak sabaran. Della pun mempercepat aktivitasnya dan segera keluar dari kamar mandi namun baru saja ia membuka pintu, tubuh Aiden lebih dulu menerjang masuk kedalam dan menuju wastafel.
Della yang melihat Aiden memuntahkan isi perutnya pun segera menghampiri Aiden dan memijat tengkuknya.
"Nanti gak usah masuk dulu," ucap Della tak tega.
__ADS_1
"Enggak bisa. Masih ada urusan yang harus aku selesaikan hari ini," tutur Aiden lemas.
"Ya udah terserah kamu kalau gitu," ucap Della pasrah.
Seiring berjalannya waktu mual Aiden pun semakin membaik dan kini Della tengah memakaikan dasi Aiden. Aiden memeluk tubuh ramping Della dan menatap wajah istrinya yang semakin hari semakin cantik.
"Kenapa?" Tanya Della yang sudah mulai risih dengan tatapan Aiden.
"Enggak. Cuma tambah cantik aja," ucap Aiden.
"Selesai. Sekarang sarapan dulu habis itu minum obat," ucap Della.
Mereka berdua pun segera turun ke bawah dan mulai melakukan aktivitas sarapannya. Namun anehnya Aiden tampak lahap memakan masakan Della yang tak seperti biasanya ia hanya sarapan sedikit tapi sekarang bahkan minta nambah.
"Mau lagi," ucap Aiden sembari menyodorkan piring yang sudah kosong.
"Hah lagi? Ini udah yang ke 3 kali lho sayang. Kamu gak kenapa-kenapa kan? Gak seperti biasanya," ucap Della heran sembari mengambilkan makanan lagi untuk Aiden.
"Enggak. Cuma hari ini rasanya beda aja," ucap Aiden dan diangguki oleh Della.
"Enggak. Emang kenapa?" Tanya Della penasaran.
"Lagi pengen makan aja," ucap Aiden.
"Entar aku tanya ke Mama Yoona atau ke Tania, semoga aja mereka tau," ucap Della.
"Tapi aku maunya makan sekarang."
"Ya mana ada lah kalau sekarang. Ini masih pagi lho, biasanya orang jualan rujak itu siang bukan pagi," tutur Della.
"Aku maunya sekarang." Della menghembuskan nafasnya. Sabar, di depanmu itu suamimu dan juga calon Bapak dari anak yang kamu kandung sekarang, batin Della.
"Hmmm. Oke nanti aku cariin kalau ada langsung aku antar ke kantor. Sekarang kamu kekantor gih keburu telat nanti," ucap Della final. Aiden pun tersenyum dan segera beranjak dari duduknya menuju Della dan membopong tubuh Istrinya keluar dari rumah.
"Heh turunin ih," ucap Della memberontak. Aiden pun menurunkan tubuh Della ketika sudah sampai di depan rumahnya.
__ADS_1
Aiden memeluk tubuh Della dan menciumi wajah Della berulang kali hingga membuat Della merasa risi.
"Udah ih. Kamu itu kenapa? Aneh banget sejak tadi pagi," ucap Della sebal.
"Entahlah, pokoknya aku lagi gemes sama kamu," jawab Aiden.
"Ya sudah sekarang kamu berangkat sana. Aku mau beres-beres rumah dulu habis itu cari rujak es krim buat kamu," ucap Della. Aiden pun tersenyum dan segera menuju mobilnya.
"Hati-hati," teriak Della. Aiden pun menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum manis ke Della setelah itu ia baru menjalankan mobilnya menuju kantor.
"Gue rasa Aiden lagi ngidam. Tapi kan gue yang hamil harusnya kan gue, kenapa malah dia. Dah lah bodo amat yang penting anak gue sehat. Ya kan sayang," gerutu Della sembari mengelus perutnya dan segera masuk lagi kedalam rumah.
*****
Setelah selesai dengan pekerjaan rumahnya. Della sekarang tengah bersiap untuk berpetualang mencari si rujak es krim buat Aiden. Sungguh dunia terbalik bukan, yang seharusnya suami mencarikan apapun yang istrinya mau kini malah Istrinya yang mencari apa yang suaminya inginkan.
Della keluar rumah dan bergegas menuju mobilnya. Setelah itu ia menjalankan mobil tersebut menuju tempat para pedagang kaki lima yang biasanya mangkal tak jauh dari kantor Aiden.
Della terus memandangi setiap penjual disana dan beruntung dia menemukan penjual yang ia cari dari tadi. Della pun segera meminggirkan mobilnya dan membeli dua bungkus rujak tadi. Setelah itu ia menjalankan kembali mobilnya menuju kantor Aiden.
Tak butuh waktu lama akhirnya Della sampai di kantor Aiden banyak karyawan yang menyapa hormat kepadanya dan Della pun membalas sapaan mereka dengan senyum yang mengembang. Della pun segera menuju ruangan Aiden, namun ketika ia hendak sampai diruangan Aiden ia dikagetkan dengan perempuan yang keluar dari ruangan Aiden dengan baju yang terbuka dan sudah kusut.
Perempuan tersebut nampak ketakutan dan berlari meninggalkan ruangan Aiden.
"Ada apa ini?" Tanya Della pada dirinya sendiri. Della segera melangkahkan kakinya lebar-lebar, sebelum masuk kedalam ruangan Aiden ia sempat menengok keruangan sekertaris Aiden terlebih dahulu namun ia tak menemui seorang pun disana.
*****
HAPPY READING GUYS 😘
Karena author dulu pernah ngomong kalau cerita ini mendapat 300 like per epsnya author akan double up dan akhirnya author ingat akan kata author itu jadinya sekarang author up lagi untuk kalian. Semoga kalian suka 🤗 Yok bisa yok per eps mencapai like 700🤭 semoga aja bisa ya.
Selamat berbuka puasa. Marhaban ya Ramadhan 🙏
Salam hangat dari author absurd 🤗😘 See you next eps bye 👋
__ADS_1