My Bos CEO

My Bos CEO
132


__ADS_3

Sekitar pukul 8 malam Aiden baru pulang dari kantor dan penampilan yang tadi pagi terlihat fresh kini sudah berantakan ditambah wajah lelah yang cukup ketara dipandang mata.


Aiden mengetuk pintu dengan lemas dan tak berselang lama Della membukakan pintunya karena sedari tadi sore Della telah menunggu kepulangannya.


Dan pada saat pintu tersebut terbuka lebar dan menunjukkan Della dihadapannya, Aiden langsung berhamburan kepelukan Della. Della tersenyum dan mengelus punggung Aiden.


"Capek," keluh Aiden manja.


"Ya udah masuk dulu terus bersihin badan kamu yang bau asem ini baru nanti istirahat," tutur Della sembari mencium bau badan Aiden yang tetap wangi walaupun seharian bekerja.


Aiden pun melepaskan pelukannya dan mencium sekilas pipi Della baru dia beranjak untuk naik ke lantai atas meninggalkan Della yang akan menyiapkan teh hangat untuknya seperti biasa.


Tak berselang lama Della kembali ke kamar dengan secangkir teh hangat ditangannya.


"Udah mandi?" tanya Della saat melihat Aiden tengah rebahan diatas kasur.


Dengan perlahan Aiden membuka matanya dan bangkit dari rebahannya.


"Malas mandi sayang," ucap Aiden.


"Kok malas. Mandi sana gih!" Aiden menggelengkan kepalanya.


"Mandi sayang!"


"Gak mau. Dingin lho sayang," alasan Aiden.


"Pakai air hangat kan bisa. Jangan banyak alasan ih. Buruan mandi!" Della mencoba menyeret tubuh Aiden untuk segera berdiri dari duduknya tapi bukannya berhasil ia malah terduduk diatas pangkuan Aiden karena sang suami justru ikut menarik tubuhnya.


"Ya udah aku mau mandi kalau kamu yang mandiin," goda Aiden sembari memeluk tubuh Della erat. Della menggeplak lengan Aiden.


"Ish mandi sendiri kan bisa," ucap Della.

__ADS_1


Aiden tambah mengeratkan pelukannya dan bergelayut manja di bahu Della. Seakan-akan rasa lelahnya perlahan mulai hilang karena ia memeluk tubuh sang istri.


"AW," desisi Della yang tiba-tiba merasa sakit di perutnya. Aiden yang mendengar keluhan dari Della pun melepas pelukannya perlahan dan memutar tubuh sang istri hingga ia bisa melihat dengan jelas muka Della yang sedang menahan rasa sakit.


"Sayang. Kamu kenapa?" tanya Aiden khawatir.


"Sakit," ucap Della sembari mencekram kuat tangan Aiden.


"Hah sakit? Mana yang sakit?" tanya Aiden tambah khawatir.


"Perut aku sakit." Aiden membelalakkan matanya dan dengan sigap ia membopong tubuh Della sampai dilantai bawah.


"Tahan sebentar ya sayang," ucap Aiden saat ditengah langkahnya.


"Bik Fitri!" teriak Aiden saat dirinya sudah berada di ujung pintu utama rumah tersebut. Dan dengan sigap bik Fitri yang kebetulan tengah mengambil air minum pun berlari menghampiri sang tuan rumah.


"Saya mau kerumah sakit. Sepertinya Della akan melahirkan. Bik Fitri saya minta tolong untuk ikut dengan saya ke rumah sakit sekarang," tutur Aiden. Setelah berucap Aiden bergegas menuju kedalam mobil diikuti oleh bik Fitri yang membuntuti kedua majikannya.


Aiden kembali menggendong tubuh Della hingga sampai diruangan khusus keluarga yang selama 24 jam hanya diperuntukkan untuk keluarga besar Aiden.


"Bik Fitri tunggu disini!" perintah Aiden sebelum ia keluar dari kamar inap Della untuk mencari keberadaan Dokter Alisa.


"Ini dokter kemana semua sih," Sebal Aiden ketika mendapati ruangan dokter Alisa tak ada diruangannya dan beberapa dokter kandungan juga tak ada diruangan masing-masing. Dan mau tak mau dan ini juga terpaksa Aiden berlari keruangan Miko. Jangan sampai Miko juga tak ada disana bisa-bisa Aiden mengobrak-abrik rumah sakit yang ia bangun dengan kerja kerasnya sendiri.


Tanpa mengetuk dan mengucapkan permisi terlebih dahulu, Aiden langsung mendobrak pintu begitu saja dan membuat Miko terkaget.


"Astaga. Permisi dulu bisa gak sih," protes Miko namun saat ini Aiden tak akan menanggapi ucapan Miko. Ia masih memikirkan tentang rasa sakit yang Della rasakan tadi.


Tanpa bicara lagi, Aiden langsung menarik tangan Miko menuju kamar yang Della tempati tadi. Dan dalam perjalanan mulut Miko seperti biasanya selalu protes dan ngoceh tanpa henti membuat Aiden begitu geram.


"Diam! Nyawa Della lebih penting sekarang daripada bacotan kamu yang gak mutu itu," bentak Aiden. Miko pun langsung mengatupkan bibirnya hingga mereka berdua telah sampai di kamar Della. Dan betapa terkejutnya Aiden saat Della sudah tak lagi kesakitan.

__ADS_1


"Ck orang Kakak ipar gak kenapa-napa kok. Lebay banget jadi orang bikin orang lain parno aja," tutur Miko sembari melepaskan cengkraman lengannya dari tangan Aiden.


Aiden menatap Della yang tengah tersenyum tanpa dosa kearahnya. Dan perlahan Aiden mendekatinya.


"Kamu udah gak papa sayang?" tanya Aiden memastikan. Della menggelengkan kepalanya walaupun masih ada rasa kontraksi yang beberapa menit sekali ia rasakan.


Aiden menghela nafas lega.


"Tapi kenapa kamu tadi kayak kesakitan gitu sayang?" tanya Aiden penasaran.


"Mungkin lagi kontraksi biasa sayang. Sebenarnya tadi siang aku udah ngerasain sakit tapi masih terpantau ringan dan baru tadi aku ngerasa kalau sakitnya tambah sakit. Maaf ya sayang jadi bikin kamu khawatir dan buat kamu yang harusnya istirahat malah repot-repot bawa aku ke rumah sakit." Aiden menangkup kedua pipi Della.


"Gak ada kata repot dan direpotkan. Kamu tuh istriku dan semua yang ada disitu kamu adalah tanggung jawabku." Della tersenyum dan seperkian detik senyuman tersebut hilang tenggelam dalam rasa sakit yang kembali ia rasakan.


Della mencekram kuat tangan Aiden hingga rasa sakitnya perlahan memudar.


Miko mendekati Della.


"Kakak ipar tenang aja ini cuma kontraksi yang biasa ibu hamil rasakan saat mau melahirkan dan mungkin besok pagi baru babynya keluar kalau sesuai perkiraanku lho ya. Tapi itu bisa saja maju atau mundur," ucap Miko menerangkan. Ia mau memeriksa pembukaan Della namun ia takut kalau Aiden akan membunuhnya pada saat itu juga.


"Aku keluar dulu buat hubungi dokter Alisa biar dia yang memeriksa Kakak ipar saat ini sudah memasuki pembukaan keberapa," sambungnya setelah itu ia keluar dan menghubungi dokter Alisa yang kebetulan saat ini tengah berada di rumahnya.


Tak berselang lama Miko kembali kedalam ruangan dan untuk sementara waktu ia akan berada disana sampai dokter Alisa sudah tiba. Karena ia tak mau ambil resiko besar jika dirinya meninggalkan Della dan baby yang ada di dalam perutnya keluar tanpa bantuan orang yang profesional.


Hampir 30 menit dokter Alisa baru sampai diruangan Della.


"Maaf Kak. Aku baru sampai," ucap dokter Alisa saat berada di samping Della.


"Tak apa. Kan ada Miko disini. Kalaupun aku melahirkan tanpa dokter Alisa, Miko yang akan bantu aku. Jadi dokter Alisa tak perlu minta maaf. Toh kata Miko ini juga lagi kontraksi normal," ucap Della.


Dokter Alisa pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu ia mengusir semua orang yang tidak berkepentingan untuk keluar ruangan dan ia akan menjalankan tugasnya.

__ADS_1


__ADS_2