
Suasana kembali menegangkan ketika sang pembawa acara membacakan deretan susunan acara yang akan diadakan hari ini juga.
Dan tak berselang lama terdengar suara penghulu untuk mengarahkan Aiden dan Daddy Geno berjabat tangan.
"Tuan Geno dan Tuan Aiden apa kalian siap?" Tanya penghulu seakan-akan mereka berdua akan beradu panco bukan melaksanakan acara Ijab Qabul.
Aiden dan Daddy Geno pun menganggukkan kepalanya.
"Baik kalau begitu mari kita mulai acara Ijab Qabul ini," ucap penghulunya lagi.
Daddy Geno pun mengeratkan genggamannya untuk menyalurkan kekuatan di diri Aiden saat ini karena Daddy Geno tau seberapa gugupnya seorang Aiden saat ini yang bisa dilihat dari wajahnya yang nampak pucat dan tangannya sudah mulai berkeringat dan juga bergetar.
Daddy Geno pun mengambil nafas panjang sebelum mengucapkan Ijab.
"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Aiden William Abhivandya bin Juan Abhivandya dengan anak kandung saya Fredella Genoveva binti Geno Chalmers dengan mas kawin uang 2 Milyar rupiah dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Fredella Genoveva binti Geno Chalmers dengan mas kawin 2 Milyar rupiah dibayar tunai," ucap Aiden dengan satu tarikan nafasnya.
"Gimana para saksi sah?" Ucap penghulu dan dijawab teriakan sah oleh semua orang yang berada di sana.
"Alhamdulillah," ucap Aiden lega.
Sedangkan Della yang bisa mendengar acara Ijab Qabul pun tak bisa menahan air matanya kembali.
"Selamat sayangku, sekarang udah sah menjadi istri Aiden sang pemilik perusahaan ternama di negara Indonesia ini. Tampan dan kaya 7 turunan, 7 tanjakan, 7 belokan, 7 pengkolan pokoknya tuh harta gak akan ada habis-habisnya dan siapa tau lo berbaik hati sama kita terus bagiin harta suami lo ke kita berdua uh senangnya dalam hati," ucap Desi memecahkan suasana di ruangan tersebut.
"Ish, Della gak nikah sama Aiden pun dia udah kaya. Udah ah yuk kita keluar dari persembunyian kita dan mengantar nyonya Aiden ke suaminya," ucap Tania sembari menggandeng tangan Della.
"Bentar," ucap Desi menghentikan langkah Tania dan Della yang hendak membuka pintu.
"Apa lagi?"
"Hapus dulu dong air matanya. Ya kali sang ratu utama keluar menemui pangeran ada ingusnya," ucap Desi sembari membersihkan sisa air mata Della.
"Terimakasih," ucap Della anggun.
"Ya ampun ternyata sahabat gue bisa anggun juga. Ah jadi pengen nikah juga sama Pak Bisma eh," ucap Desi keceplosan.
"Sabar ya sayang belum waktunya," ucap Della sembari mengelus rambut Desi dramatis.
Setelah adanya percakapan singkat tadi. Mereka bertiga pun berjalan mendekati Aiden yang tampak mematung melihat tampilan Della saat ini.
"Itu benar istri gue kan?" Tanya Aiden ke Reiki yang kebetulan di sampingnya.
"Yang mana? Yang kanan, tengah apa kiri?" Tanya Reiki mengetes Aiden.
"Ya yang tengah lah masak yang kiri," ucap Aiden.
"Emang kenapa kalau yang kiri?"
__ADS_1
"Yang kiri istri lo anjim dan kalau bukan istri lo juga gue gak mau nikah sama triplek kayak Tania," ujar Aiden yang mendapat geplakan Reiki.
"Enak aja istri gue dikatain triplek. Dia tuh emang di luar kelihatan datar gak ada lekukan di tubuhnya tapi kalau udah lihat uh gue gak mau cerita sama lo. Tar lo pengen lagi terus minta ke istri gue. Amit-amit, gue bakal gorok lo," ucap Reiki.
"Heh lo cerita pun gue gak tertarik karena hanya Della seorang yang akan meluluhkan hati gue gak akan ada wanita lain yang bisa menggantikan posisi dia selamanya," ucap Aiden sembari tersenyum kala Della sudah berada di sampingnya.
"Silahkan untuk mempelai wanita mencium tangan suaminya," ucap sang penghulu.
Della pun tersenyum sebelum ia mengambil tangan Aiden untuk ia cium dan setelah itu Aiden mengecup kening Della cukup lama.
Banyak tamu undangan yang memotret momen Aiden dan Della ini, bukan hanya memotretnya saja tapi ada juga yang membuat video dan menguploadnya di sosial media mereka.
Upacara pernikahan tahap pertama telah usai dan akan di lanjutkan ketahap resepsi yang akan diadakan 1 jam lagi.
Della dan Aiden pun memutuskan untuk istirahat sebentar di kamar pengantin sebelum nantinya akan berdiri lebih lama lagi.
Della mendudukkan dirinya di kasur king size hotel tersebut tanpa mengganti pakaiannya. Begitu juga Aiden yang malah sudah merebahkan tubuhnya di kasur tersebut. Aiden menatap punggung Della yang kebetulan duduk membelakangi dirinya.
Dengan senyum jahil, Aiden bangkit dari rebahannya dan menghampiri tubuh Della secara perlahan. Aiden melingkarkan tangannya di perut ramping Della dengan dagu yang ia sandarkan di pundak putih Della.
Della yang mendapat sentuhan secara mendadak pun sedikit terperanjat kaget.
"Capek," ucap Aiden manja.
"Kalau capek tidur dulu. Nanti aku bangunin kalau acaranya mau dimulai," tutur Della sembari mengelus tangan Aiden.
"Kan aku juga ada disini otomatis ya nemenin kamu walaupun gak kamu minta," ucap Della.
"Maksud aku tuh kamu juga ikut tidur disamping aku." Aiden menenggelamkan wajahnya di leher Della sembari menciumi wangi yang akan membuat ia ketagihan nantinya.
Della menggeliat geli dengan aksi Aiden saat ini.
"Aku masih pakai gaun kayak gini lho. Make up juga masih nempel di wajahku," ujar Della.
"Ganti aja gaunnya pakai pakaian biasa."
"Kita gak bawa baju ganti sehelai pun kalau kamu lupa," tutur Della yang malah membuat senyum jahil mengembang di bibir Aiden.
"Ya udah gak usah pakai baju kalau gitu," ucap Aiden santai.
Della menggeplak dahi Aiden yang membuat kepalanya menjauh dari leher Della.
"Baru aja sah jadi istri udah main kdrt aja sama suami," gerutu Aiden sembari mengelus dahinya.
"Ya lagian pikiran kamu mesum," ucap Della tak mau kalah.
"Mesum sama istri sendiri kan gak papa. Dapat pahala tau," tutur Aiden.
"Tapi kan gak sekarang juga," ucap Della kelepasan.
__ADS_1
"Berarti nanti malam. Baiklah kalau gitu tunggu aku nanti malam sayang," tutur Aiden sembari tersenyum dan menarik turun alisnya. Setelah itu ia menyembunyikan seluruh tubuhnya dari balik selimut. Menghindari amukan Della yang ia pastikan akan membuat tubuhnya memar karena cubitan mautnya.
"Ish apaan sih." Della mendekati Aiden yang sudah terbungkus selimut dan memukuli tubuh Aiden namun bukannya kesakitan Aiden malah merasa geli dibuatnya.
Aiden membuka selimutnya dan tak disangka-sangka Aiden malah meraih tubuh Della hingga membuat ia terjatuh diatas tubuh Aiden. Della mematung seketika menatap wajah Aiden yang begitu dekat darinya. Tak bisa Della pungkiri wajah Aiden sangatlah tampan yang membuat jantung Della berdetak lebih kencang dari biasanya.
Aiden mendekatkan wajahnya hingga hidung mancung keduanya menjadikan penghalang untuk mereka berdua.
Della memejamkan mata, entahlah apa yang ia pikirkan sekarang hanya saja otaknya menyuruh dia menutup mata. Aiden tersenyum kala melihat mata indah Della tertutup. Tanpa aba-aba lagi Aiden mendekatkan bibirnya ke bibir Della. Ia menyatukannya cukup lama hingga ketukan pintu mengalihkan mereka berdua.
Della segera menyingkir dari atas tubuh Aiden. Ia menunduk malu bahkan sudah menutup wajah cantiknya dengan kedua tangan. Aiden beranjak dari tempatnya. Siapa yang berani mengganggu kenikmatan sesaatnya ini? Akan ia pukul orangnya, lihat saja nanti, batin Aiden.
Namun ketika Aiden melewati Della ia tersenyum dan mengelus kepala Della lembut.
"Gak perlu malu begitu. Ini nanti juga akan menjadi kebiasaan kita setiap harinya," goda Aiden yang membuat Della semakin malu.
Aiden segera bergegas membuka pintunya dan ternyata sang pengganggunya adalah Mama Yoona dan Mommy Geva. Aiden mengurungkan niatnya sekarang tak jadi memukul orang dihadapannya.
"Ada apa Ma?" Tanya Aiden. Namun bukannya menjawab perkataan Aiden, kedua ibu-ibu tadi melangkah kedalam kamar pengantin. Yang membuat Aiden memutar bola matanya malas.
Aiden pun segera mengikuti kedua perempuan paruh baya tersebut.
"Hay anak Mommy kenapa wajah kamu merah sekali?" Tanya Mommy Geva.
"Eh gak papa kok Mom," jawab Della gelagapan.
Namun jawab Della membuat Mama Yoona dan Mommy Geva menatap Aiden curiga.
"Kenapa Mama sama Mom natap Aiden seperti itu?"
"Jangan ngelakuin itu dulu, tahan sebentar bisa gak sih. Acara sebentar lagi mau di mulai, bukannya siap-siap malah mau bikin anak. Kasihan kalau nangung nantinya. Nanti malam saja," ucap Mama Yoona tanpa difilter terlebih dahulu.
"Ck iya Ma, Aiden juga tau kok."
"Ya udah kalian siap-siap gih. Dan Della kamu nunggu orang yang makeup kesini. Mungkin sebentar lagi akan sampai," ucap Mommy Geva dan diangguki oleh Della.
"Itu ada 2 paper bag isinya pakaian kalian berdua. Mama tinggal dulu. Ingat jangan buat anak dulu," ucap Mama Yoona sebelum menghilang dari balik pintu kamar tersebut.
Tak berapa lama setelah kepergian dua perempuan rempong tadi, makeup artist pun datang dan mereka segera membenahi makeup Della dan riasan yang lainnya mulai dari rambut hingga sepatu akan mereka ganti semua. Begitu juga Aiden yang juga tengah bersiap untuk pesta resepsi mereka namun bedanya ia hanya mengganti tuxedonya dan rambut yang mulai tak beraturan arahnya tak seperti Della yang dari ujung rambut hingga kakinya harus benar-benar berubah. Benar-benar sangat membosankan jikalau ia yang berada di posisi Della sekarang tapi untungnya ia adalah seorang laki-laki yang tak terlalu rempong dalam semua urusan.
*****
HAPPY READING GUYS 😘
Kadonya author tunggu ya buat pasangan sultan ini dengan bentuk LIKE and VOTE, hadiah juga dong tentunya 🤗
Selamat menunaikan ibadah puasa 🤗 Marhaban ya ramadhan 🙏
Salam hangat dari author absurd 🤗 See you next eps bye 👋
__ADS_1