
Hari ini Della sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Sejak kejadian itu ia tak menanggapi apapun tentang Aiden mulai dari telfon, pesan bahkan Aiden kerumahnya pun ia menyuruh Rina untuk mengatakan bahwa dirinya sedang tak ada dirumah dan mengabaikannya begitu saja sampai Aiden menunggunya berjam-jam diluar rumahnya. Della sekarang berusaha bodoamat dengan apapun yang menyangkut Aiden.
Della menjalankan mobilnya menuju kantor Aiden dengan lagu yang menemaninya selama perjalanan. Tak berselang lama mobilnya pun sudah berada di basement kantor tersebut bertepatan dengan mobil Aiden yang juga baru sampai.
Della bergegas keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya dengan lebar menghindari Aiden adalah tujuannya saat ini walaupun nanti juga akan bertemu.
Della menghembuskan nafas ketika melihat Aiden ternyata tak mengikutinya. Namun harapannya harus pupus ketika pintu lift kembali terbuka lebar dan menampakkan Aiden dengan pakaian formalnya seperti biasa sangat mempesona bagi kaum hawa kecuali Della yang malah merasa muak dengan Aiden.
Aiden tersenyum manis kepada Della namun tak dibalas oleh Della. Pintu lift pun kembali tertutup dan didalamnya hanya ada Aiden dan Della seorang. Della terus menggerutu dalam hatinya.
"Lama banget sih. Buruan nyampe kenapa sih," batin Della.
"Gimana kabar kamu?" Tanya Aiden tiba-tiba.
Della menutup rapat mulutnya tanpa berniat untuk menjawab ucapan Aiden.
"Fredella Genoveva," panggil Aiden yang beralih di depan tubuh Della dan menatap lekat wajah Della yang berusaha menghindari kontak mata dengannya.
"Please jangan giniin aku Della," ucap Aiden frustasi.
"Bahkan kamu gak ngasih aku kesempatan untuk jelasin kesalahan pahaman ini," ucap Aiden.
"Sikap kamu yang begini buat aku frustasi Della," tutur Aiden lagi dan tak berselang lama pintu lift pun terbuka.
"Maaf Pak. Saya permisi dulu," ucap Della dengan menggeser tubuhnya untuk keluar dari lift tersebut namun tubuh tegap Aiden terus menghalanginya.
Della terus mencoba sabar menghadapi Aiden saat ini.
"Sabar Del ini lagi di kantor," batin Della.
"Maaf Bapak Aiden yang terhormat. Sebentar lagi masuk jam kerja dimohon kerja samanya." Della memberanikan dirinya menatap wajah Aiden yang jika di teliti lagi wajah tampan itu terlihat lelah bahkan matanya sembab.
Aiden meraih tangan Della dan menggenggamnya erat.
"Please Della dengerin dulu," ucap Aiden mulai berkaca-kaca. Katakan saja Aiden lemah namun kenyataannya memang begitu.
Della menghembuskan nafas panjang.
"Maaf Pak ini kurang etis jika dilihat karyawan Bapak yang lain karena kita gak ada hubungan apa-apa selain sekertaris dan Bapak juga sudah punya pasangan sekarang. Saya mohon Bapak menghormati saya sebagai perempuan dan menghormati pasangan Bapak saat ini," tutur Della sembari melepaskan tangannya dari genggaman Aiden dan tanpa menghilangkan kesempatan Della pun bergegas mencari celah dari Aiden dan segera bergegas menuju ruangannya tanpa menghiraukan Aiden yang masih termenung di dalam lift tersebut.
Setelah sampai di ruangannya Della mendudukkan dirinya di kursi kerjanya. Ia mengusap wajahnya kasar. Dan tak berselang lama peringatan jam masuk kerja pun terdengar Della bergegas untuk melaksanakan tugasnya sebagai karyawan biasa.
__ADS_1
Disisi lain dirumah megah terdapat Airen yang nampak cantik dengan balutan dress berwarna pink sedikit diatas lutut ditambah high heels dengan warna yang sama, rambut ia cepol keatas menampakkan leher jenjangnya. Airen pun berjalan keluar dari rumah tersebut menuju mobil yang sudah sedari tadi disiapkan oleh sopir pribadinya.
"Pak, Airen pakai mobil sendiri saja," ucap Airen saat sopirnya membukakan pintu mobil untuk Airen.
"Baik non. Kunci mobilnya sudah di kemudi," ucap sopir itu. Airen mengangguk dan bergegas berpindah kearah kemudi tak lupa sopirnya kembali membukakan pintu mobil tersebut.
Setelah pintu mobil kembali tertutup Airen memakai seat beltnya dengan senyum yang mengembang.
"Let's go. Mari mulai permainannya," ucap Airen sembari menjalankan mobilnya menuju kantor Aiden.
Butuh waktu 1 jam Airen sampai di kantor Aiden karena sempat terhalang oleh kemacetan yang sudah biasa di temukan di daerah kota di Indonesia tentunya.
Setelah memarkirkan mobilnya Airen langsung menuju lantai dimana Aiden dan Della berada.
Sedangkan di sisi lain Della tengah menunggu Aiden menandatangani beberapa berkas yang akan ia antar kembali ke Reiki karena saat ini akan di gunakan untuk bertemu klien kalau bukan untuk kepentingan mendesak Della tak mau mengantarkan ke Aiden tapi ya sudahlah profesional dalam bekerja, pikirnya.
Tak lupa Della juga membawa surat pengunduran dirinya namun ia tampak ragu karena tatapan tajam Aiden tadi.
Della sudah berdiri dihadapan Aiden selama 30 menit tanpa berniat untuk menduduk tubuhnya didepan Aiden. Dan entah disengaja atau tidak Aiden memperlambat kerjanya tak seperti biasanya yang selalu gesit.
"Ada lagi yang perlu saya tanda tangani?" Tanya Aiden.
Della mengambil nafas dalam sebelum ia beranjak dari tempatnya dan mendekat kearah Aiden. Ia menaruh surat pengunduran dirinya tepat di depan Aiden. Aiden mengerutkan keningnya.
"Saya mau mengundurkan diri Pak," ucap Della.
Aiden yang semulanya ingin membuka surat tersebut mengurungkan niatnya. Ia menatap dalam Della yang tengah tertunduk.
"Berikan saya alasan kenapa kamu mau mengundurkan diri di perusahaan saya?" Tanya Aiden sembari menyatukan tangannya dan menaruh dagunya di atas tangan tersebut.
"Saya disuruh orangtua saya untuk kembali ketanah kelahiran saya," ucap Della berbohong.
"Ada alasan lain?" Tanya Aiden yang tak puas dengan alasan yang dituturkan oleh Della dan ia juga tau kalau kekasihnya tengah berbohong. Biarkan saja Aiden masih menganggap Della sebagai kekasihnya toh tak ada kata pisah diantar mereka.
Della menggigit bibir bawahnya, "Tak ada," jawab Della gugup.
"Baiklah, saya terima pengunduran diri kamu. Kamu akan dinyatakan bukan karyawan lagi disini setelah satu bulan kedepan," ucap Aiden membuat Della menengadahkan kepalanya menatap tak percaya ke Aiden yang ia pikir akan mempersulit dirinya untuk keluar dari kantor ini eh ternyata malah sangatlah mudah.
"Baik Pak. Terimakasih, saya pamit keluar dulu," ucap Della sembari mengambil berkas yang akan ia berikan ke Reiki nantinya. Setelah itu ia membalikan tubuhnya dan berjalan menuju pintu ruangan Aiden.
Aiden menatap nanar punggung Della yang perlahan menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku akan mendapatkan kamu kembali," gumam Aiden.
Baru saja Della mendudukkan tubuhnya, pintu ruangannya berbunyi.
"Masuk!" Perintah Della dan tak lama pintu pun terbuka menampakkan Airen yang tersenyum manis kearah Della dan di balas oleh Della yang juga tersenyum menyambut Airen disana.
"Cantik, anggun, imut lagi pantesan Aiden berpaling dari gue. Huh kenapa malah mikirin dia lagi sih," batin Della.
"Mau cari Pak Aiden ya?" Tanya Della.
"Hehehe iya tapi sebelumnya mau ketemu kamu dulu," ucap Airen sembari mendudukkan tubuhnya di depan Della.
Della mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Aku?" Tanya Della memastikan.
"Iya Della. Aku mau bicara serius sama kamu tapi kayaknya kalau disini gak memungkinkan buat bicarain ini," ucap Airen.
"Bicara soal apa ya? Disini aja aku jamin aman kok," ucap Della. Namun Airen segera menggelengkan kepalanya.
"Jangan disini takut Aiden nanti dengar," ucap Airen. Della menghembuskan nafasnya. Pasti ini menyangkut Aiden yang akan Airen bicara kan nanti. Tapi kalau ia menolak Airen akan mencurigainya lagi bahwa mereka dulu pernah menjalin hubungan lebih dari atasan dan sekertaris, kalau sampai Airen tau akan berbahaya buat diri Della nantinya. Sangat mengerikan yang ada di bayangan Della saat ini.
"Ya sudah kalau gitu. Gimana kalau dikantin kantor tapi nanti saat jam makan siang," ucap Della.
"Jangan, nanti banyak yang dengar pembicaraan kita lagi," tolak Airen.
"Ya sudah kamu tentukan saja tempatnya mau dimana," ucap Della pasrah.
"Nanti malam di restoran Qiza pukul 8 gimana?"
"Oke, nanti aku usahain kesana," ucap Della menyetujui.
"Harus. Ya sudah aku keruangan Aiden dulu ya, mau nganterin makan siang untuk dia." Della mengangguk kepalanya.
"Sampai ketemu nanti malam Del, bye," ucap Airen sembari tersenyum manis kearah Della dan tak lama tubuh Airen pun menghilang dari balik pintu ruangan Della.
*#*#*#
HAPPY READING GUYS 😘
Selamat menunaikan ibadah puasa 🤗 Marhaban ya ramadhan 🙏
__ADS_1
Jangan lupa LIKE and VOTE, hadiah juga tentunya 🤭
See you next eps bye 👋