
Paginya seperti biasa Della akan disibukan dengan urusan dapur dan juga triplets tak lupa dengan si hot Daddy yang juga tak mau kalah mendapat perhatian Della.
Seperti saat ini ketika Della tengah memasak di dapur, teriakan triplets menggema hingga menusuk kedalam gendang telinganya.
"Mommy!"
"Iya sayang. Bentar ya," jawab Della. Della melepas apronnya sebelum menghampiri triplets.
"Mbak tolong lanjutin ya. Terimakasih." Della pun bergegas menuju lantai dua setelah menyerahkan urusan dapur ke artnya. Kalau tanya kenapa Della gak nyuruh artnya aja yang masak, Della pasti akan jawab, "Kalau aku bisa ngelakuin itu kenapa harus minta tolong orang lain. Toh art juga banyak kerjaan dirumah. Dan sebisa mungkin makanan yang masuk kedalam perut keluarga kecilku dari tanganku sendiri ketika mereka berada dilingkungan rumah ini." Kira-kira begitu tanggapan Della.
Back to kenyataan. Della memasuki kamar Edrea yang dominan dengan warna pink, warna kesukaan si bontot.
"Ada apa sayang?" tanya Della.
"Mom, Rea mau rambut Rea di bikin cantik." Della tersenyum. Setelah itu ia menggiring anaknya kedepan meja rias milik Edrea. Dengan telaten Della menata rambut anaknya.
"Selesai," ucap Della. Edrea tersenyum dan membalikan badannya menghadap kearah Della.
"Terimakasih Mommy." Edrea mencium kedua pipi Della sebagai ucapan terimakasihnya.
"Sama-sama sayang. Mommy tinggal ke kamar bang Erland ya." Edrea pun mengangguk dan Della pun bergegas menuju kamar Erland.
"Ada yang perlu Mom bantu sayang?" tanya Della. Erland memandang Della dengan tatapan menggemaskan.
"Mom tau gak kotak pensil Erland kemana?" tanyanya dengan wajah polos.
"Terakhir Bang Erland taruh dimana?"
"Seingat Erland, tadi malam aku taruh di meja belajar tapi pagi ini udah gak ada." Della menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sang anak kedua.
"Kalau gitu kita cari lagi yuk. Sama-sama ya carinya biar cepet ketemu." Mereka berdua mencari kotak pensil Erland lebih tepatnya Della yang mencari karena Erland hanya mengekori dirinya dan ketika Della membuka laci, Erland akan ikut melihat isi laci tersebut.
Seluruh ruangan dikamar Erland sudah ia geledah kecuali di kolong tempat tidur Erland yang belum. Della menghela nafas sebelum berjongkok melihat dibawah kasur Erland.
"Gelap Mom," ucap Erland yang ikut mengintip isi didalam kolong tersebut bahkan tubuhnya kini tertelungkup.
"Bang Er tolong ambilin hpnya Mommy dong!"
__ADS_1
"Dimana Mom?"
"Di kamar Mommy." Erland pun kembali bangkit dari posisi telungkup dan segera beranjak menuju kamar Della.
Erland berlari kecil hingga sampai di kamar Della dan Aiden. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ia langsung saja masuk kedalam. Karena dobrakan pintu yang kencang membuat Aiden yang tengah berganti pakaian terkejut.
"Astagfirullah anak kadal," latah Aiden. Erland tak menghiraukan sang Daddy, ia memilih untuk mencari keberadaan ponsel Della.
"Kalau masuk kamar orang lain tuh ketuk pintu dulu Erland. Kalau kayak tadi gak sopan. Jangan di ulangi lagi!" Erland yang tengah fokus mencari ponsel Della pun merasa terganggu dan mendengus sebal.
"Iya Daddy. Maaf," ucap Erland dan kemudian melanjutkan pencariannya.
Aiden menyelesaikan aktivitas ganti bajunya sembari mengamati sang anak.
"Cari apa sih?" tanya Aiden. Erland melangkah menghampiri Aiden.
"Daddy tau dimana Mommy naruh hpnya?" Aiden mengerutkan keningnya.
"Lah itu hp Mommy ada di atas nakas." Aiden menunjukkan ponsel Della menggunakan dagu dan tatapannya. Erland pun mengikuti arah pandang sang Daddy.
"Ck kenapa Daddy gak kasih tau dari tadi sih," tutur Erland sembari menggambil ponsel Della.
"Iya iya Dad," ucap Erland sebelum keluar dari kamar orangtuanya. Pintu kamar tersebut kembali tertutup dengan suara yang tak kalah keras dari dobrakan tadi.
"Astagfirullah. Bener-benar tuh anak bikin gue jantungan. Dasar anak kadal," umpat Aiden.
Sesampainya di dalam kamar, Erland mencari keberadaan Della yang sudah tak di kamarnya.
"Lho Mommy kemana?" gumamnya.
"Mommy!" teriak Erland supaya terdengar oleh Della yang ternyata tengah berada di dalam kamar Azlan.
"Iya sayang bentar." Della sekarang tengah mencari buku berhitung yang akan dibawa Azlan kesekolah nanti yang tiba-tiba juga hilang entah kemana. Emang kedua bujang kecil ini sangatlah hobi menghilangkan barang yang akan membuat Della pusing karena mencarinya sendiri.
"Abang beneran gak ingat?" tanya Della menyerah karena telah mencari kesemua lokasi di kamar tersebut bahkan tumpukan buku Azlan sudah ia acak-acak namun hasilnya zonk. Dengan wajah polos Azlan menggelengkan kepalanya. Della memejamkan mata sebentar, ingin rasanya ia menangis saat ini.
"Sayang!" Della membuka matanya setelah mendengar teriakan Aiden.
"Bentar! urusan anak kamu belum selesai, jangan ganggu dulu!" geram Della. Ia yakin sang suami memanggilnya hanya untuk membantu memasangkan dasi dan jasnya saja jadi tak perlu lama mengurusi Aiden nanti karena ia sudah menyiapkannya saat Aiden mandi dan tak perlu mencari barang yang diperlukan seperti kedua anaknya ini.
__ADS_1
"Ya udah untuk sementara waktu Abang pakai buku kosong dulu ya. Nanti Mommy cari lagi siapa tau nyelip di mana gitu." Azlan pun mengangguk setuju dan Della segera memasukkan buku kosong kedalam tas Azlan. Sebenarnya waktu malam hari Della sudah menyiapkan keperluan sang anak untuk sekolah namun karena anak-anaknya ini beda dari yang lain maka dari itu saat Della sudah selesai menyiapkan dan pergi dari kamar mereka, si triplets akan kembali mengeluarkannya walaupun hanya untuk coret mencoret tak jelas.
"Mana ponselnya Mommy coba sini," ucap Della setelah sampai di kamar Erland kembali. Erland pun menyerahkan ponsel Della. Kemudian Della memposisikan dirinya untuk melihat isi didalam kolong kasur Erland dibantu dengan lampu flash ponselnya dan betapa terkejut dirinya saat melihat kondisi kolong tersebut.
"Ya Allah Erland kenapa banyak bungkus permen dan coklat disini." Erland yang tengah tengkurap di depan Della pun hanya nyengir tanpa dosa.
"Mommy gak pernah beliin kamu permen apalagi coklat lho. Dari mana kamu dapat makanan itu?' tanya Della.
"Dari Daddy. Dan sebagian Erland ambil dari lemari khusus coklat yang didalamnya banyak banget coklatnya bahkan dengan rasa yang beda-beda." Della membelalakkan matanya.
"Itu coklatnya Mommy Erland." Della memijit pelipisnya.
"Berapa coklat yang kamu makan?" sambung Della.
"Gak tau. Gak Erland hitung mungkin sekitar 10 belum bang Azlan sama Rea yang juga ikut ngambil dan makan." Della melongo. Habis sudah persediaan coklatnya.
"Huh untung anak sendiri," gumam Della. Ia kembali ke tujuan awalnya hingga netra matanya menangkap benda yang sedari tadi ia cari. Dengan sekuat tenaga ia meraih benda tersebut hingga berhasil namun saat ia ingin menarik benda tersebut, tangannya tak sengaja menyenggol sesuatu dan dengan segera Della juga menarik benda yang ia senggol tadi.
Setelah berhasil mengeluarkan tangannya, Della mendudukkan tubuhnya.
"Lho bukannya ini bukunya Abang Azlan? kok bisa ada disini?" Erland mendekati Della dan melihat buku yang dimaksud Della.
"Mana Erland tau Mom. Tanya aja sama Abang." Erland mengambil kotak pensilnya dan segera memasukkan kotak tersebut kedalam tasnya.
Della menghela nafas, "Masih ada lagi yang perlu Mommy bantu?" tanya Della. Erland pun. menggelengkan kepalanya.
"Terimakasih Mommy," ucap Erland dan dijawab senyum oleh Della. Della membungkukkan badan ketika Erland menarik bajunya mengisyaratkan untuk mensejajarkan dirinya dengan anaknya. Erland mengecup kedua pipi Della sama seperti Edrea lakukan tadi. Begitulah triplets terkadang menyebalkan tapi juga sweet di waktu bersamaan.
Della mengacak rambut Erland, "Kalau udah semua turun kebawah buat sarapan." Erland memberi sikap hormat untuk menjawab ucapan sang Mommy.
Setelah itu Della kembali berjalan ke ruangan Azlan untuk memberikan buku yang ia cari tadi.
"Bukunya udah ketemu sayang. Tadaaa." Azlan berbinar kala melihat buku di tangan Della.
"Thanks Mommy," ucapnya sembari memeluk tubuh Della tak lupa memberi kecupan manis di pipi Della. Benar-benar pipinya setiap hari laris manis dengan kecupan dari anak-anak dan juga sang suami yang belum ia urus saat ini.
...*****...
Bersambung dulu lah, part ini kebanyakan 😂 Jangan lupa Like, VOTE, kasih hadiah dan juga bintang 5 oke 😘
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE CERITA AUTHOR YANG JUDULNYA "YOUNG MOTHER" 📢📢📢