
Tak terasa waktu terus berjalan dan kini sepasang suami istri tengah beristirahat dari penatnya acara tadi siang dan baru berakhir 1 jam yang lalu. Tak terkecuali dengan Della, Aiden, Desi dan juga Bisma. Mereka berempat juga sudah berada di dalam kamar yang Aiden pesan. Guna untuk membersihkan tubuhnya yang begitu lengket sebelum nanti mereka akan berkumpul di kamar Della yang berada tepat di samping kamar pengantin untuk memulai rencana laknat mereka.
"Jadi gimana?" tanya Desi antusias.
Mereka berempat sudah berkumpul di kamar Della dengan pakaian santai tentunya.
"Gak tau. Tanya aja sama nih orang yang punya rencana," ucap Della.
"Kita matiin lampu hotel ini aja," tutur Aiden santai.
"Gila kali lo. Di hotel ini gak cuma kita-kita doang yang nempatin tapi ada orang lain juga," ucap Bisma.
"Kata siapa? Tenang aja hotel ini gue pastiin cuma ada kita-kita aja disini. Gue tadi udah boking semua kamar hotel jadi ya gak mungkin ada orang lain yang bakalan nempatin hotel ini selain kita." Mereka bertiga memelototkan matanya tak percaya.
"Hah aku gak selah dengar kan?" tanya Della masih dengan mode bengongnya.
"Enggak sayang," ucap Aiden sembari mengelus rambut Della.
"Gila lo. Cuma gara-gara kita mau gangguin pengantin baru sampai-sampai lo kosongin nih hotel dari orang lain bener-bener gila," ucap Bisma tak mengerti lagi jalan pikiran Aiden.
"Ya Allah Pak. Mending uangnya buat naikin gaji saya aja. Eh bentar Pak Aiden tadi panggil sayang ke Della?" tanya Desi memastikan pendengarannya tadi.
"Enggak. Salah denger kayaknya lo tadi Des," ucap Della berbohong. Ia tak mau mempublikasikan hubungan dengan Aiden sebelum ia di lamar secara resmi olehnya. Ketika Desi ingin menyauti ucapan Della, suara Bisma lebih dulu terdengar.
"Udah lah jangan dipikirin lagi masalah hotel ini dan masalah kamu salah dengar tadi. Sultan mah bebas mau apa aja tinggal ngedipin mata udah tuh semua terpenuhi. Sekarang back to topik. Kita pikirkan lagi gimana caranya matiin lampu di sini. Lo tau dimana letak saklar buat seluruh pencahayaan di sini?" tanya Bisma kepada Aiden.
"Tenang gue udah nyuruh anak buah gue buat nungguin disana. Kita tinggal nunggu waktu yang tepat buat nyuruh dia matiin. Kita gak perlu kemana-mana duduk diem disini aja, gue tinggal telfon nanti dan biar anak buah gue yang ngelakuin," ucap Aiden dan di jawab anggukan dari ketiga manusia lainnya yang berada disana.
2 menit, 30 menit sampai sekarang jarum jam menunjukkan pukul 00:30 WIB, mereka masih menunggu pergerakan dari pengantin baru tersebut sampai beberapa kali Desi maupun Bisma menguping di balik tembok dan juga di depan pintu kamar yang Tania dan Reiki tempati.
Sedangkan Della dan Aiden hanya duduk manis sembari memainkan ponsel mereka untuk menghilangkan kantuknya. Sungguh mereka tak ada kerjaan yang lebih bermanfaat lagi sepertinya.
Tak berselang lama Bisma masuk kedalam kamar kembali setelah menguping dari balik pintu bersama Desi dengan wajah lesu.
"Kenapa lo?" tanya Aiden setelah melihat kedua manusia itu masuk dengan raut wajah tak enak dipandang.
__ADS_1
"Mereka udah begituan dan sialnya kita liat pas mereka bercumbu ria," ujar Bisma.
Aiden dan Della mengerutkan keningnya mendengar ucapan Bisma tadi.
"Lah kalian ngintipin mereka?" tanya Aiden sembari meletakan ponselnya. Bisma dan Desi menganggukkan kepalanya.
"Kok bisa? kalian ngintip lewat mana?" tanya Della.
"Gue tadi gak sengaja pas nguping, tangan gue neken kenop pintu eh taunya gak di kunci. Ya udah kita berdua masuk kedalam eh taunya mereka malah begituan mana gak ngeh lagi kita disana," ujar Desi dengan wajah merah mengingat apa yang dia lihat tadi. Walapun Tania dan Rekin belum melakukan yang lebih dalam lagi namun sama aja bagi Desi itu sudah lebih dari hot.
"Jadi rencana kita gagal dong," tutur Della.
"Kita coba aja dulu. Kita ketok aja pintunya beberapa kali habis itu baru matiin lampunya." Della mengangguk setuju mendengar ucapan Aiden.
Mereka berempat berjalan menuju pintu kamar Tania dan Reiki. Setelah mereka sampai di depan pintu tersebut. Bukanya mengetuk, Aiden malah membuka pintu tersebut sedikit dan mengintip sejauh mana pasangan itu bermesraan.
"Mesum ih," ucap Della lirih sembari memukul punggung Aiden keras.
Aiden menelan ludahnya susah payah setelah mengetahui isi didalam kamar itu. Ia bergegas menutup kembali dan melancarkan aksinya. Mereka mengetuk pintu dengan keras yang membuat Tania maupun Reiki yang sudah dikuasai oleh nafsu pun menghentikan aktivitasnya.
Reiki membuka pintu tersebut dan mengeluarkan kepalanya. Matanya menatap setiap penjuru didepan dan sampingannya namun ia tak menemukan siapapun yang ada disana. Reiki mengedikan bahunya dan kembali menutup pintu tanpa menguncinya kembali. Sungguh bodohnya dirimu tuan Reiki.
Reiki kembali menuju istrinya yang tengah menatap dirinya.
"Siapa?" tanya Tania.
"Gak tau," jawab Reiki.
Dan ketika mereka berdua kembali ingin menyelesaikan aksinya. Terdengar ketukan pintu yang lebih keras dari sebelumnya. Reiki memejamkan matanya menahan nafsu dan emosinya. Ia kembali berdiri dan menuju pintu lagi, namun sama saja ia tak menemukan siapapun disana. Reiki membanting pintu kamar tersebut dan menguncinya rapat-rapat.
Reiki kembali lagi dengan wajah masamnya.
"Sabar sayang," ucap Tania menenangkan.
Reiki menghembuskan nafasnya sembari tersenyum kearah Tania. Hingga beberapa menit telah berlalu. Tak ada lagi suara ketukan pintu yang tadi mengganggu mereka. Reiki pun kembali melancarkan aksinya hingga benar-benar ia sudah tak tahan lagi menahan nafsunya. Ketika ia sudah siap untuk merenggut haknya. Suara dobrakan pintu pun kembali terdengar.
__ADS_1
"Abaikan," ucap Tania sembari mengatur nafasnya. Reiki menuruti ucapan Tania dan ia berhasil merenggut kesuciannya Tania. Mereka terus menyalurkan nafsu satu sama lain sampai suara berisik diluar sudah tak terdengar lagi di kuping mereka.
Sedangkan empat orang laknat tadi sudah kelelahan dengan ulahnya sendiri. Mereka kembali menuju kamar Della. Dan dengan segera Aiden menelfon anak buahnya untuk melancarkan aksi yang kedua. Tak berselang lama lampu di seluruh hotel pun padam. Tak terkecuali kamar yang mereka tempati sekarang.
"Gak bisa nafas gue anjim," ucap Bisma dalam kegelapan.
"Senter please," ucap Della yang sudah memegang lengan Aiden erat-erat.
Dan dengan seketika Aiden menyalakan flash di ponselnya begitu juga dengan Desi dan Bisma. Setelah merasa sudah cukup terang, mereka mendekatkan diri ke depan tembok yang menghubungkan kamar pengantin dan kamar Della.
Mereka terus menguping pembicaraan Tania dan Reiki walaupun tak terdengar jelas di kuping mereka. Namun beberapa saat mereka memelototkan matanya ketika mendengar erangan pasutri itu yang begitu keras sehingga menembus kedalam kamar Della saat ini.
Aiden dan Bisma saling pandang dan kemudian mereka menutup telinga Della dan Desi yang kebetulan di samping mereka masing-masing.
"Ish apaan sih," ucap Desi sembari berusaha membuka tangan Bisma dari telinganya.
"Diem," sentak Bisma yang membuat nyali Desi menciut.
Della menatap bingung kearah Aiden. Sedangkan yang ditatap malah memejamkan matanya.
Hingga suasana pun semakin tak mendukung bagi mereka terutama Aiden dan Bisma. Mereka berdua tak munafik jika mereka juga terpancing nafsunya. Aiden menghembuskan nafas berat beberapa kali begitu juga dengan Bisma.
"Keluar aja yuk," ucap Della memecah suasana saat ini. Walaupun telinga dia di tutup oleh tangan Aiden. Della juga masih bisa mendengar aksi Tania dan Reiki saat ini begitu pun dengan Desi, wajah dia sudah merah padam dibuatnya.
Mereka bertiga menyetujui saran Della tersebut dan bergegas keluar dari kamar itu. Menuju kamar yang lebih jauh dari kamar pasutri yang tengah bercinta. Tak lupa sebelumnya Aiden telah menelfon anak buahnya untuk menghidupkan kembali lampu hotel tersebut sehingga memudahkan mereka untuk berpindah tempat menjauh dari suasana panas tadi.
💜💜💜💜💜
HAPPY READING GUYS 😘
Ciri-ciri orang cari penyakit dan kurang kerjaan ya seperti empat cecunguk ini contohnya 😂
Jangan lupa dukung author dengan cara LIKE and VOTE, hadiah juga boleh author ikhlas 🤭 Karena dengan itu kalian sama saja mendorong author untuk terus semangat nulisnya 😁
Peluk cium dari author absurd 🤗😘 See you next eps bye 👋
__ADS_1