
Sudah hampir dua jam lebih mereka berdua duduk santai sembari menikmati pesta tersebut yang entah kapan pestanya akan berakhir. Della sudah beberapa kali menguap, matanya seakan-akan ada magnet yang menempel antara kelopak mata atas dan bawah.
"Pak, saya ke toilet bentar ya," ucap Della yang sudah tak kuat lagi untuk menahan kantuknya. Aiden mengalihkan pandangannya yang semula memainkan ponsel beralih ke wajah Della.
"Mau saya antar?" tawar Aiden namun dengan cepat Della menggelengkan kepalanya.
"Gak usah Pak, saya sendiri aja," tolak Della.
"Emang kamu tau letak toiletnya dimana?" tanya Aiden memastikan.
Della menggaruk kepalanya. Sebenarnya ia tak tau letak toiletnya dimana namun masa iya dia diantar Aiden ke toilet cewek nanti kasihan Aiden yang harus menunggu dan yang pastinya dapat tatapan sinis dari cewek cewek yang juga ingin menggunakan toilet tersebut.
"Kenapa?" tanya Aiden penasaran.
"Hehehe sebenarnya saya gak tau letak toiletnya Pak tapi nanti saya coba tanya salah satu orang disini. Bapak disini aja jangan kemana-mana sebelum saya kembali. Kalau bapak berkeliaran nanti saya bingung cariin bapak dan satu lagi jangan sampai bapak pulang duluan ninggalin saya," ucap Della yang sudah berdiri dari duduknya.
"Kamu yakin gak mau saya anterin?"
"Gak usah Pak. Tenang aja saya cuma ketoilet bukan mau di culik," ucap Della sembari tersenyum manis ke Aiden. Aiden menghembuskan nafas panjang. Aslinya ia tak mau melepas sejengkal pun Della dari sampingnya karena sedari tadi banyak yang menatap Della dengan tatapan mata yang seakan-akan bola matanya ingin keluar dari tempatnya. Namun Aiden saat ini hanya bisa mengangguk kepalanya setuju untuk berpisah sementara waktu dengan Della.
Della tersenyum ketika mendapat persetujuan dari Aiden ia segera mendatangi salah satu tamu disana untuk bertanya letak toilet wanita. Setelah ia mendapat informasi ia pun segera menuju toilet tersebut. Namun setiap gerak gerik Della sedari ia datang dengan Aiden hingga saat ini ia pergi ke toilet tak lepas dari pengawasan seseorang yang terus menatap dirinya.
Seseorang itu pun menyeringai misterius kearah Della dan segera berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah Della yang sudah jauh di hadapannya.
Della memasuki toilet tersebut yang tampak sepi dan ia pun segera menuju ke wastafel untuk mencuci tangannya dan sesekali memercikkan air ke matanya.
"Astaga ini mata ngantuk banget sih. Ini acara juga kapan kelarnya deh lama banget," gerutu Della. Ia terus saja melakukan aktivitas hingga matanya sedikit segar dari sebelumnya.
__ADS_1
"Akhirnya huh, lumayan lah buat melek satu jam kedepan," ucap Della dan ia pun segera memasuki salah satu bilik toilet untuk buang air kecil.
Ketika ia telah selesai dengan buang hajatnya dan membuka pintunya. Tiba-tiba ada seseorang yang tengah berdiri di ambang pintu bilik toilet tersebut. Della tampak kaget namun kekagetannya tadi tak seberapa dengan rasa was-wasnya saat ini.
"Hai apa kabar?" sapa seseorang di depan Della saat ini.
"Mau apa kamu?" bukannya menjawab Della balik bertanya dengan perasaan tak tenang di dirinya.
"Santai saja Della. Btw lo masih ingat gue kan," tutur orang itu sembari menyeringai.
"Minggir gue mau balik," ucap Della sembari mendorong tubuh orang tersebut namun bukannya terdorong ia malah memegang kedua tangan Della.
"Lepasin brengsek," teriak Della.
"Hust jangan teriak teriak sayang. Nanti ada orang yang dengar teriakanmu dan kemungkinan mereka akan lihat apa yang akan kita lakukan." Orang tersebut mendorong tubuh Della kedalam bilik kamar mandi. Ia segera mengunci pintu bilik tersebut.
"Gue cuma mau minta maaf sama lo Del atas apa yang telah gue dulu lakuin," ucapnya sembari mendekati Della yang sudah terpojok di sudut kamar mandi tersebut.
"Gak. Sampai kapan pun gue gak akan maafin kelakuan bejat lo Dion," ucap Della tegas.
Kalian pasti ingatkan tentang Della bertemu masa lalunya di salah satu mini market. Yap dia orang yang sama dengan orang yang tengah bersama Della di bilik kamar mandi saat ini. Dia merupakan mantan pacar dari Della dan juga orang yang menjadikan Della untuk menghindari negara ini. Seseorang yang hampir mengumpankan diri Della ke salah satu pria hidung belang untuk menjelajahi tubuh Della lebih tepatnya Della di jual oleh kekasihnya sendiri hanya karena di butakan dengan uang yang sangatlah besar. Namun dia sangatlah beruntung karena pada saat itu ia berhasil menghubungi nomor sang kakak yang kebetulan ia tengah berkunjung di negara tersebut. Dan lebih beruntungnya lagi, Maxime datang disaat yang tepat dan menyelamatkan diri Della yang hampir tak memakai sehelai benang pun di tubuhnya.
Semburat kenangan masa lalu terus memenuhi pikiran Della saat ini hingga ia tak menyadari bahwa air matanya sudah membasahi kedua pipinya.
"Please tolong maafin gue Del. Gue dulu khilaf," tutur Dion sembari meraih kedua tangan Della.
"Khilaf? Khilaf sampai jual cewek lo sendiri. Lo dulu gak mikir gimana perasaan gue ketika lo sendiri yang ngumpanin tubuh gue ke lelaki hidung belang dan dengan seenak jidat, lo sekarang mau minta maaf sama gue atas apa yang udah lo lakuin dulu. Mikir Dion mikir karena kelakuan brengsek lo gue sempat kena depresi. Takut dengan semua orang yang ada di sekitar gue hingga orang tua gue, kakak adek gue pun gue takut." Della sudah tak kuasa membendung semua emosi yang sedari dulu ia pendam.
__ADS_1
"Gue dulu butuh banget uang Del, maaf." Dion menjongkokan tubuhnya di hadapan Della yang sudah nangis sesegukan.
"Sebutuh-butuhnya lo sama uang gak gitu juga caranya Dion." Teriak Della.
"Maaf Del, gue bener-bener minta maaf. Gue mau tebus semua kesalahan gue sama lo. Katakan apa mau lo sebisa mungkin gue turutin asalkan lo mau maafin gue." Dion menengadahkan kepalanya menatap wajah Della yang saat ini menatap lurus ke depan.
"Lo mau gue maafin kan," ucap Della tanpa melirik sedikitpun kearah Dion. Dengan segera Dion menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Pergi dari sini dan jangan pernah ganggu hidup gue lagi. Satu lagi jangan pernah lo nunjukin wajah lo dihadapan gue," tutur Della.
"Tapi gue masih suka sama lo Del. Selama ini gue belum bisa lupain lo."
"Udah terlambat Dion. Sejak kejadian itu pintu di hati gue buat lo udah gue hancurin dan jangan berharap kita bisa seperti dulu lagi," tutur Della lantang dan ia segera melepaskan genggaman tangan Dion yang sedari tadi menempel di tangannya.
Della segera melangkahkan kakinya menjauh dari Dion yang masih setia terduduk dilantai kamar mandi tersebut. Namun langkahnya terhenti ia kembali memutarkan tubuhnya kembali menghadap Dion.
"Dan satu lagi yang harus lo inget. Jangan pernah lo sia-siain pasangan lo yang sekarang bahkan di masa mendatang apalagi kejadian yang menimpa gue saat itu jangan sampai terulang lagi, jangan pernah berbuat kelakuan bejat lagi. Cukup gue yang pernah lo jual jangan sampai orang lain jadi korban selanjutnya." Setelah mengucapkan kata-katanya Della berlari kecil keluar dari kamar mandi tersebut sembari sesekali mengusap air matanya.
💜💜💜💜💜
Udah gak penasaran lagi kan hehehe 😂
HAPPY READING GUYS 😘
Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE and VOTE, hadiah juga boleh author ikhlas 🤠karena dengan kalian meninggalkan jejak sama saja telah membangkitkan dunia perhaluan author dan author bisa nulis dengan tenang 😂
Peluk cium dari author absurd 🤗😘 See you next eps bye 👋
__ADS_1