
Setelah melihat pesan dari Aiden, Della dengan segera beranjak dari duduknya. Namun baru dia akan membuka pintu, suara tangis triplets menghentikan langkahnya. Della menatap triplets yang juga tengah menatap dirinya dengan air mata yang mengalir di pipi mereka.
Della menghela nafas, hanya karena emosinya dengan membaca pesan dari Aiden lebih tepatnya pesan berupa foto Aiden tengah berduaan dengan perempuan membuat Della seketika melupakan triplets dan berniat meninggalkan mereka bertiga sendirian.
Della kembali menuju triplets dan menenangkan mereka terlebih dahulu.
"Maafin Mommy sayang," ucap Della menyesal.
Tak berselang lama para baby sitter triplets kembali lagi dengan membawa tas kecil mereka masing-masing untuk mengisi keperluan si baby.
Della kembali tersenyum kearah mereka.
"Kalian udah siap?" ketiga baby sitter tersebut mengangguk.
"Kalau sudah saya titip triplet ke kalian karena saya mau ambil tas dulu dikamar dan kalian tunggu di bawah!"
"Baik nyonya," ucap mereka. Setelah baby sitter keluar satu persatu dengan membawa triplets, Della bergegas menuju kamar pribadinya, mengambil tasnya dan mengganti baju sebelum menyusul mereka ke bawah.
Della terus menatap layar ponselnya yang tengah menampilkan keadaan dalam ruang kerja Aiden sembari berjalan. Della tersenyum meremehkan.
"Cih menjijikkan," ujar Della.
Tak terasa kaki jenjangnya menginjakkan anak tangga paling bawah. Della menghampiri keenam manusia beda usia tersebut.
"Langsung jalan aja yuk," ajak Della. Ketiga baby sitter tersebut menatap tampilan Della yang tak seperti biasanya hingga melongo.
"Lah kenapa kalian malah natap saya seperti itu?" tanya Della heran.
"Eh anu itu nyonya hmmmm nyonya cantik banget," ucap salah satu baby sitter tersebut.
"Terimakasih," ucap Della.
"Ya udah yuk. Keburu nanti Aiden udah makan siang lagi," sambungnya.
__ADS_1
Della berjalan menuju mobilnya diikuti ketiga baby sitter dan juga triplets yang sedang berada di gendongan mereka.
Mobil Della dengan perlahan meninggalkan pelataran rumahnya menuju kantor Aiden. Sesampainya dikantor Della memarkirkan mobilnya dan sebelum keluar dari dalam mobil, Della memakai kacamata hitamnya yang menambah kesan cool pada diri perempuan beranak empat itu.
"Jangan turun dulu. Sebelum saya suruh." Mereka pun mengangguk.
Della keluar dari mobil tersebut dan melakukan apa yang ia ingin lakukan. Setelah selesai dengan urusannya yang hanya diketahui oleh dirinya, Della memerintahkan para baby sitter keluar dengan triplets dan meletakkan ketiga babynya didalam stroller.
Dengan langkah anggun nan tegas Della memasuki lobi kantor Aiden. Banyak karyawan yang menunduk hormat kepadanya dan juga menatap dirinya dengan tatapan kagum. Memang sudah lama Della tak mengunjungi kantor sang suami setelah mereka menikah.
Della membalas sapaan mereka dengan senyum ramahnya. Mereka terus melangkah hingga sampai di lift khusus untuk para orang penting. Setelah didalam lift tersebut Della memencet tombol menuju lantai dimana ruangan Aiden berada.
Ting
Pintu lift terbuka. Della kembali melangkahkan kakinya. Suasana dilantai paling atas tersebut tampak sepi karena ini masih dalam waktu makan siang bagi karyawan. Ya walaupun lantai tersebut hanya ditempati oleh orang kepercayaan Aiden bersama sekertaris mereka saja.
Langkah Della terhenti ketika berada di depan pintu ruang Aiden. Della memutar tubuhnya menghadap baby sitter triplets.
"Kalian tunggu disini bentar ya!" dan lagi-lagi mereka hanya mengangguk menjawab ucapan dari Della.
"Yuk masuk," ucap Della sembari membuka lebar pintu tersebut dan tanpa bantahan ketiga baby sitter tersebut masuk dengan mendorong stroller yang berisi triplets.
Setelah memastikan mereka semua masuk, Della kembali menutup pintu tersebut rapat-rapat dan ia kembali mengajak baby sitter tersebut kedalam ruangan khusus yang Aiden siapkan untuk anaknya ketika berkunjung di kantornya.
Della mengambil kunci didalam tas yang ia bawa tadi dan membukanya.
"Kalian masuk dan jangan kemana-mana. Saya tinggal sebentar," ucap Della.
"Baik nyonya." Della menutup pintu tersebut dan bergegas kembali melangkahkan kakinya ke ruang rahasia Aiden.
Della menekan tombol dibalik lukisan yang ada di ruangan kerja Aiden yang membuat lemari buku disana bergerak dan menampilkan pintu dibaliknya.
Della mengatur nafasnya sebelum ia membuka pintu tersebut dengan kunci cadangan yang ia bawa. Dengan sangat hati-hati Della berhasil membukanya.
__ADS_1
Dan betapa marahnya dia ketika melihat Aiden tengah berada di ranjang dengan wanita murahan yang tengah membuka satu persatu kancing kemeja Aiden.
Della menyilangkan kedua tangannya di depan dada sembari mendekati mereka berdua. Namun entah langkah Della yang terlalu lembut atau kuping mereka yang sedang bermasalah hingga mereka berdua tak mendengarnya bahkan tak merasakan kehadiran Della disana.
Della terus menatap kearah mereka berdua dengan santai walaupun didalam hatinya sudah ingin membunuh mereka berdua lebih tepatnya perempuan tersebut karena Aiden sekarang tak merespon pergerakan dari wanita yang selalu menginginkan sentuhan darinya karena mata Aiden sekarang tengah terpejam dengan tenang.
Kancing kemeja Aiden sudah terbuka semua. Wanita tadi mengalihkan tangannya kebagian perut sixpack Aiden dengan senyum mesumnya. Dan ketika ia ingin memulai aksinya dengan mendudukkan tubuhnya di atas tubuh Aiden, deheman Della mengharuskan aksinya yang kurang sedikit lagi tersampaikan terhenti. Wanita tadi mengalihkan pandangannya dengan sebal kearah Della dan segera turun dari ranjang mentap Della dengan berani.
"Sudah puas kah bermainnya?" tanya Della.
"Kamu siapa? main masuk keruangan orang tanpa permisi dan dengan lancangnya masuk kedalam kamar atasan. Pergi sekarang!" Della tersenyum smirk.
"Terus anda sendiri siapa? Apakah tak ada kaca disini?" Wanita tersebut menatap remeh kearah Della.
"Wah berani sekali kamu meremehkan aku yang berstatus istri dari bos kalian yaitu Aiden." Della nampak kaget namun ia tak memperlihatkan ekspresi tersebut.
"Oh ya. Memangnya nama anda siapa?"
"Cih namaku tak perlu kamu tau. Sekarang cepat keluar dari sini sebelum saya pecat kamu dari kantor ini!" usirnya lagi.
"Apakah nyonya Aiden tak punya nama atau malu dengan nama sendiri sehingga tak mau memberitahu dengan karyawannya sendiri yang akan menghormati anda." Wanita tersebut tampak berdecak.
"Kamu boleh panggil dengan sebutan nyonya Putri," ucapnya sombong. Della tersenyum.
"Setahu saya nama istri tuan Aiden adalah Fredella kenapa sekarang ganti nama menjadi Putri eh maaf nyonya Putri," tutur Della dengan menekankan kata nyonya. Wanita tersebut nampak kelabakan untuk mencari alasan.
"Aku calon Aiden. Toh bentar lagi mereka berdua akan bercerai," ucapnya dengan memainkan kuku jarinya.
"Wah benarkah?" Putri menatap Della dengan malas.
"Ck banyak tanya sekali kamu ya. Keluar sekarang atau aku seret biar kamu keluar dari sini." Della tak bergeming dan hanya menatap Putri dengan tatapan mematikan dibalik kacamata hitamnya.
__ADS_1
Mommynya triplets nih yang siap membasmi hama penyakit perpelakoran 😂 Dan katanya Mommy Della kalian harus meninggalkan jejak kalian dengan cara LIKE, VOTE, dan kasih hadiah yang banyak ya, jangan lupa kasih bintang 5 🤠SEE YOU NEXT EPS BYE 👋