
Sedangkan di dalam kamar mandi, Della tengah berendam dengan air hangat dengan busa yang sangatlah banyak dan sesekali memainkannya menjadi gelembung kecil sungguh masa kecil kurang bahagia.
Disisi lain Aiden tengah merebahkan dirinya di atas kasur king sizenya tanpa memperdulikan suara gemericik air di dalam kamar mandinya. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan batin Aiden sembari menutup matanya.
1 jam sudah Della bertapa di dalam kamar mandi ia pun sudah selesai sekarang dengan ritualnya dan kini ia hendak memakai pakaiannya namun ia tersadar bahwa dia ke Inggris tidak bawa sehelai pun pakaian kecuali yang ia kenakan tadi. Della menepuk jidatnya pelan.
"Astaga kenapa bisa lupa sih, mana baju yang tadi udah basah semua lagi ish cantik cantik pikun lo Del," gerutu Della. Ia pun memberanikan diri membuka pintu kamar mandi dengan mengenakan handuk yang hanya menutupi bagian dada sampai diatas lututnya.
Della melihat sekeliling ruangan itu memastikan bahwa tidak ada satu orang pun bahkan seekor hewan pun di dalam kamar itu saat ini, namun kenyataan berkata lain matanya kini menatap seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Aiden yang tengah berbaring diatas tempat tidur dengan segera Della masuk kembali ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya dengan keras membuat Aiden terbangun dari tidur singkatnya.
Aiden mengerjab ngerjabkan matanya mencoba mengumpulkan nyawanya sedikit demi sedikit, setelah nyawanya benar benar terkumpul ia berjalan mendekati kamar mandi dan mencoba membuka pintunya namun tak bisa karena terkunci oleh Della dari dalam.
"Ck kok bisa kekunci sih dan siapa tadi yang nutup pintu ini dengan kencang, mengganggu tidur ganteng gue aja," gerutu Aiden yang masih berusaha untuk membuka pintu tersebut.
Sedangkan Della didalam hanya bisa diam memikirkan cara supaya dia bisa keluar dari kamar mandi ini dengan memakai pakaian lengkap.
"Dah lah gue dobrak aja nih pintu," ucap Aiden.
Della yang mendengar ucapan Aiden tadi menjadi panik seketika.
"Gimana dong gue cuma pakai ginian doang lagi tar kalau pak Aiden lihat terus khilaf gimana, ish kenapa tadi gak mikir mikir dulu sih kalau mau mandi main nyelonong aja, jadinya kan bingung sendiri, arkh dasar pabo," ucap Della lirih.
Brak, pintu sudah mulai di dobrak oleh Aiden namun masih gagal. Della terus berfikir dan akhirnya ia memutuskan untuk, "Pak Aiden stop," teriak Della dari dalam yang mampu menghentikan dobrakan Aiden.
Aiden mengerutkan keningnya ketika ia mendengar teriakan seseorang dari dalam kamar mandinya dan suaranya tampak familiar buat dirinya. Ia menajamkan pendengarannya untuk memastikan benar atau tidak tadi teriakan seseorang atau malah hantu penunggu apartemen.
"Pak Aiden," panggil Della kembali setelah ia tak mendengarkan dobrakan atau suara Aiden yang menyauti teriakannya tadi.
__ADS_1
"Della, ngapain kamu ada di dalam kamar mandi saya?" ucap Aiden lantang yang membuat Della bernafas lega ternyata benar yang mendobrak tadi Aiden bukan makhluk halus sama seperti yang di pikirkan Aiden tadi.
"Mandi lah pak," ucap Della.
"Iya saya tau, maksud saya kenapa kamu mandi di kamar saya."
"Ya kan saya gak tau kalau ini kamar bapak," ucap Della tak mau kalah.
"Makanya tanya dulu jangan asal masuk aja, untung ini kamar saya kalau orang lain tamat riwayat mu Del," ucap Aiden.
"Ck iya iya maaf, bawel amat sih jadi orang."
"Apa yang kamu bilang saya bawel? Ngaca Del ngaca disitu ada kaca kan," Della berdecak sebal dengan sindiran dari bosnya tadi, dia tau dan sadar kalau dia lebih bawel dari orang orang di sekitarnya.
"Ck terserah bapak aja lah, mending sekarang bapak beliin saya baju, uangnya nanti saya ganti kok pak beneran deh suer tapi untuk sekarang pakai uang bapak dulu ya karena tas saya kan masih di ruang tamu," ucap Della yang tidak mengetahui kalau Aiden sudah tidak ada di tempat tadi, yap Aiden sudah keluar dari kamarnya menuju ruang tamu untuk mengambil paper bag yang tadi ia lupa untuk diberikan ke Della dan segera membawanya ke kamarnya.
"Berisik," ucap Aiden yang sudah berdiri di depan pintu.
"Bapak tadi kemana? Kok gak jawab omongan saya," tutur Della.
"Ck, kepo banget sih kamu Del, buka dulu pintunya."
"Gak mau lah orang saya cuma pakai handuk doang, bapak jangan modus ya nyuruh nyuruh saya keluar segala tar kalau saya keluar beneran bapak hap lagi, terus nanti khilaf gimana coba," Aiden mendengus kasar mendengar ucapan Della yang selalu berfikir negatif tentangnya.
"Otak kamu negatif mulu Del."
"Ya gimana gak negatif coba kalau bapak tiba tiba minta di bukain pintu dengan posisi saya yang begini."
__ADS_1
"Ck saya gak doyan sama tubuh kecil kamu itu, saya cuma mau ngasih baju buat kamu," Della mengerutkan bibirnya ketika tubuhnya di bilang kecil padahal ia merasa bahwa tubuhnya itu sebelas dua belas dengan model model di luar sana.
Dengan segera Della membuka pintunya sedikit dan menjulurkan tangannya untuk mengambil paper bag dari Aiden. Aiden yang melihat tingkah Della hanya bisa menggelengkan kepalanya dan segera menaruh paper bagnya tadi ke tangan Della. Setelah Della menerima paper bag tadi ia segera menutup kembali pintunya sedangkan Aiden ia kembali melangkah menuju kasurnya kembali.
Belum juga Aiden mendudukan tubuhnya di atas kasur, suara Della sudah terdengar kembali.
"Pak Aiden!" teriak Della kencang, Aiden memejamkan mata, sabar batinnya. Dengan segera Aiden berjalan kembali kearah kamar mandi.
"Jangan teriak teriak Della, ini sudah tengah malam gak enak sama tetangga apartemen kalau kamu teriak gitu terus," ucap Aiden geram.
"Ini maksudnya apaan pak, bapak beliin saya pakaian kurang bahan kayak gini, bisa masuk angin saya nanti kalau makai baju ini," ucap Della tanpa keluar dari kamar mandi.
"Ck bawel banget sih tinggal pakai aja, saya capek Del, mau istirahat pakai aja itu buat sementara waktu, jangan protes mulu dan jangan teriak teriak lagi, paham," ucap Aiden sembari berjalan kembali ke arah kasur, sumpah ia sekarang mondar mandir seperti setrikaan saja batin Aiden.
Sedangkan Della ia masih membolak balikkan pakaian yang saat ini ia pegang.
"Ini pakaian siapa sih yang buat bener bener pemalas banget atau kekurangan dana sampai sampai gak diterusin dan langsung di jual gitu aja, ish yang benar aja gue pakai beginian, tapi kalau gak di pakai masa iya gue handukan gini terus sampai pagi, haish dahlah gue pakai aja," ucap Della sembari memakai pakaian tersebut, setelah selesai Della menyempatkan untuk berkaca dan dia tampak kaget dengan bayangannya sendiri.
"Gila gue juga bisa seksi gini ternyata, tapi kok liatnya gue jadi ngeri sendiri sih," gerutu Della menatap dirinya dari atas hingga bawah dari pantulan kaca di depannya.
πππππ
HAPPY READING GUYS π
Author absurd gak mau bacot hari iniπ
Jangan lupa LIKE and VOTE, biar author tambah semangat lagi nulisnya π€
__ADS_1
Peluk cium dari author absurd π€π See you next eps bye π