My Bos CEO

My Bos CEO
72


__ADS_3

Della masih terlihat linglung antara percaya dan tidak. Hingga teriakan Airen menyadarkan dirinya.


"Terima Del. Jangan lama-lama keburu laper akunya," ucap Airen entah dimana sekarang ia bersembunyi.


"Buruan dek, keburu Abang mau ketoilet ini," ucap seorang pria yang familiar buat Della. Yap itu tadi suara Maxime sang kakak.


"Terima terima terima terima," teriak kedua belah pihak keluarga ditambah juga Rina yang Della cari di setiap sudut rumahnya tadi eh rupanya malah ikut memberinya kejutan. Tak lupa dengan sahabat Della dan Aiden yang ternyata juga ada disana. Mereka pun perlahan menampakkan dirinya dari balik tubuh para dancer yang tak kunjung pergi.


Della menatap setiap orang disana. Keluarganya kesini semua dan apa tadi ia tak salah dengar kalau Airen menyuruh dirinya untuk menerima lamaran Aiden bukannya dia itu pacarnya kenapa malah mendukungnya. Sebenarnya ini gimana? Della sungguh di buat bingung dengan semua ini. Ia bahagian tentunya tapi masih ada rasa penasaran di hatinya.


"Fredella Genoveva, Will You Marry Me?" Ucap Aiden sekali lagi.


"Tapi Airen," ucap Della.


"Nanti aku jelaskan. Sekarang jawab pertanyaan lebih tepatnya pernyataanku ini," ucap Aiden.


Della masih termenung memikirkan apa jawaban yang akan ia berikan kepada Aiden.


"Sekali lagi ini dari hatiku yang paling dalam. Fredella Genoveva will you marry me?" Ulang Aiden. Della nampak menarik nafasnya sebelum meyakinkan hatinya dan menjawab ucapan Aiden yang Della lihat adanya keseriusan di diri Aiden bukan lagi untuk main-main.


"Maaf aku gak bisa," tutur Della membuat semua orang yang tadi semangat meneriaki untuk menerima lamaran Aiden pun diam. Begitu juga dengan Aiden ia merasa lemas di sekujur tubuhnya dan ketika ia menurunkan kotak cincin dari hadapan Della dan ketika hendak berdiri tiba-tiba suara Della terdengar kembali di telinganya.


"Maksudnya aku gak bisa nolak lamaran kamu Aiden William Abhivandya," ucap Della sembari tersenyum. Aiden pun mendangakan kepalanya menatap wajah Della.


"Jadi?" tanya Aiden memastikan.


"Yes I Will," ucap Della sembari terus tersenyum. Semoga ini pilihan yang tepat untuk kedepannya.


Aiden pun tersenyum lebar dan memasang cincin tersebut ke jari manis Della diiringi dengan sorakan setiap orang disana yang ikut berbahagia. Aiden berdiri dari duduknya dan seketika ia merengkuh tubuh Della, memeluknya dengan sangat erat. Della pun membalas pelukan tersebut dengan air mata bahagia yang tak kuasa ia bendung lagi.


Hari ini ia melupakan semua kemarahan yang Aiden buat sebelumnya. Aiden pun berjanji pada dirinya sendiri ia akan menceritakan apa penyebab ia menghilang tanpa kabar kepada Della.


"Thanks sayang," ucap Aiden sembari melonggarkan pelukannya, setelah itu ia menyatukan dahi dan hidung mancung keduanya.


"Selamat ya sayang. Anak Mommy sekarang udah besar ternyata gak lama lagi sudah menjadi istri orang," ucap Mommy Geva yang berhasil memisahkan Keduanya.

__ADS_1


Della tersenyum manis dan berhamburan kepelukan Mommy tangis pun kembali pecah.


"Ini Della gak mimpi kan Mom?" Tanya Della yang masih setia didalam pelukan Mommynya. Mommy Geva pun mencubit lengan Della yang membuat sang empu melepas pelukannya dan mengelus lengannya.


"Sakit Mom," gerutu Della.


"Masih percaya gak kalau ini nyata bukan mimpi?" Tanya Mommy Geva. Della pun menggelengkan kepalanya. Baiklah sekarang ia percaya bahwa semua ini nyata.


"Daddy gak dipeluk nih," ucap Daddy Geno. Della pun bergantian memeluk Daddynya.


Sesi peluk memeluk pun terus berjalan mulai dari Mommy dan Daddy Della serta Mama dan Papa Aiden. Tak lupa juga kedua kakak dan adiknya. Kini Della berpindah untuk memeluk tubuh Airen yang keasikan makan ditengah suasana haru ini.


"Eh lupa bentar, aku habisin makanan ini dulu nanggung," ucap Airen namun ketika ia ingin menyuap lagi makanan tersebut Aiden lebih dulu menyautnya. Airen mendelik menatap Aiden.


"Nanti lagi makannya," tutur Aiden. Airen pun mencebikkan bibirnya dan bergegas menuju Della.


"Hai Kakak ipar. Peluk dulu sini," ucap Airen sembari berhambur kepelukan Della.


"Kakak ipar?" Tanya Della.


"Iya, kan kamu sebentar lagi mau nikah sama saudara kembar aku," ucap Airen.


Airen yang melihat wajah bingung Della pun mengajaknya untuk duduk terlebih dahulu bersamaan dengan itu semua orang yang ada disana kembali menyibukkan diri mereka sendiri. Hanya tinggal Airen, Aiden dan Della yang tengah berbicara serius.


"Sebelumnya kenalin nama lengkapku Airen Wilza Abhivandya. Saudara kembarnya Aiden lebih tepatnya Adik tapi hanya selisih 3 menit doang kok. Dan kenapa waktu itu aku yang angkat telfon kamu di ponsel Aiden karena saat itu kita beserta Mama dan Papa tengah meminta kamu dari Mommy and Daddy untuk dijadikan istri Aiden dan Alhamdulillah niat baik kita diterima dengan baik pula oleh keluarga kamu. Lebih herannya lagi ternyata aku kuliahnya sama dengan tanah kelahiranmu Rusia." Teriak Airen histeris ketika menyebutkan negara Rusia. Della mengangguk kepalanya, pantas saja waktu itu ada suara yang familiar di telinganya seperti suara sang Mommy.


"Dan masalah di rumah sakit itu kenapa aku ngenalin diri sebagai pacar Aiden karena biar dia juga tau gimana rasanya di gituin. Aku udah beberapa kali di gituin, Aiden sering ngaku sama cowok yang aku suka dan lagi pdkt bahkan lebih parahnya udah jadi pacar aku bahwa dia tunangan aku bahkan ngaku sebagai suami. Nyebelin kan," ucap Airen sembari melempar Aiden yang ada disampingnya Della dengan sendok yang ada di atas meja tak jauh darinya.


"Owh jadi kamu pembalasan gitu," tutur Della.


"Iya lah biar dia juga ngerasain apa yang aku rasain. Ditinggal orang yang kita sayangi hanya gara-gara keisengan curut satu itu. Eh untungnya kamu gak ninggalin beneran kalau kamu sampai hilang dari dia, aku yang bakal dia bunuh," ucap Airen lagi.


"Hah kok bunuh?"


"Dia ngancam aku kalau kamu ninggalin dia aku yang akan di habisin mana ngancemnya pakai tatapan maut lagi siapa juga yang gak menciut nyalinya. Emang dasar tak berperikekembaran," ucap Airen.

__ADS_1


Della menatap Aiden yang sok cool di sampingnya.


"Jangan gitu lagi. Terus sekarang aku mau tanya sama kamu. Kenapa pergi gak bilang? Mana bohong lagi," ucap Della.


"Ya kalau bilang sama kamu namanya gak surprise dong," ucap Aiden sembari tersenyum.


"Ya tapi kan jangan bohong juga sampai buat aku sakit lagi gara-gara mikirin kamu kemana," ucap Della.


Aiden yang merasa gemas dengan Della pun menangkup kedua pipi Della.


"Maaf sayang," ucap Aiden gemas. Ah rasanya ia bener-benar rindu dan tak ingin membiarkan Della lepas lagi dari genggamannya.


Airen yang merasa jadi obat nyamuk pun mendengus sebal.


"Nasib jomblo ya gini nih. Liat yang uwu didepan mata tapi gak bisa di praktikin yang dia lihat ke pasangannya," gerutu Airen yang bisa di dengar oleh Aiden dan Della.


"Pasangan aja gak ada gimana mau praktikin coba," balas Aiden. Airen menatap Aiden sinis.


"Mana bisa punya pasangan kalau lagi pdkt aja kamu gangguin," ucap Airen gemas ingin memukul kembarannya itu yang tak menampakkan wajah bersalah sama sekali.


"Tenang kalau sekarang aku gak gangguin kamu lagi," tutur Aiden.


"Awas aja kalau gangguin aku cari pasangan lagi. Della aku culik dan aku hasut biar gak ketemu sama kamu lagi," ucap Airen.


"Berani nyulik Della. Kamu aku coret dari kartu keluarga." Airen memanyunkan bibirnya tak terima dan segera beranjak dari duduknya meninggalkan dua sejoli yang tengah berbahagia itu.


Della menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran saudara kembar yang hanya beda beberapa menit saja. Yang sama-sama iseng, jahil dan gak ada yang mau ngalah. Upin Ipin di kehidupan nyata, batin Della.


πŸ’œπŸŒΌπŸ’œπŸŒΌπŸ’œ


HAPPY READING GUYS 😘


Dah gak ada teka teki absurd lagi sekarang. Selamat menunaikan ibadah puasa πŸ€— Marhaban ya ramadhan πŸ™


Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE and VOTE, hadiah juga dong 🀭

__ADS_1


Peluk cium dari author absurd πŸ€—πŸ˜˜ See you next eps bye πŸ‘‹


__ADS_2