My Bos CEO

My Bos CEO
Extra Part 8


__ADS_3

Aiden tersenyum karena reaksi yang ditimbulkannya oleh Della. Sedangkan Della menatap benda yang menggantung ditangan Aiden tanpa berkedip.


Aiden mencolek dagu Della untuk menyadarkan sang istri.


"Kedip sayang," ucap Aiden sembari membenarkan posisi duduknya.


"Ini?"


"Kenapa? Bukannya kamu dulu sangat menginginkan ini sampai-sampai harus bertengkar sama aku buat dapetin kalung ini?' Della mengalihkan pandangannya ke Aiden. Aiden tersenyum sebelum tangannya terulur untuk memakaikan kalung dengan liontin snow yang dulu pernah mereka berdua perebutkan. Yap kalung yang menjadi tanda pertemuan mereka pertama kali walaupun dulu diawali dengan pertengkaran namun sekarang malah menjadi suami istri yang selalu membangun kebahagian dengan cara mereka sendiri dan menghindari yang namanya pertengkaran.


"Cantik," ucap Aiden setelah kalung tersebut terpasang indah dileher jenjang milik Della. Della menundukkan kepalanya dan memegangi liontin tersebut.


"Suka?" tanya Aiden. Della menegakan kepalanya dan menatap Aiden dengan senyum yang mengembang.


"Banget. Thanks sayang," ucap Della. Aiden menganggukkan kepalanya kemudian ia merentangkan tangannya. Della yang mengerti maksud dari suaminya itu langsung berhambur ke dekapan hangat Aiden. Menjadikan dada bidang sang suami untuk bantalan kepalanya.


Aiden memeluk tubuh sang istri dengan sangat erat sembari mengelus rambut lurus milik Della.


"Sebenarnya aku mau ngasih kalung ini tuh udah lam sejak waktu aku ngelamar kamu dulu tapi kalung ini sempat hilang lebih tepatnya aku lupa naruh dan baru beberapa hari ini ditemuin Mama dikamar aku jadi ya baru bisa hari ini ngasih ke kamu. Maaf ya sayang," tutur Aiden.


Della mendangakan kepalanya, menatap wajah Aiden yang tengah menatap dirinya.


"Tak apa sayang. Tapi masih ada satu yang menghantui pikiranku saat ini." Aiden mengernyitkan dahinya.


"Apa?'


"Kenapa dulu kamu gak mau ngalah sama aku buat dapetin kalung ini?" tanya Della.


"Hmmm entahlah. Aku juga gak tau sayang karena waktu pertama kali aku lihat kalung itu seketika aku langsung jatuh cinta dan apa pun akan aku lakukan supaya bisa dapat kalung ini. Dan jika saat itu aku gak lihat kalung ini dan gak minat. Mana bisa kita buat cerita untuk masa depan tentang pertemuan pertama kita yang sangatlah gak mengenakan. Mana dulu dilihatin banyak orang lagi dan kaki aku jadi korban injakan maut dari kamu," tutur Aiden sembari mengingat kembali moments lucu mereka.


"Bener juga sih. Kalau tau ujung-ujungnya kalung ini buat aku, aku mungkin dulu mau ngalah dan kita gak bakal ribut," ucap Della.


Aiden mencubit gemas hidung Della.

__ADS_1


"Ya kan dulu kita gak tau kalau di masa depan bakal jadi suami istri bahkan sekarang udah punya buntut tiga," tutur Aiden dan diangguki oleh Della.


"Iya ya. Aku masih gak nyangka aja bisa jadi istri kamu. Terimakasih sayang udah milih aku jadi pendamping hidup kamu untuk selamanya gak ada yang boleh gantiin aku sampai kapanpun." Aiden tersenyum dan mengecup puncak kepala Della.


"Gak akan sayang tenang aja. Aku gak ada niatan dan gak akan pernah punya niatan buat gantiin posisi kamu dihatiku karena kamu tuh udah jadi my perfect wife dan juga perfect Mom buat anak-anak kita." Della yang mendapat pujian dari Aiden pun tersipu malu sehingga wajahnya ia tenggelam di dada Aiden. Aiden terkekeh dengan sikap malu-malu Della.


"Btw sayang. Aku tadi udah bilang sama triplets." Della kembali menatap wajah Aiden.


"Bilang apa?"


"Bilang kalau mereka mau punya dedek bayi," ucap Aiden sembari menaik turunkan kedua alisnya.


Sedangkan Della, ia menggelengkan kepalanya kemudian membenarkan posisi tidurnya bukan lagi di dada Aiden melainkan di samping Aiden.


"Terus gimana reaksi mereka?" tanya Della penasaran.


"Seperti yang kamu dengar tadi kalau mereka cuma teriak Daddy gitu aja." Della menganggukkan kepalanya.


"Apanya yang jadi?" tanya Della tak paham.


"Ya jadi gimana kalau malam ini kita buat Adik untuk mereka," kata Aiden yang sudah mengunci pergerakan dari Della.


"Ck ngomong aja kalau mau jatah. Gak usah pakai alasan buatin Adik untuk triplets. Dasar," ucap Della sembari tersenyum.


"Hehehehe ya kan buat basa-basi aja sayang. Jadi gimana nih boleh gak?" tanya Aiden memastikan. Della tersenyum dan mengangguk malu.


Aiden yang sudah mendapatkan persetujuan dari sang istri pun akhirnya melancarkan aksinya. Mengecup bibir Della hingga kecupan tersebut berganti menjadi lebih dalam dan liar. Tangan yang tadi digunakan untuk mengunci pergerakan Della kini selalu berpindah-pindah tempat menjelajahi seluruh tubuh Della yang bahkan sekarang sudah polos tanpa sehelai kain. Mereka saling mencumbu satu sama lain hingga hasrat mereka meminta untuk lebih dalam lagi. Namun baru saja Aiden ingin bercocok tanam, suara gedoran pintu dan teriakan triplets menggema dari luar.


Della segera mendorong tubuh Aiden dan segera memakai pakaiannya sebelum kakinya melangkah mendekati pintu.


"Sial. Anak kurang ajar. Ganggu orang mau enak-enak. Arkh padahal udah di ujung ini, Shit," batin Aiden penuh umpatan. Wajah Aiden pun sudah memerah menahan hasratnya yang tak terpenuhi.


Pintu kamar mereka pun terbuka dan menampilkan ketiga bocah dengan mata sayu.

__ADS_1


"Kenapa kalian kesini sih?" tanya Aiden yang sudah berpakaian seperti semula.


"Kita mau tidur sama Mom dan Daddy," ucap Azlan dan tanpa persetujuan dari orangtuanya, triplets langsung masuk kedalam dan merebahkan tubuhnya mereka dikasur king size tersebut. Untung saja kasur tersebut sangat luas yang mampu menampung 5 orang nantinya disana. Tapi tak untung bagi Aiden saat ini. Raut wajahnya kini sudah masam dan helaan nafas beberapa kali terdengar oleh Della. Ia pun segera ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya sendirian tanpa menoleh ke Della maupun triplets yang sudah terpecam kembali.


Della menggigit bibir bawahnya. Ia tau perasaan yang Aiden rasakan saat ini tapi mau bagaimana lagi kalau triplets sudah mulai beraksi.


Della mendekati ketiga anaknya dan mengecup kening mereka secara bergantian. Setelah itu ia beranjak dari duduknya.


"Mom mau kemana?" tanya Erland yang malah kembali membuka matanya. Della menghela nafas panjang.


"Mom mau buang air besar dulu ya. Kamu lanjutin boboknya." Erland pun menganggukkan kepalanya dan baru selangkah, kakinya harus terhenti lagi.


"Daddy kemana Mom?" tanya Erland lagi.


"Hmmm anu itu Daddy lagi di ruang kerja nyelesain kerjaannya yang ketunda katanya. Jangan ganggu Daddy! Lanjut bobok aja besok kamu harus sekolah," ucap Della. Erland pun mengangguk dan kembali menutup matanya.


Setelah memastikan Erland kembali dialam mimpi, Della segera bergegas menuju kamar mandi.


"Sayang bukain pintunya," ucap Della lirih namun masih bisa di dengar oleh Aiden. Dengan malas Aiden membuka pintu tersebut dan hanya memunculkan kepalanya saja.


"Kenapa?" tanya Aiden tanpa ekspresi. Della tak menjawab pertanyaan dari Aiden. Ia memilih untuk mendorong pintu tersebut dan berusaha masuk kedalam. Setelah berhasil masuk, Della segera mengunci pintu kamar mandi dan menghidupkan shower dan juga saluran air lainnya yang berada disana. Della memajukan dirinya hingga tak ada jarak diantara dia dan Aiden. Aiden memincingkan matanya.


"Mau lanjutin yang tadi apa gak?" tanya Della namun Aiden tak menjawab ucapannya.


"Ck kalau gak mau ya udah aku keluar lagi deh dari sini." Della berjalan kembali menuju pintu tersebut dan ketika tangannya hendak membuka kunci. Aiden lebih dulu memeluk tubuh Della dari belakang.


"Ck tega banget sih kamu lihat suami tersiksa gini. Tanggung jawab lah," ucap Aiden. Della memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan tubuh Aiden. Della tersenyum dan kemudian kakinya ia jinjitkan sehingga bibir ranum miliknya mampu meraih bibir Aiden. Aiden yang mendapat serangan dari Della pun tak akan menyia-nyiakan waktunya lagi. Ia kini membalas setiap permainan Della hingga malam panjang mereka berdua pun terlaksana di dalam sebuah kamar mandi diiringi dengan suara gemericik air untuk mengelabuhi suara mereka berdua yang saling beradu dan yang pasti triplets tak mendengar apa yang sedang dilakukan oleh kedua orangtuanya disana.


...*****...


Extra part ini sebenarnya di upload tanggal 9/7/2021 tapi entahlah kayaknya ada masalah di pihak noveltoonnya jadi baru ke up sekarang. Maaf ya sayang-sayangku kalau harus menunggu lama🤗


Dan Author juga mau mengingatkan ke kalian untuk berkunjung di cerita author yang judulnya "Young Mother" author tunggu kehadiran kalian semua disana 🤗

__ADS_1


__ADS_2