
Paginya masih di tempat yang sama Aiden sekarang tengah bersiap diri untuk menuju ke suatu tempat. Aiden keluar dari kamarnya menuju kearah dapur untuk sarapan pagi.
"Tumben udah bangun," ucap gadis yang sama seperti kemarin. Aiden mendengus sembari mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.
"Pakai pakaian juga rapi banget. Mau kemana?" Tanya gadis itu mengintimidasi.
"Mau ke rumah seseorang," ucap Aiden dengan melahap sandwich di depannya.
"Rumah siapa?"
"Kepo," tutur Aiden dengan mulut yang penuh dengan makanannya.
Aiden pun segera melahap habis sandwich tadi dan segera beranjak dari duduknya.
"Ikut," ucap gadis tadi saat Aiden hendak membuka pintu apartemen.
"Gak usah kamu disini saja." Aiden kemudian membuka pintu tersebut hingga ia menghilang dari hadapan gadis tersebut yang saat ini tengah memanyunkan bibirnya.
"Nyebelin. Dari dulu gak berubah tetap menyebalkan," gerutu gadis itu yang memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
Disisi lain Della sudah berkutat dengan laptopnya. Matanya yang membengkak akibat kurangnya jam tidur membuat Della sedikit pusing. Namun ia harus tetap bekerja untuk mengalihkan pikirannya tentang Aiden yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak sedikitpun bahkan ia kemarin sempat tanya ke Bisma sepulang mereka kerja namun Bisma juga tak mengetahui keberadaan Aiden malah ia yang di interogasi masalah hubungannya dan Aiden. Dan hari ini sepulang ia bekerja Della akan kerumah Aiden bertanya kepada Mama Yoona adalah jalan pintasnya.
Della mendengus sembari memejamkan matanya. Pusing yang melanda dirinya kini kian menjadi apalagi sejak kemarin ia tidak makan sama sekali sungguh itu sangat menyiksa dirinya sendiri.
"Huh. Ayolah Del, lo pasti kuat," ucap Della menyemangati dirinya sendiri.
Tok tok tok. Della menegakan dirinya ketika mendengar ketukan pintu di ruangannya. Ia akan bersikap seolah di baik-baik saja.
"Masuk!" Perintah Della. Tak lama pintu pun terbuka dan menampakkan wajah Tania yang semakin cantik setelah menyandang gelar nyonya Reiki.
"Lho kok udah pulang honeymoonnya?" Tanya Della penasaran. Bukanya Tania dan Reiki akan bulan madu satu minggu kenapa sekarang mereka sudah kembali dalam waktu cuma empat hari dari keberangkatan mereka?
"Emang udah jadwalnya pulang cantikku," jawab Tania sembari duduk di depan Della.
"Bukannya kemarin lo bilang mau honeymoon satu minggu," ucap Della masih dalam mode kepo.
"Ck gue tuh kasihan sama lo tau gak sih. Lo pasti capek ngerjain kerjaan lo sendiri ditambah sama kerjaan gue. Sampai muka lo pucet gitu," tutur Tania sembari menelisik wajah Della dengan detail.
"Eh bentar pucet kan sama dengan." Tania menggantung ucapannya. Setelah itu ia membelalak matanya dan segera berjalan kearah Della. Memeriksa suhu tubuh Della dengan telapak tangannya.
"Sumpah Del. Lo panas banget," ucap Tania khawatir.
__ADS_1
"Ck lebay deh Tan. Orang suhu badan gue normal kok. Tangan lo aja kali yang panas jadi mempengaruhi jidat gue yang jadi panas sekarang," ucap Della.
"Gak kok, tangan gue gak panas. Dah lah jangan alasan kalau lo sakit gak usah kerja kenapa sih. Izin satu hari aja juga bakal dikasih sama Aiden. Kalau dia marah suruh hadepin gue," ucap Tania menggebu-gebu.
"Percuma Tan gue izin. Orang Aidennya sejak kemarin menghilang," ucap Della lemah.
"Lho emang kemana?" Tanya Tania penasaran.
"Entahlah gue juga gak tau."
"Lah bukannya lo sekertarisnya kok gak tau dia kemana."
"Ck sadar Tan sadar, gue cuma sekretaris bukan emaknya atau orang spesial di hati dia ya wajar lah kalau Aiden gak ngabarin gue dia kemana," ucap Della.
"Lah bukannya lo juga merangkap sebagai calon istrinya. Jadi lo itu orang spesial dong buat hidupnya kenapa gak ngabarin coba." Della mengeratkan keningnya. Dari mana Tania tahu tentang ia jadi kandidat tunangan Aiden bukannya selama ini ia tak pernah cerita ke siapapun.
"Calon istri?" tanya Della memastikan.
"Iya, kan lo udah dilamar sama Aiden waktu di London kan?"
"Kok lo tau?" Bukannya menjawab Della kembali bertanya.
"Dari siapa lo tau semua ini?" tanya Della mengintimidasi.
"Reiki," ucap Tania polos.
"Pak Reiki tau dari siapa?"
"Ya dari Aiden sendiri lah yang waktu itu dia cerita ke Reiki masalah dia ngasih cincin ke lo sebagai tanda kalau lo jadi calon istrinya," ucap Tania dan kemudian ia mengerutuki mulutnya yang sudah keceplosan bercerita tentang hubungan Della dan Aiden. Padahal Aiden sudah mewanti-wanti dirinya untuk tak bilang ke siapapun karena Della belum siap mempublikasikan hubungan mereka.
Della memijat pangkal hidungnya. Sudahlah ini juga lama kelamaan semua orang juga bakalan tau hubungan mereka. Tapi ia jadi takut jika hubungannya sudah di publish malah nantinya akan berakhir secara sadis.
"Sudahlah jangan bahas itu lagi dan ada apa lo kemari?" Tanya Della mengalihkan perhatian Tania yang sedari tadi memukul pelan bibirnya.
"Hehehe gak papa juga kali Del kalau gue tau hubungan lo sama Aiden gue dukung kalian berdua supaya cepat menyusul ke pelaminan." Della mengangguk kepalanya singkat menanggapi ucapan Tania yang hatinya sendiri pun saat ini tengah ragu akan keseriusan Aiden.
"Reiki nyuruh lo keruangan dia," ucap Tania kembali.
"Buat apa?" Tanya Della.
"Mana gue tau," ucap Tania sembari berjalan keluar dari ruangan Della.
__ADS_1
"Ck tungguin gue lah Tan," ucap Della yang memaksakan diri untuk berdiri dengan langkah gontai ia menyusul Tania.
Hingga mereka berdua sampai di depan pintu ruangan Reiki. Tania pun segera mengetuk pintu tersebut dan membukanya lebar.
"Lo masih kuat jalan kan Del. Muka lo tambah pucat," ucap Tania.
"Cuma jalan beberapa meter doang Tan. Gue masih kuat kok," ucap Della sembari tersenyum.
"Ya udah masuk gih." Della mengangguk kepalanya dan melangkah masuk kedalam ruangan Reiki.
Reiki yang melihat kehadiran Della pun mendongakkan kepalanya menatap langkah gontai Della bahkan untuk beberapa saat Della menghentikan langkahnya dan kembali lagi hingga akhirnya ia sampai di hadapan Reiki.
"Maaf Pak ada apa ya Bapak memanggil saya?" tanya Della lemah.
"Del kamu gak papa?" bukannya menjawab Reiki malah bertanya dengan raut muka yang mulai panik. Reiki sudah menganggap Della sebagai adiknya sendiri seperti sang istri yang juga menganggap Della seperti itu.
"Gak papa kok Pak," jawab Della sembari memaksakan diri untuk tersenyum.
"Kamu yakin? Apa perlu saya antar kamu kedokteran sekarang?" Tanya Reiki yang sudah disamping Della.
"Tidak perlu repot-repot Pak."
"Ya udah kalau gitu kamu duduk dulu." Della mengangguk kepalanya namun ketika ia hendak melangkah tiba-tiba penglihatannya gelap, tubuhnya lemas bahkan perutnya yang sedari tadi ia tahan rasa sakitnya kini ia merasakan dua kali lipat. Della pun tak kuasa lagi menahan dirinya hingga ia terjatuh dan tak sadarkan diri.
Reiki yang kebetulan disamping Della dengan sigap menangkap tubuh ramping Della.
"Astaga Della," teriak Reiki yang mampu membuat Tania mendengar teriakkan tersebut. Tania pun bergegas menghampiri sang Suami saat ia sudah di dalam ruangan tersebut. Tania segera menghampiri Della yang sedang di gendong oleh Reiki.
"Della kenapa?" Tanya Tania panik.
"Sayang jangan panik dulu. Lebih baik kita kedokter sekarang," ucap Reiki. Dan mereka berdua pun segera mengantarkan Della ke rumah sakit terdekat.
πππππ
HAPPY READING GUYS π
Author suka ketawa sendiri kalau lagi baca komen kalianπ€ dan itu juga nambah semangat author untuk nulis lagi π€ ahhhh sayang kalian banyak-banyak, jangan bosen baca cerita absurd ini ya pantengin terus sampai end.
Dan jangan lupa LIKE and VOTE, hadiah juga tentunyaπ€
Peluk cium dari author absurd π€π See you next eps bye π
__ADS_1