My Bos CEO

My Bos CEO
111


__ADS_3

Setelah mengambil makan malam Aiden segera kembali ke dalam kamar dan terlihat disana Della masih dalam posisi yang sama sebelum Aiden tinggalkan tadi. Aiden mendudukkan dirinya disamping tubuh Della. Della mengerutkan keningnya.


"Kamu gak ambilin aku sayang?" Tanya Della.


"Aku ambilin sayang. Ini makanannya ada ditanganku," jawab Aiden.


"Kalau itu punya aku terus kamu gak makan?" Tanya Della lagi.


"Makan lah ya kali gak makan setelah pergulatan yang menguras habis tenaga," tutur Aiden yang membuat Della mencebikkan bibirnya.


"Gak ada yang nyuruh kamu tadi. Kamu sendiri yang nafsunya setinggi Monas," ucap Della.


"Hehehe aslinya tuh nafsuku gak tinggi lho sayang tapi entahlah tadi saat lihat kamu bawaannya pengen melepas kecebong aja," ujar Aiden.


"Alasan. Dah lah aku makan, sini piringnya." Della berusaha meraih piring yang ditangan Aiden namun Aiden lebih dulu menjauh dari Della.


"Aku juga mau makan lho sayang," tutur Aiden yang sudah kembali mendekati Della.


"Kalau mau makan kenapa cuma ada satu porsi makanan?"


"Ya kan sepiring berdua biar romantis kayak nabi Muhammad sama istri beliau," tutur Aiden yang mampu membuat Della tersipu malu.


Aiden menyendokkan nasi beserta lauk pauk kearah Della dan dengan senyum, Della membuka mulutnya untuk menerima makanan yang disodorkan oleh Aiden namun bukannya masuk ke mulut Della, Aiden dengan jailnya memasukkan makanan tadi ke mulutnya sendiri.


"Nyebelin," ucap Della sembari mencubit paha Aiden. Aiden meringis kesakitan dan segera melepaskan tangan Della untuk menjauh dari pahanya. Untungnya makanan di dalam mulutnya tak ia semburkan keluar kalau sampai ia menyemburkan makanan tadi sudah dipastikan Della akan tambah murka.


"Sakit sayang," ucap Aiden memelas sembari mengelus pahanya.


"Makanya jangan jahil mulu sama istri," ujar Della.


"Canda sayang. Maaf ya cantikku," rayu Aiden.

__ADS_1


Aiden kembali menyendokkan nasi dan lauk kearah Della dan untuk saat ini Aiden tak lagi menjahili Della dan makanan tersebut akhirnya masuk kedalam mulut Della.


Mereka berdua terus makan dengan satu piring berdua, satu sendok untuk berdua, satu porsi makanan untuk mereka berdua dan satu gelas pun juga untuk berdua.


"Sayang kamu tadi minum disebelah mana?" Tanya Aiden sembari memutar-mutar gelas ditangannya.


"Emang kenapa sih?" Tanya Della penasaran.


"Kan aku udah bilang mau romantis ala nabi Muhammad," tutur Aiden. Della menganggukkan kepalanya dan juga ikut mencari bekas bibirnya tadi.


"Haish kalau cari kayak gini mana ketemu sayang mending aku minum lagi habis itu tandai baru kamu tau dimana bekas bibir aku," ucap Della sembari merebut gelas dari tangan Aiden dan segera minum satu teguk air di gelas tadi dan setelah itu memberi gelas tadi ke tangan Aiden kembali.


"Buruan sayang keburu tanda bibirnya hilang entar," ucap Della. Aiden dengan tersenyum menempelkan bibirnya di pinggir gelas yang terdapat bekas bibir Della dan meminumnya sampai habis air di dalam gelas tersebut.


"Dan kamu tau sayang ini sama aja ciuman secara tak langsung," ucap Aiden.


"Haish biasanya juga main nyosor aja," tutur Della. Aiden cekikikan sembari beranjak dari duduknya namun sebelum itu Aiden berhasil mencuri kecupan di bibir Della dan ia berlari dengan membawa piring dan gelas kotor menuju dapur.


"Untung suami sendiri, sayang pula," gerutu Della dengan senyum yang terukir di bibirnya. Kadang tingkah Aiden yang tiba-tiba jahil, romantis bahkan tingkah ke absurd Aiden mampu membuat Della merasa candu dan menginginkannya untuk terus Aiden lakukan tanpa ia minta.


Waktu terus bergulir, hari sudah terus berganti dan kini sudah 3 tahun Aiden dan Della membina rumah tangga dengan banyak rintangan yang mereka berdua lalui dan untungnya mereka tetap berpegang tangan tanpa berniat melepaskannya.


Dan hari ini tepat anniversary pernikahan mereka berdua dan Aiden rencananya malam ini ingin memberi surprise ke Della.


"Sayang," ucap Aiden sembari memeluk tubuh Della dari belakang.


"Iya sayang, ada apa hm?" Tanya Della lembut.


"Kita makan diluar yuk," tutur Aiden.


"Hari ini?" Tanya Della lagi dan diangguki oleh Aiden.

__ADS_1


"Ya sudah aku siap-siap dulu," ucap Della dan Aiden melepaskan pelukannya. Aiden berjalan menuju ruang ganti dan mengambil paper bag untuk ia berikan ke Della.


"Pakai ini ya sayang." Aiden menyerahkan paper bag tadi kearah Della yang tengah bersiap untuk memoles wajahnya. Della mengerutkan keningnya kala membuka paper bag yang isinya sebuah dress berwarna biru.


"Kenapa harus pakai ini?" Tanya Della yang mulai curiga dengan Aiden.


"Gak papa. Cuma tadi saat aku pulang dari kantor terus di jalan lihat itu gaun terpajang cantik dan menurut ku akan pas jika gaun itu kamu pakai jadinya aku beli aja deh," tutur Aiden dan diangguki oleh Della.


Sembari menunggu Della berdandan Aiden juga tengah bersiap-siap dan setelah selesai Aiden dengan sabar masih harus menunggu Della sembari bermain game di ponselnya dan akhirnya Della pun keluar dari ruang ganti. Aiden yang mendengar langkah Della mendekati dirinya pun segera menghentikan permainan di ponselnya dan lebih memilih untuk melihat bidadari cantiknya yang tengah berdiri didepan mata Aiden.


"Cantik banget sih istri aku," ucap Aiden, matanya tak lepas dari Della.


"Ish tapi menurut aku ini baju kekecilan deh sayang atau aku yang gendutan ini?" Tanya Della tak percaya diri dengan penampilannya saat ini.


Aiden mengerutkan keningnya dan memutar tubuh Della beberapa kali yang membuat Della sedikit pusing akibat ulah Aiden.


"Badan kamu kayaknya gak gendut deh sayang. Kayaknya emang bener ukuran bajunya yang kecil. Ya sudah kalau kamu gak nyaman kamu ganti bajunya," ucap Aiden tak tega.


"Kalau aku ganti baju lagi yang ada malah gak jadi makan di luar sayang," tutur Della.


"Masih keburu sayang." Della menggelengkan kepalanya tak setuju.


"Ya sudah kalau kamu tak masalah dengan bajunya kita berangkat sekarang aja," ucap Aiden sembari menggandeng tangan Della hingga keluar dari rumah mereka berdua dan dengan cekatan Aiden membuka pintu mobil untuk Della.


"Silahkan masuk my queen," ucap Aiden sembari membungkukkan badannya. Della yang mendapat perlakuan manis dari Aiden pun hanya bisa tersenyum malu dan segera masuk kedalam mobil disamping kemudian. Setelah memastikan Della dalam keadaan aman Aiden berlari menuju kursi kemudi dan bergegas menjalankan mobilnya menuju restoran ternama di kota tersebut.


Butuh waktu setengah jam mereka berdua baru sampai di restoran dan Aiden segera membuka pintu kembali untuk Della.


"Silahkan my queen," tutur Aiden sembari mengulurkan tangannya dan dengan senang hati Della menggenggam tangan tersebut. Mereka berdua masuk kedalam restoran yang ternyata sudah dipenuhi oleh muda-mudi yang tengah nongkrong atau untuk mengerjakan tugasnya.


"Sayang disini penuh gak ada lagi meja yang kosong," bisik Della.

__ADS_1


"Tenang lah sayang. Kita akan ke lantai dua yang langsung bisa melihat pemandangan," ucap Aiden dan dengan bantuan salah satu pelayan Aiden dan Della sudah sampai di lantai atas yang bisa dibilang lantai VIP.


Della dan Aiden telah sampai di meja mereka berdua yang telah di dekorasi seromantis mungkin sesuai dengan arahan dari Aiden dengan adanya bunga mawar berbagi warna yang menghiasi vas bunga di meja tersebut, lilin yang akan menjadi penerang mereka walaupun ada lampu dari restoran yang tak bisa mereka matikan seenaknya saja dan tak lupa juga dengan beberapa foto kenangan dari mereka berdua dari masa mereka tunangan hingga sekarang. Della terharu melihat moments demi moments dari foto yang terpasang di sana.


__ADS_2