My Bos CEO

My Bos CEO
134


__ADS_3

Kini jarum jam menunjukkan pukul 6 dan si baby tak mau keluar juga. Rasa sakit yang Della rasakan semakin sakit bahkan berkali-kali lipat dari yang ia rasakan sebelumnya.


Orangtua dari Aiden maupun Della sudah berkumpul di ruangan tersebut satu jam yang lalu.


"Aiden kamu sarapan dulu!" perintah Mama Yoona yang baru saja kembali setelah membeli sarapan untuk semua orang yang berada disana. Aiden yang selalu setia menemani Della disampingnya pun mengalihkan perhatian ke arah Mama Yoona, setelahnya ia malah menggelengkan kepalanya.


Saat ini ia tak merasakan lapar sedikitpun bahkan rasa lelah karena kurangnya istirahat sudah ia abaikan sejak tadi. Ia sekarang hanya memikirkan sang belahan jiwa tengah beradu dengan rasa sakitnya dan keselamatan yang akan ia pertaruhkan nantinya.


"Jangan gitu. Kamu harus makan. Kalau gak makan tar kamu jatuh sakit habis itu malah gatinan kamu yang nginap disini terus Della pulang setelah lahiran dan Mama gak mau ngurusin kamu kalau sakit lebih baik Mama ngurus cucu Mama yang baru lahir," ucap Mama Yoona.


"Taruh situ aja Ma. Nanti juga Aiden makan kalau lapar." Mama Yoona berdecak sebal kala mengetahui sifat keras kepala sang anak tak pernah hilang.


"Terserah kamu lah," tutur Mama Yoona menyerah.


Aiden tak lagi menanggapi ucapan sang Mama ia memilih untuk menenangkan Della yang tengah menggenggam tangannya dengan erat sembari mengatur pernafasannya.


"Sayang. Kamu operasi Caesar aja ya," ucap Aiden sembari mengelus rambut Della yang sudah dipenuhi oleh keringat.


Della menggelengkan kepalanya dengan cepat. Bagaimana pun caranya ia harus lahiran secara normal. Kalau saat ini ia menyerah dan mengambil jalan untuk operasi Caesar sama saja perjuangannya dari kemari malam akan sia-sia.


"Huh. Ya sudah tapi kalau kamu benar-benar udah gak kuat bilang ya," tutur Aiden dan hanya mendapat anggukan dari Della.


"Sayang," panggil Della dengan lirih.


"Iya. Ada apa? mau sesuatu? atau mana yang sakit biar aku elus?" tanya Aiden beruntun.


"Aku tiba-tiba pengen pup," ucap Della.


"Hah pup?" Della menganggukkan kepalanya.


"Kak Della udah ngerasain mau pup?" tanya dokter Alisa yang tiba-tiba muncul diantara mereka berdua.


"Iya dok," bukan Della yang menjawab melainkan Aiden. Dokter Alisa pun tersenyum menanggapi ucapan dari Aiden.

__ADS_1


"Mohon maaf untuk yang lainnya bolehkah keluar sebentar," ucap dokter Alisa dan yang lainnya pun bergegas untuk keluar satu persatu dari ruangan Della.


Dokter Alisa pun kembali memeriksa pembukaan Della dan betapa senangnya dia ketika mengetahui bahwa pasien sudah ditahap pembukaan terakhir.


"Ini pembukaannya udah sempurna. Mau pindah diruang persalinan apa disini?" tanya dokter Alisa.


"Persalinan aja dok," jawab Della.


Dokter Alisa pun mengangguk dan memerintah beberapa suster untuk mendorong brankar dengan segera hingga tak berselang lama Della dibawa masuk kedalam ruang bersalin meninggalkan Aiden yang malah terbengong di luar ruangan.


"Kenapa gak ikut masuk Maimunah," ucap Miko dengan menepuk bahu Aiden dengan keras sehingga Aiden kembali tersadar dari bayang-bayang mengerikannya.


"Aku takut," keluh Aiden. Miko pun mengernyitkan dahinya.


"Takut?"


"Aku takut kalau salah satu diantara mereka akan pergi meninggalkan kita semua," tutur Aiden lemah. Bayangan wajah sang anak pertama muncul di pikirannya dan dimana ia harus melepaskan Aila untuk selamanya selalu menghantui pikiran Aiden saat ini. Ia benar-benar takut sekarang dengan apa yang dulu pernah ia alami.


Miko kembali menepuk pundak Aiden berulang kali.


"Tuan Aiden dimohon untuk menemani Kak Della di dalam. Tuan berani kan?" tanya dokter Alisa ragu karena melihat raut wajah Aiden yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Sana buruan masuk. Kuatkan Kakak ipar atau gimana kalau aku aja yang gantiin kamu." Aiden memutar bola matanya malas. Setelah itu ia langsung masuk kedalam tanpa menimpali ucapan Miko.


Proses melahirkan pun telah dimulai. Dokter Alisa terus mengintruksikan Della untuk mengejan.


"Ambil nafas lagi Kak," ucap dokter Alisa.


"Sekarang mengejan," sambungnya. Della pun menuruti semua perintah dokter Alisa dengan mengerahkan seluruh tenaganya. Bahkan air matanya pun perlahan mulai menetes.


"Ya Allah aku sekarang sudah tau perjuangan Mommy dulu saat melahirkan. Mommy maafkan Della kalau Della selalu membangkang dan sering menghiraukan ucapan Mommy," batin Della.


Sedangkan Aiden yang tangannya tengah di genggaman dengan kuat oleh Della bahkan sang istri sempat tak sengaja mencakarnya dan meninggalkan jejak ditangannya ia abaikan begitu saja.

__ADS_1


"Ayo sayang kamu pasti bisa. Kamu wanita kuat dan kamu tak akan menyerah begitu saja. Kuat sayang kuat," bisik Aiden terus menerus di samping telinga Della. Hingga akhirnya satu baby telah lahir ke dunia. Tangisan nyaring itu mampu Aiden dengar bahkan sampai di telinga orangtua mereka yang tengah menunggu di depan ruangan tersebut.


Aiden mendongakkan kepalanya dan menatap bayi mungil yang tengah dokter Alisa pegang.


"Baby nomor one berjenis kelamin prince dengan keadaan sehat tanpa kekurangan sedikitpun," ucap dokter Alisa dan menyerahkan baby prince ke suster untuk dibersihkan.


Aiden tersenyum gembira tak lupa ia terus menerus mengucap syukur. Namun baru saja ia ingin beranjak dari samping Della, tangannya ditarik oleh sang istri yang harus kembali berjuang.


Aiden menghapus air mata Della yang bercampur dengan keringat dan tak berselang lama baby yang kedua lahir.


"Baby nomor two berjenis kelamin prince lagi dengan keadaan yang sehat tanpa ada kekurangan sedikitpun," ucap dokter Alisa sembari menyerahkan lagi baby tersebut kearah suster.


"Alhamdulillah," ucap syukur Aiden.


"Terimakasih sayang," tutur Aiden sembari mengecup kening Della dan meneteskan air mata bahagianya. Ia tak menyangka bahwa saat ini ia telah resmi menjadi seorang Daddy dari kedua prince yang ia yakini wajahnya sangat tampan seperti dirinya.


"Ini belum selesai," ucap Della lemah.


Aiden menatap Della dengan bingung. Maksud dari ucapan Della belum selesai apa? Bukannya dulu mereka saat melakukan USG baby yang ada di perut Della itu twins dan hari ini beneran dua baby yang keluar dari perutnya. Aiden tambah bingung ketika raut wajah Della kembali ke semula dan dokter Alisa pun juga terkaget saat melihat Della dan ia segera memposisikan dirinya diposisi seperti tadi.


Tangan Aiden kembali di cengkram kuat oleh Della. Hingga tangisan bayi terdengar kembali. Aiden menatap bayi ditangan dokter Alisa dan wajah Della secara bergantian.


"Wah sepertinya saat UGD dulu ada kesalahan. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada tuan dan Kak Della karena keteledoran dan kesalahan yang saya buat dulu. Dan saya ucapkan selamat atas kelahiran baby triplets. Untuk baby yang terakhir atau yang ketiga berjenis kelamin princess dan dengan keadaan sehat tanpa ada kekurangan sedikitpun. Baby saat ini baru dibersihkan setelah semua bersih nanti diharap tuan Aiden untuk memberi adzan ke baby dan setelah itu letakkan baby di dada Kak Della," ucap dokter Alisa dan hanya dijawab anggukan oleh Aiden. Ia masih tak percaya ternyata ia mempunyai 3 bayi sekaligus.


Della yang perlahan mulai punya tenaga pun meraih tangan sang suami dan menggenggamnya. Aiden yang mendapat sentuhan lembut dari Della pun mengalihkan perhatiannya dan seketika tubuhnya memeluk Della yang masih terbaring diatas brankar. Aiden sudah tak mau lagi membendung rasa bahagianya. Semua air mata bahagia ia tumpahkan saat berpelukan dengan Della.


"Terimakasih sayang terimakasih," ucap Aiden yang terus menerus mengucapkan terimakasih kepada Della maupun yang maha kuasa.


Della tersenyum dan mengelus punggung Aiden.


"Terimakasih juga sayang karena ucapan dan dukungan kamu tak lupa dengan doa yang kamu panjatkan tadi mampu membuatku kuat dan berhasil mengeluarkan ketiga baby di dunia ini," ucap Della.


Aiden melepaskan pelukannya dan menatap wajah Della setelah itu ia mengecup setiap inci wajah yang masih pucat tersebut. Tak berselang lama tiga suster menghampiri Aiden dengan membawa The Triplets kehadapannya. Aiden dengan senang hati mengadzani satu persatu baby tersebut dan seperti yang diarahkan oleh dokter Alisa, baby tadi ia taruh kedada Della satu persatu dan berganti kedada bidangnya.

__ADS_1


Aiden terus tersenyum sembari memandangi keluarga kecilnya yang sudah begitu lengkap dengan kehadiran ketiga bayi kembar di kehidupannya. Hatinya kini hanya ada rasa bahagia dan ia berharap supaya keluarganya nanti terus harmonis tanpa ada pengganggu yang masuk kedalam rumah tangganya dan menghancurkan kebahagiaan yang telah ia jaga selama ini dan tak akan ada Cika yang lainnya yang nekat melakukan kejahatan kepada keluarga kecilnya. Jika ada yang berani maka ia tak akan segan untuk menghancurkan bahkan memusnahkan orang tersebut tanpa pandang bulu.


__ADS_2