My Bos CEO

My Bos CEO
84


__ADS_3

Meeting pun akhirnya selesai. Aiden mengucapkan terimakasih dan berpamitan lebih dulu untuk keluar dari ruangan tadi, disusul Reiki yang masih khawatir dengan keadaan Aiden yang wajahnya tambah pucat.


"Kita kerumah sakit sekarang," ucap Reiki dengan memapah tubuh lemas Aiden tanpa mau mendengar penolakan sedikitpun dari sang empu.


Sedangkan di tempat lain Della tengah selesai dengan acara beberes dan kini ia ingin menghilangkan bau badannya walaupun tadi pagi ia sudah mandi tapi karena aktivitasnya yang cukup menguras keringat membuat dia ingin segera menyegarkan tubuhnya.


Della pun meraih kimono barunya yang terdapat di ruang ganti dan ketika ia hendak melangkah keluar ruangan tersebut tak sengaja matanya menatap kalender di salah satu meja disana.


Della mendekati kalender tersebut.


"Sekarang kan tanggal 30, tapi kenapa gue belum datang bulan? Masak telat sampai 1 bulan atau jangan-jangan," ucap Della menggantung.


Della membelalakkan matanya dan segera menaruh kembali kalender tersebut di tempat semula dan ia segera bergegas untuk membersihkan tubuhnya.


Hanya butuh waktu 30 menit Della sudah nampak rapi dengan dress selututnya, rambutnya ia kuncir kuda, tak lupa ia memoleskan makeup natural yang sering ia gunakan. Della menyambar dompetnya dan bergegas menuju apotek terdekat.


Tak butuh waktu lama Della sampai di apotek tersebut yang kebetulan hanya menempuh jarak beberapa meter saja dari rumahnya. Apotek tersebut nampak penuh oleh pengunjung dan Della tak mau membuang waktunya lagi ia pun segera menuju antrian. Tak berselang lama, ada seorang nenek yang ikut mengantri di belakang Della.


Della yang melihat nenek itu pun segera memutar tubuhnya dan mempersilahkan nenek tersebut menempati posisinya saat ini.


"Nek, nenek duluan saja. Aku di belakang nenek," ucap Della dan di jawab dengan senyuman oleh nenek tersebut.


"Terimakasih ya nak. Kamu cantik sekali. Apa kamu sedang sakit? Tapi kalau nenek lihat-lihat wajah kamu malah berseri seperti orang yang sedang mengandung," ucap nenek tersebut yang membuat Della melongo. Apakah yang di katakan nenek itu benar? Semoga saja, batin Della.


Nenek itu pun mengusap perut Della sembari tersenyum.


"Semoga kalian selalu sehat. Dan diberikan kelancaran dalam proses melahirkan nanti," ucap nenek tersebut yang hanya di jawab senyum oleh Della dan tak berselang lama giliran nenek tersebut untuk membeli keperluan obatnya.


"Nenek pulang dulu ya nak. Hati-hati jaga kandungan kamu baik-baik," ucap nenek tersebut sebelum meninggalkan Della.


Setelah nenek itu menghilang dari pandangan Della. Della pun bergegas untuk membeli alat tes kehamilan.


"Mbak, saya mau beli testpack ada?" Tanya Della basa basi.

__ADS_1


"Ada Kak. Mau yang merek apa?" Tanya apoteker tersebut. Della nampak bingung karena ia tak tau sama sekali merek apa yang akurat untuk ia coba nanti. Ia hanya tau bentuk testpack Mommy dulu dan yang kedua kalinya ia lihat punyanya Cika.


"Hmm, yang menurut Mbak akurat aja deh," ucap Della dan diangguki oleh apoteker tersebut.


"Mau berapa Kak?"


"10 aja Mbak. Tapi kalau bisa beda merek ya Mbak," ucap Della.


Dan tak berselang lama, apoteker tersebut kembali dengan membawa 10 alat testpack dengan berbagai marek yang berbeda.


"Berapa mbak?" Tanya Della sembari membuka dompetnya.


"Totalnya 1.030.000 mbak," ucap apoteker tersebut dan Della pun mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar testpack tersebut.


"Kembaliannya ambil aja Mbak," ucap Della. Setelah itu ia segera melangkahkan kakinya kembali kekediamannya.


Tak menghabiskan waktu yang lama bagi Della untuk sampai di rumahnya. Della pun segera berlari kecil menuju kamar dan meletakan beberapa testpack tersebut di atas kasur.


"Ini gimana pakainya?" Gerutu Della yang tak paham dan akhirnya ia berinisiatif untuk mencari tutorial memakai testpack tersebut.


Della bergegas untuk membuka pintu balkon dan melangkahkan kakinya untuk melihat siapa yang datang di sore hari begini.


"Eh kok Aiden pulang sama Reiki," ucap Della. Ia pun bergegas keluar dari kamar tersebut namun sebelumnya Della sudah menyembunyikan 10 testpack yang ia beli tadi di tempat rahasia dan ia akan memakainya besok pagi karena menurut yang ia lihat tadi, test kehamilan lebih akurat jika dilakukan dipagi hari setelah bangun tidur.


Della berlari menuju lantai bawah dan segera membukakan pintu untuk Reiki dan Aiden.


"Sayang," ucap Aiden manja sembari memeluk tubuh Della.


Sedangkan Reiki yang melihat sahabatnya yang berubah 180° semenjak kenal Della pun bergidik ngeri. Aiden yang biasanya garang ketika dikantor dan diluar ternyata mempunyai sifat manja ketika bersama sang istri. Walaupun Reiki juga manja tapi tak seperti Aiden yang menurutnya sangat mengerikan untuk dipandang sesama pria.


"Kak Reiki masuk dulu," ucap Della yang memang sejak kejadian ia pingsan dulu karena ulah Aiden dan dibantu Reiki serta Tania, ia sekarang memanggil Reiki dengan sebutan Kakak karena keinginan Reiki sendiri tentunya.


"Eh enggak dulu Del. Aku mau langsung pulang aja, kasihan Tania di rumah sendiri apalagi lagi isi jadi gak tega ninggalin dia lama-lama," ucap Reiki yang membuat Della kaget.

__ADS_1


"Lho Tania hamil? Berapa bulan? Kok gak ngabarin aku sih," ucap Della beruntun.


"Aku aja baru tau kemarin Del. Baru dua bulan kok. Masih sangat muda. Doakan semoga mereka berdua sehat dan aku doakan semoga kamu juga segera nyusul. Ya udah aku pulang dulu. Dan ini obat Aiden, tadi dia hampir pingsan karena asam lambungnya naik," ucap Reiki sembari menyerahkan plastik yang berisi obat Aiden.


"Terimakasih ya kak. Hati-hati," ucap Della dan diangguki oleh Reiki.


Setelah mobil Reiki menghilang dan kini Aiden bersama Della telah sampai di kamar mereka berdua, Della merebahkan tubuh Aiden dan melepas sepatu milik suaminya itu.


"Kamu gak pernah makan siang di kantor?" Tanya Della mengintimidasi dan dijawab gelengan oleh Aiden. Della pun menghembuskan nafas dalam.


"Lain kali gak usah makan sekalian. Mau itu sarapan pagi kek, makan siang atau makan malam pokoknya jangan makan," ucap Della ketika sudah kesal dengan ulah Aiden.


"Maaf sayang. Kan aku di kantor sibuk," ucap Aiden.


"Sesibuk-sibuknya kamu jangan pernah tinggalin untuk makan. Aku udah bilang beberapa kali hingga mulut aku berbusa pun kamu juga gak akan dengerin," ucap Della tambah kesal.


"Ini yang terakhir. Lain kali enggak lagi, janji deh," ucap Aiden dengan memasang wajah memelasnya yang membuat Della luluh.


Della mengelus kepala Aiden.


"Ya sudah sekarang makan dulu habis itu minum obat dan istirahat," ucap Della.


"Tapi ganti baju dulu," sambung Della. Aiden pun segera membuka semua pakaiannya di depan Della dan menggantinya dengan baju santai.


"Hmmm bisa gak sih dia ganti bajunya di kamar mandi atau di ruang ganti jangan di depan gue. Walaupun gue istrinya tapi kalau di giniin siapa yang kuat arkh dasar," batin Della.


Della pun memilih untuk pergi ke dapur mengambil makanan untuk Aiden.


Della kembali lagi ke kamar dengan membawa makanan beserta air putih.


"Makan dulu."


"Suapin," ucap Aiden dan tanpa bicara lagi Della segera menyuapi sang suami hingga habis tak tersisa. Setelah itu ia membantu Aiden untuk meminum obatnya.

__ADS_1


"Istirahat dulu. Aku mau cuci piring habis itu aku temenin kamu istirahat," ucap Della sembari mengecup kening Aiden yang tak panas sama sekali. Setelah itu Della bergegas untuk melakukan aktivitas terakhirnya sebelum nanti menemani Aiden tidur.


__ADS_2