
Aiden terus melajukan mobilnya hingga ia sampai di bandara dan disana ia sudah di sambut dengan beberapa anak buahnya yang telah membawakan koper miliknya.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya Aiden sembari berjalan.
"Sudah Tuan," jawab kepala bodyguard di belakangnya. Aiden menganggukkan kepalanya dan terus berjalan hingga ia sudah sampai di dalam pesawat pribadinya saat ini.
Tak berselang lama pesawat tersebut terbang dan meninggalkan tanah kelahiran Aiden menuju negara yang akan Aiden tuju saat ini.
πππππ
Paginya Della terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia pun bergegas untuk membersihkan dirinya dan bersiap ke kantor karena waktu yang tinggal 30 menit lagi.
Della sedikit berlari menuruni anak tangga rumahnya. Sampai ia tak sempat berpamitan kepada Rina yang tengah berada di belakang rumahnya bahkan sarapan pun ia juga tak sempat mencicipinya.
Della bergegas memasuki mobilnya dan segera menjalankan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi supaya ia bisa mengejar waktu yang tersisa saat ini. Hingga akhirnya ia berhasil sampai kantor sebelum jam kantor di mulai.
Della mendudukkan dirinya di ruangannya sembari mengatur nafas. Hingga suara ketukan pintu mengalihkan fokus Della saat ini.
"Masuk," ucap Della.
Pintu itu pun terbuka setelah Della memerintahkan orang yang berada dibalik pintu itu untuk membuka pintunya.
"Kenapa Rin?" tanya Della kepada Airin yang tak seperti biasanya pagi-pagi sudah berada di ruangannya bahkan tangannya pun tak membawa selembar tumpukan dokumen penting yang bisanya ia bawa.
"Kakak di suruh sama Pak Bisma keruangannya saat ini," ucap Airin. Della mengerutkan keningnya. Ada apa ini tumben sekali Bisma memanggil Della untuk keruangannya bahkan ini belum masuk waktu kerja.
"Emang ada apa ya Rin, kok Pak Bisma nyuruh Kakak keruangannya?" Tanya Della penasaran.
"Airin juga gak tau Kak. Tadi tiba-tiba Pak Bisma nyuruh Airin buat bilangin itu ke Kakak," jawab Airin.
Della pun bergegas berdiri dari duduknya dan menuju ruangan Bisma tak lupa Airin mengikuti langkah Della sampai di depan pintu ruangan Bisma. Airin pun mengetuk pintu ruangan tersebut dan setelah mendapat perintah dari Bisma, Airin pun segera membuka pintu untuk Della.
__ADS_1
Della bergegas berjalan kehadapan Bisma yang tengah duduk manis di kursinya.
"Ada apa ya Pak?" tanya Della to the point.
"Duduk dulu Del," ucap Bisma dan Della pun segera menuruti ucapan Bisma tadi.
"Untuk sementara waktu kerjaan Pak Aiden kamu kasih ke saya." Della mengerutkan keningnya. Apa ia tak salah mendengar tadi? Kenapa semua kerjaan Aiden harus di lempar ke Bisma? Padahal Bisma kan kepala manager bukan seperti Reiki yang memang di tugaskan untuk membantu Aiden. Dan memangnya dia kenapa dan dimana? Bukannya kemarin saat Aiden mengantar dirinya pulang, Aiden mengatakan untuk mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk bahkan ia juga akan menginap di kantor ini. Tapi kenapa sekarang malah berbanding terbalik dengan ucapan Aiden yang seakan-akan melarikan diri dari tanggungjawabnya bahkan berani berbohong dengan calonnya sendiri? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang berada di pikiran Della saat ini.
"Maaf Pak kalau boleh tau kenapa ya kok harus di lempar ke Bapak semua pekerjaan Pak Aiden?" Tanya Della yang sudah tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
"Gak papa Del. Ini juga hanya sementara waktu gak selamanya," ucap Bisma tenang.
Della menghembuskan nafas panjang ketika mendengar bunyi waktu kerja telah dimulai. Baru juga ia akan bertanya Aiden dimana. Ya sudahlah ia akan mencoba menghubungi Aiden nanti saja. Sekarang ia harus profesional dalam bekerja jangan sampai masalah pribadi dibawa saat bekerja.
"Saya cuma mau bilang itu saja. Kamu boleh kembali keruangan kamu lagi," ucap Bisma sembari tersenyum canggung.
"Baik Pak. Saya permisi." Della membungkukkan badannya sebelum keluar dari ruangan Bisma dengan penuh tanda tanya yang masih menghantuinya. Hingga tak terasa ia sudah berada di dalam ruangannya. Della mendudukkan dirinya dan mencoba untuk fokus kembali ke kerjaan yang sudah setia menunggunya walaupun ia harus memaksakan diri untuk benar-benar fokus.
"Ck kok gak aktif sih," gerutu Della. Della terus menghubungi Aiden walaupun hasilnya akan sama saja seperti tadi.
Della mengacak rambutnya frustasi. Ia sekarang benar-benar khawatir tentang Aiden bahkan pikiran negatif pun tak luput dari otaknya.
"Apa gue hubungin Mama Yoona aja ya?" Ujar Della mempertimbangkan.
"Ya gue harus nelfon Mama Yoona," ucap Della sembari mencari kontak Mama Yoona di dalam ponsel namun ia tak menemukan nama Mama Yoona di ponsel tersebut. Della mengusap wajahnya kasar.
"Bodoh banget sih. Kenapa gue gak nyimpan kontak Mama Yoona padahal dulu Mama Yoona udah ngasih nomornya arkh." Della hari ini benar-benar kacau pikirannya tak bisa fokus dengan kerjaannya.
Waktu pun terus berjalan hingga tak terasa jam pulang kantor tiba. Della dari pagi hingga saat ini sama sekali belum menampakkan hidungnya bahkan jam makan siang pun ia lewatkan hanya untuk terus menghubungi Aiden.
Sedangkan di negara lain Aiden baru saja menampakkan kakinya menuruni pesawat. Ia terus berjalan dan segera pergi dari bandara tersebut menuju apartemen seseorang.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Aiden sudah sampai di apartemen yang ia tuju. Ia pun bergegas menuju salah satu apartemen yang terletak di lantai 5. Dengan cekatan Aiden menekan tombol lift. Dan tak lama lift itu terbuka. Aiden bergegas melangkahkan kakinya dengan koper yang senantiasa ia seret. Hingga ia sampai di tempat tujuannya.
Tok tok tok.
Aiden mengetuk pintu tersebut sedikit keras. Tak lama kemudian terbukalah pintu apartemen tersebut yang menampakkan seorang gadis cantik dari balik pintu apartemen tersebut. Mata Aiden berbinar sudah lama ia memendam rindu pada gadis di depannya dan saat ini rindu itu akan segera terobati walaupun cuma sedikit. Tanpa mengulur waktu lagi Aiden segera meraih tubuh gadis itu membawanya kedalam pelukan hangat dirinya.
"Kenapa baru kemari?" tanya gadis itu manja.
"Aku akhir-akhir ini sibuk dengan masalah kantor. Maafkan aku," ucap Aiden setelah melepas pelukannya dan mengecup singkat kening gadis tersebut.
"Baiklah karena aku orangnya pemaaf jadi kamu aku maafkan. Tapi tidak untuk di ulangi lagi, sering-seringlah kesini. Biar aku tak terlalu merindukanmu," ucap gadis itu. Aiden pun tersenyum manis dan mengacak rambut gadis tersebut.
"Ck jangan di acak-acak. Nanti aku gak cantik lagi," tutur gadis tersebut sembari menyingkirkan tangan Aiden dari kepalanya.
"Kamu tetap cantik walaupun di pipimu ada pulau yang kau buat saat tidur," ujar Aiden sembari mendudukkan dirinya di atas sofa apartemen.
"Ck berhentilah mengolok-olokku seperti itu. Menyebalkan." Aiden tertawa kala melihat gadis yang selama ini ia rindukan merajuk dengan dirinya.
"Sudahlah. Sini biar aku peluk lagi. Kamu tau aku kesepian di Indonesia karena kamu gak ada disana dan aku sangat merindukanmu," ucap Aiden sembari memeluk kembali tubuh gadis tersebut.
"Aku juga sangat merindukanmu. Oh ya kamu mau disini berapa lama?" tanya gadis itu berbinar.
"Mungkin tiga hari. Setelah urusanku selesai." Gadis itu menghembuskan nafas kasar. Ia pikir Aiden akan tinggal disini lebih lama lagi namun ternyata kenyataan bertolak belakang dengan pikirannya.
πππππ
HAPPY READING GUYS π
Gimana-gimana π€ semoga gak gimana-gimana ya π dah lah author lagi gak jelas abaikanπ
Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE and VOTE, hadiah juga boleh author ikhlas π€ karena dengan adanya kalian dengan meninggalkan jejak sama saja kalian membangkitkan semangat author untuk terus menulisπ
__ADS_1
Peluk cium dari author absurd π€π See you next eps bye π