My Bos CEO

My Bos CEO
98


__ADS_3

"Benturan yang dialami nona Della cukup keras, mengakibatkan darah terus keluar melalui hidung, mulut dan telinganya. Jika tadi terlambat sedikit saja nyawa nona Della sudah tak bisa kami selamatkan lagi. Karena pendarahan yang dialami menyebabkan tubuh nona Della kehilangan banyak darah dan untungnya dirumah sakit ini masih menyediakan stok darah yang sesuai dengan nona Della dan kini kita berdoa saja semoga nona Della bisa melewati masa komanya," ujar dokter yang menangani Della terus terang dengan keringat bercucuran.


"Bagaiman dengan calon anak saya?" Tanya Aiden sedikit membentak. Dokter itu pun menyeka keringatnya. Bagaimana pun juga ia harus memberitahu berita ini kepada keluarganya.


"Maaf tuan untuk masalah bayi didalam kandungan nona Della kami tidak berhasil menyelamatkannya." Aiden meluruhkan tubuhnya. Tak percaya dengan ucapan dokter di depannya. Apakah ini mimpi buruk yang sedang Aiden alami? Jika iya cepat bangunkan dia. Dia benar-benar tak kuasa jika harus kehilangan salah satu dari mereka.


Aiden terduduk, ia memeluk kakinya dan menenggelamkan wajahnya.


"Tolong katakan jika ini hanya mimpi!" Teriak Aiden tak terima.


Anak yang kurang lebih satu bulan lagi akan terlahir dan menjadi pelengkap keluarga kecilnya kini meninggalkan dirinya dan juga Della begitu saja.


Maxime yang melihat adik iparnya begitu kacau pun menghampiri Aiden.


"Tuhan lebih sayang dia. Dia hanya dititipkan sementara untuk kebahagiaan kalian walaupun tidak selamanya dan dia juga bukan milik kalian melainkan milik sang maha kuasa. Ikhlaskan kepergiannya dan percayalah nanti kamu dan Della akan mendapatkan gantinya," ucap Maxime menenangkan walaupun dia sendiri juga hancur ketika mendengar bahwa keponakannya telah tiada.


"Ini semua salahku," ujar Aiden yang lagi-lagi tak kuasa menahan air matanya.


"Kamu gak salah. Ini sudah takdir," tutur Maxime.


"Ini mimpikan? Tolong bangunkan aku secepatnya," ucap Aiden sembari mencekram kuat bahu Maxime.


"Tenang lah Aiden, sadar. Jangan begini. Ingat Della sekarang butuh kamu," tutur Maxime.


Aiden menjambak rambutnya frustasi. Ia tersadar ternyata ini bukan mimpi tapi kenyataan pahit yang ia terima.


"Ya Tuhan kenapa semua ini terjadi? Kenapa kamu ambil anak hamba begitu saja? Kesalahan apa yang hamba lakukan sehingga membuatmu murka dan menghukumku dengan cara seperti ini? Bagaimana aku nanti menjelaskan kepada Della? Aku tak sanggup melihatnya terluka dan menangis," batin Aiden.


"Ikhlaskan Aiden. Bangkitlah jangan seperti ini. Kamu lihat kondisi Della sekarang!" Ucap Maxime mencoba mengalihkan pikiran Aiden.


"Biarkan aku melihat jasad anakku dulu untuk yang terakhir kalinya," pinta Aiden menatap sendu kearah dokter yang masih mematung di depan pintu UGD. Dokter pun mengangguk dan membiarkan Aiden masuk kedalam.


Aiden mematung ketika melihat tubuh mungil yang sudah berbentuk bayi terbaring tak bernyawa di kasur rumah sakit dengan kain yang menutup tubuh mungil tersebut. Aiden menguatkan dirinya dan melangkah lebih dekat lagi. Aiden membuka kain yang menutup tubuh bayi tersebut. Aiden tersenyum ketika melihat wajah pucat bayi tersebut.


"Bolehkah aku menggendongnya?" Tanya Aiden kepada dokter yang berada disana. Dokter itu pun mengangguk.

__ADS_1


Aiden meraih tubuh mungil tersebut kedalam pelukannya.


"Hay cantiknya Daddy. Tenang di surga ya sayang. Maafin Daddy yang gak bisa jagain kamu. Daddy dan Mommy udah ikhlasin kamu kembali ke yang maha kuasa. Terimakasih sudah hadir dihidup Daddy sama Mommy walaupun hanya sementara tapi Daddy akan selalu ingat bayi cantik, malaikatnya Daddy yang selalu menemani Daddy selama 8 bulan ini dan berakhir dengan bertemu tanpa mendengar tangisanmu. Tidur yang tenang ya cantik. Tunggu Daddy dan Mommy di pintu surga nanti. Love you my little angel," ucap Aiden yang terus menerus memeluk tubuh mungil anak perempuannya sembari menciumi wajahnya.


Aiden meletakan kembali bayi mungil yang tak bernyawa tersebut ke tempat semula. Ia masih terus memandangi wajahnya.


"Kamu harus bisa lewatin ini semua. Ingat Della juga butuh kamu yang kuat bukan lemah begini. Dia juga sedang berjuang untuk hidupnya sekarang. Della sudah dipindah diruang inap tapi masih dalam kondisi koma. Pergi temani dia. Masalah pemakaman aku yang atur," ucap Maxime tak tega.


"Biarkan aku juga ikut mengantarnya ke peristirahatan terakhir," pinta Aiden yang tak mengalihkan pandangannya ke bayi tersebut.


"Baiklah," ucap Maxime pasrah.


*****


Proses pemakaman berjalan dengan lancar. Aiden menundukkan kepalanya melihat gundukan tanah didepannya. Tak rela rasanya meninggalkan tempat peristirahatan terakhir anaknya.


"Kita pulang sekarang. Della membutuhkanmu disampingnya," bujuk Airen. Aiden memaksakan diri untuk bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan makam tersebut.


Tak disangka ternyata orang misterius yang pernah Airen lihat kini tengah memantau mereka sedari tadi dengan senyum bahagia di bibirnya.


Aiden dan yang lainnya kini sudah sampai kembali di rumah sakit. Aiden berjalan lunglai menuju kamar inap Della. Setelah sampainya disana nampak dokter tengah berkumpul dan keluarganya menangis sejadi-jadinya.


Aiden berlari menghampiri keluarganya.


"Please ya Allah jangan lagi," batin Aiden selama berlarinya.


"Ada apa ini?" Tanya Aiden to the point.


Mama Yoona menatap sang anak dan segera memeluk tubuh Aiden.


"Della sayang Della," ucap Mama Yoona dalam pelukan Aiden yang membuat tubuh Aiden menegang.


"Ucapkan yang jelas Ma," tutur Aiden tegas.


"Della kembali drop nak." Tubuh Aiden kembali melemas. Jangan sampai ia juga kehilangan sang istri.

__ADS_1


"Salah Aiden apa Ma? Sampai Allah memberikan Aiden ujian yang begitu berat. Salah Aiden apa?" Teriak Aiden histeris. Mama Yoona memeluk tubuh Aiden erat.


"Tenang sayang tenang. Kita berdoa saja. Karena takdir hidup Della hanya Allah yang menentukan." Aiden melepas pelukan dari sang Mama dan bergegas pergi meninggalkan semua orang disana.


"Aku akan menyusul Aiden," ucap Dion dan diangguki oleh Airen disampingnya.


Aiden terus berjalan hingga sampailah ia di mushola yang terdapat di dalam rumah sakit tersebut dan kebetulan waktu sudah memasuki waktu ashar. Aiden bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajibannya. Sedangkan Dion yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Aiden kini juga memasuki mushola tersebut.


Setelah Aiden selesai melaksanakan kewajibannya ia memohon ampun kepada sang maha pencipta dan terus berdoa atas keselamatan Della saat ini. Dion yang mendengar semua keluh kesah Aiden pun hanya bisa tersenyum.


"Terimakasih Tuhan engkau telah mempertemukan Della dengan Aiden yang benar-benar tulus menyayanginya." Batin Dion.


"Della kamu pasti bisa melewati rasa sakitmu saat ini. Kamu harus bisa, Aiden selalu mendoakanmu, memberi kekuatan kepadamu. Kamu harus kuat untuk bisa melihat senyum Aiden lagi," batin Dion lagi.


Aiden kini telah selesai dengan semua doa dan keluh kesahnya. Dan ketika ia menoleh kebelakang terdapat Dion yang tengah tersenyum kepadanya.


"Sudah selesai?" Aiden mengangguk.


"Kita kembali ke ruangan Della sekarang saja," ucap Dion sembari beranjak dari duduknya diikuti oleh Aiden.


Mereka berjalan beriringan tak ada percakapan dari keduanya hingga sampai kembali di kamar VIP Della.


Mama Yoona tersenyum menyambut kedatangan sang anak. Ia memeluk tubuh Aiden dan mengusap lembut punggung sang putra.


"Della sudah melewati masa kritisnya tapi dia belum juga sadar. Temui dia sekarang," ucap Mama Yoona yang membuat Aiden sedikit tenang. Doa-doanya ternyata sedikit dikabulkan oleh sang maha kuasa.


Aiden tak menyia-nyiakan waktunya lagi. Ia bergegas untuk masuk kedalam kamar Della. Aiden melangkahkan kakinya menghampiri Della yang tengah terbaring lemah dengan berbagai alat medis yang menempel pada tubuhnya.


*****


Hay guys ketemu lagi sama kecerewetan author ini 😂 author dan keluarga cuma mau ngucapin SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H🤗 Minal aidin wal faidzin, Taqaballahu Minna wa Minkum, mohon maaf lahir dan batin 🙏


Dan berhubung ini adalah hari raya maka dari itu author minta THR para reader semua dengan cara LIKE, VOTE and HADIAH oke author tunggu🤭


HAPPY READING GUYS 😘 See you next eps bye 👋

__ADS_1


__ADS_2