
Waktu terus berjalan dan si triplets sekarang sudah berusia 8 bulan dan pada usia tersebut mereka tengah senang-senangnya dengan kegiatan merangkak kesana kemarin yang kadangkala membuat Della merasa capek sendiri padahal ia juga dibantu 3 baby sitter untuk menjaga triplets. Bahkan 3 baby sitter tersebut juga merasakan hal yang sama dengan majikannya walaupun mereka memegang satu baby bukan 3 sekaligus.
Contohnya seperti sekarang ini 3 baby sitter triplets tengah loyo dan saling duduk berdempetan membiarkan si triplets bermain di dalam ruangan khusus yang Aiden ciptakan untuk mereka. Sedangkan Della, ia baru saja selesai membuatkan makan siang untuk Aiden yang akan ia antar ke kantor nantinya.
Della membuka pintu ruangan bermain baby dan melihat ketiga buah hatinya itu tampak aktif bermain. Setelah itu ia menatap ketiga baby sitter tersebut. Della sangat memaklumi jika mereka kewalahan dengan mengasuh triplets. Della mendekati mereka bertiga dan ikut duduk di karpet tebal nan lembut di ruangan tersebut.
Mereka yang baru mengetahui keberadaan Della pun segera membenarkan posisi duduk mereka.
"Kalian mau minum?" tanya Della sembari menyerahkan nampan berisi minuman dingin yang ia bawa tadi. Mereka tampak saling pandang.
"Tak usah sungkan begitu. Minum lah," ucap Della sembari tersenyum kepada 3 baby sitter yang baru beberapa hari membantunya karena baby sitter triplets yang lama sudah tak kuasa lagi menjaga baby hiperaktif tersebut dan memilih untuk mengundurkan diri satu persatu.
"Terimakasih nyonya," tutur mereka serempak. Della menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
Della beranjak dari duduknya dan menghampiri ketiga babynya lebih tepatnya untuk mengumpulkan mereka bertiga dengan membuat lingkaran kecil supaya mereka dan Della bisa bermain bersama. Dan dengan susah payah akhirnya Della berhasil menyatukan mereka bertiga. Namun baru juga beberapa detik triplets kembali merangkak dan berpencar. Della berusaha meraih mereka namun apa daya tangan yang ia punya hanya dua dan cuma berhasil menangkap tubuh baby Edrea. Ia membawa tubuh gembul tersebut kedalam pelukannya. Della terus memberikan kecupan di pipinya dan membuat baby Edrea tertawa.
"Gemesnya Mommy." Della mencubit pelan hidung baby Edrea dan melepaskan kembali tubuh sang anak untuk ia biarkan bermain lagi.
__ADS_1
Della mengalihkan pandangan ke baby sitter kembali.
"Kalian bersiap lah. Nanti kita akan keluar lebih tepatnya ke kantor Aiden. Dan saya minta tolong buat nyiapin keperluan baby. Biar baby disini saya yang jaga," tutur Della lembut. Mereka bertiga pun mengangguk dan beranjak dari duduknya meninggalkan ruang bermain para triplets.
Della terus memperhatikan sang buah hati satu persatu. Hingga bunyi ponselnya mengharuskan Della untuk segera melihat pesan siapa yang masuk kesana dan ternyata pesan dari sang suami yang hanya bisa ia lihat dari layar lock screennya tanpa membaca dengan betul pesan tersebut. Dan ketika ia ingin membukanya, tangis baby Edrea terdengar nyaring hingga membuat dia mengurungkan niatnya.
Della memelototkan mata ketika kepala baby Edrea dipukul beberapa kali dengan mainan yang berada ditangan baby Erland. Della berlari menghampiri mereka berdua dan segera menggendong baby Edrea.
"Cup cup cup sayangnya Mommy. Abang nakal ya sayang? uh kasihan princess Mommy. Jangan nangis lagi ya sayang. Maafin abang Erland ya. Cup sayang," ucap Della menenangkan baby Edrea sembari mengelus kepala sang anak dan sebelumnya ia telah mengecek apa ada luka di kepala baby Edrea dan ternyata tak ada sedikitpun luka hanya sedikit merah di dahinya.
Setelah baby Edrea kembali tenang, Della menjongkokan tubuhnya kedepan baby Erland. Baby Erland pun menatap sang Mommy dengan gumaman lucunya.
Della mendudukkan dirinya dan menghadapkan kedua baby. Della dengan inisiatif memegang tangan kanan baby Erland dan baby Edrea. Setelah itu ia mengarahkan tangan mereka berdua untuk saling bersalaman walaupun mereka berdua belum mengerti dengan apa yang Della lakukan sekarang namun apa salahnya jika menanamkan sikap tersebut sedini mungkin.
Setelah mengajarkan kedua anaknya untuk saling maaf memaafkan, manik mata Della menatap kepenjuru ruangan tersebut dan tak menemukan keberadaan baby Azlan sejak tadi. Dan ketika matanya menatap pintu kamar mandi yang terbuka Della bergegas menurunkan baby Edrea dari pangkuan dan menghampiri kamar mandi tersebut dan bertapa terkejutnya dia ketika melihat baby Azlan tengah duduk kamar mandi tersebut dengan memasukkan jari tangannya kedalam mulut.
"Astaga." Della berjalan mendekati baby Azlan yang tengah menatapnya dengan senyuman. Della menyingkirkan tangan baby Azlan dari dalam mulut dan segera menggendong tubuh gembul tersebut yang disisi bawahnya sudah basah terkena air.
__ADS_1
Saat ia baru keluar dari kamar mandi, Della dikejutkan lagi dengan tingkah baby Erland yang tengah merayap di bawah kolong tempat tidur triplets di ikuti baby Edrea yang sama-sama ingin masuk kedalam kolong tersebut.
"Baby Azlan kamu disini dulu jangan kemana-mana!" perintah Della tapi namanya juga masih baby dibilangin dan diperintahkan seperti apapun sampai mulut berbusa tak akan pernah mengindahkan omongan tersebut. Della berjalan mendekati kedua babynya yang lain dan itu juga bertepatan dengan baby Azlan kembali merangkak masuk kedalam kamar mandi lagi.
Della dengan susah payah meraih tubuh baby Erland yang lebih dulu berhasil masuk setelah itu ia baru menarik tubuh baby Edrea. Mereka berdua Della gendong sekaligus.
Della menghela nafas ketika melihat tubuh anak pertamanya tak ada di tempat yang ia perintahkan tadi. Della menaruh dua baby kedalam box bayi mereka masing-masing dan memberinya mainan supaya mereka berdua diam duduk disana. Setelah itu ia baru menghampiri baby Azlan.
Della menggelengkan kepalanya. Ia mengangkat kembali tubuh baby Azlan dan segera mengganti baju yang sudah basah tadi.
Della menatap ketiga anaknya yang sudah tenang di dalam box baby disana. Ia mendudukkan tubuhnya tanpa mengalihkan pandangannya dari triplets
"Huh mau marah tapi kalian sangat menggemaskan jadi gak tega Mommy mau marahin kalian," ucap Della.
"Gak kerasa Mommy udah dipercaya merawat kalian sampai 8 bulan ini, melihat tumbuh kembang kalian, melihat lahapnya kalian menyusu Mommy, melihat tawa dan tangis kalian bahkan Mommy ngerasain hati Mommy sakit saat kalian demam dan Mommy saat ini hanya bisa berdoa dan berusaha semoga Mommy, Daddy bisa jagain kalian hingga nyawa Mommy dan Daddy sudah diambil yang maha kuasa. Sehat terus kesayangannya Mommy," tutur Della sembari mengecup satu persatu puncak kepala triplets.
"Huh Mommy jadi lupa balas pesan Daddy kalian. Semoga Daddy gak ngambek sama Mommy." Della meraih ponselnya dan membuka pesan dari Aiden dan surprise apa lagi ini yang Della lihat. Membuat dada dan pikirannya mendidih seketika.
__ADS_1
Hay aunty, uncle dapat salam dari triplets si hiperaktif yang habis di marahin Mommy Della sampai ekspresinya begitu 🤠Jangan lupa Like, Rate 5, kasih hadiah dan Vote ya aunty, uncle and SEE YOU NEXT EPS BYE 👋