
Paginya Tania terbangun dari tidur lelahnya setelah satu malam berperang dengan Reiki. Ia menatap kesamping, melihat wajah tampan sang suami. Ia tersenyum kemudian beranjak dari tidurnya. Ia berjalan sedikit demi sedikit karena rasa sakit masih bisa ia rasakan saat ini.
Setelah sampai di kamar mandi Tania menatap tubuh polosnya di pantulan cermin. Ia kembali tersenyum kala melihat tanda kepemilikan dari Reiki yang berada di tubuhnya. Seketika ingatanya memutar kejadian tadi malam yang membuat dirinya dan Reiki harus menahan hasratnya beberapa kali. Ia perlu cari tahu siapa orang jahil itu.
Tak perlu berlama-lama lagi, Tania bergegas untuk membersihkan dirinya. Butuh waktu sekitar 1 jam buat Tania mandi. Kemudian ia pun keluar dari kamar mandi tersebut dengan menggunakan kimono putih yang sudah disediakan pihak hotel.
Tania terus berjalan dan ketika ia hendak mengambil baju gantinya, ia dikagetkan dengan tangan yang tiba-tiba melingkar indah di perutnya.
"Pagi Istri," sapa Reiki sembari menciumi leher Tania.
"Pagi juga Suamiku," balas Tania.
"Mandi sana gih. Biar segeran badannya," tutur Tania dan di angguki oleh Reiki. Tapi sebelum ia beranjak dari depan Tania, Reiki berhasil mencuri kecupan di bibir Tania yang sudah membengkak karena ulah liarnya tadi malam.
Reiki segera berlari menuju kamar mandi dan mulai melakukan ritual paginya.
Sedangkan ditempat lain Della sudah terduduk manis menunggu sang kekasih dan juga Desi tak lupa juga dengan Bisma dikamar yang semalam ia tepati.
Tak berselang lama ketiga orang yang Della tunggu-tunggu akhirnya sampai juga.
"Pagi sayang," sapa Aiden ketika sampai di dalam kamar Della sembari mengelus puncak rampung Della lembut. Kemudian ia mendudukkan tubuhnya di samping Della tak lupa kepalanya ia senderkan di pundak sang kekasih.
Desi yang terakhir masuk dan ketika ia melihat interaksi dari bos dan sahabatnya hanya bisa bertanya-tanya dalam otaknya.
"Pagi juga," sapa balik Della.
"Sebenarnya kalian tuh ada hubungan apa sih?" tanya Bisma yang juga merasa aneh dengan dua manusia itu.
"Kepo. Tar juga lo semua tau kalau udah resmi," jawab Aiden santai.
"Jangan bilang kalau kalian lagi pdkt," timpal Desi.
"Ck tunggu waktunya aja dan jangan sok tau," tegas Aiden. Desi mencibirkan mulutnya dan memilih diam untuk saat ini. Nanti kalau dia sudah pulang, ia akan melakukan interogasi ke Della. Tunggu saja nanti, batin Desi.
"Udah-udah ih, mending kita meluncur aja sekarang." Della berdiri dari duduknya dan segera keluar dari kamarnya menuju kamar pasutri diikuti dengan 3 orang tadi.
Hingga mereka berempat sampai di kamar Tania dan Reiki. Dengan segera Aiden mengetuk pintu tersebut, tak berselang pintu pun di buka oleh Reiki dengan wajah berserinya.
"Lo semua ngapain disini?" tanya Reiki penasaran.
"Kepo. Minggir," ucap Aiden sembari menyingkirkan tubuh Reiki dari pintu tersebut. Dan setelah Aiden berhasil menyingkirkan tubuh Reiki lebih tepatnya mendorong tubuh Reiki kembali kedalam, mereka berempat pun langsung nylonong masuk kedalam walaupun sudah di cegah oleh Reiki dengan sekuat tenaganya. Namun ia kalah dalam jumlah dan lebih memilih membiarkan mereka masuk kedalam toh di dalam juga sudah aman.
Tania terperanjat kaget melihat dua sahabatnya dan juga sahabat Reiki tengah berada di dalam kamarnya sekarang.
"Gimana masih sakit gak?" tanya Desi.
"Hah sakit? Sejak kapan gue sakit. Orang gue sehat gini kok," jawab Tania tak mengerti.
__ADS_1
"Kalian ngapain sih kesini ganggu aja. Sana pergi hus," usir Reiki yang sudah bergabung bersama mereka.
"Diam," tutur mereka berempat serentak membuat Reiki mengatupkan bibirnya seketika.
"Bukannya kalau habis begituan sakit ya," ucap Desi polos.
"Begituan apaan? Yang jelas dong kalau ngomong," tutur Tania frustasi.
Ketika Desi ingin menjawab dengan segera Della membungkam mulut Desi dengan kedua tangannya. Bisa bahaya kalau Desi ngomong yang menjurus ke kejadian semalam dan berujung mereka pasti akan ketahuan nantinya.
"Udah gak papa Tan. Desi kayaknya nyawanya belum terkumpul semua jadinya ya ngomongnya ngaco kek gini," ujar Della. Tania menganggukkan kepalanya percaya begitu saja dengan ucapan Della tadi. Sedangkan Reiki menatap semua orang kecuali Istrinya dengan tatapan mengintimidasi.
"Oh ya kalian rencana mau honeymoon kemana?" tanya Della mencoba mengalihkan pikiran Reiki yang nampaknya sudah mulai curiga dengan mereka.
"Gak tau belum kepikiran," ucap Tania dan disetujui oleh Reiki.
"Ke Paris aja. Kan lo dulu pernah cerita ke gue kalau impian honeymoon lo kesana," ujar Desi antusias seakan-akan dia yang akan melakukan honeymoon tersebut.
"Hmmm coba tanya ke Mas Reiki deh. Kan pakai uang dia kalau honeymoon hehehe." Mereka berempat mengalihkan pandangannya ke Reiki yang tengah berdiri tak jauh dari sang Istri.
"Gimana? Lo mau honeymoon ke Paris gak? Kalau mau gue yang bayarin tiketnya kesana," ucap Aiden santai.
"Dan pakai aja apartemen gue yang di sana kebetulan apartemen gue dekat banget sama menara Eiffel. Gratis buat kalian berdua gak gue pungut biaya sepeser pun," ucap Bisma menimpali. Tania menatap sang suami berbinar mengisyaratkan untuk menerima tawaran mereka.
"Beneran nih?" tanya Reiki memastikan. Lumayan juga kan ia tak perlu modal banyak kesana.
"Hmmm, kalau kalian mau," jawab Aiden.
"Ini sebagai kado pernikahan kalian. Gunakan sebaik-baiknya. Pulang kesini harus ada ponakan gue di perut bini lo," ucap Aiden sembari menepuk pundak Reiki.
"Doakan saja," jawab Reiki.
"Terus kalian berdua ngasih kado apa buat gue?" tanya Tania kepada kedua sahabatnya itu.
"Hehehe kita kado doa aja. Iya kan Del," ucap Desi dan dijawab anggukan oleh Della.
"Yah, padahal gue udah berharap lo pada mau ngado gue rumah mewah gitu," canda Tania.
"Ya kalau rumah. Mending gue beli buat gue sendiri Tan," ujar Desi.
"Ya udah deh gak papa. Doa juga gue bersyukur banget." Tania memeluk kedua sahabatnya itu.
"Tapi kita cuma bercanda tadi," ujar Desi sembari melepaskan pelukan Tania.
Tania menatap kedua sahabatnya yang tengah tersenyum kepadanya.
"Tara." Della memperlihatkan kunci mobil di tangannya kearah Tania.
__ADS_1
"Kunci mobil?" tanya Tania.
"Ya kita berdua memutuskan untuk beliin kalian kado yang mungkin akan bermanfaat sampai kedepannya ya walaupun cuma satu." Della menyerahkan kunci tersebut ke tangan Tania.
"Mobilnya udah terparkir indah di basement," ucap Della. Tania pun tak kuasa menahan air matanya untuk keluar. Ia memeluk kembali sahabatnya itu.
"Thanks sayang-sayangku," ucap Tania sesegukan.
"Lah kenapa malah nangis bukannya seneng," ujar Desi setelah acara berpelukan mereka berakhir.
"Ini nangis bahagia tau," ucap Tania sembari menghapus air matanya.
"Sekali lagi thanks ya," tutur Tania lagi.
Della dan Desi menganggukkan kepalanya.
"Udahkan ngasih kadonya. Sekarang kalian pergi sana hus," usir Reiki.
"Anjim udah dikasih kado bukannya cerita gimana rasanya tadi malam eh malah ngusir," umpat Bisma.
"Kalau mau tau rasanya nikah makannya jangan jomblo mulu," ucap Reiki sembari mendorong tubuh Aiden dan Bisma keluar dari kamarnya.
"Ck jangan dorong-dorong ogep gue bisa keluar sendiri," ucap Aiden yang berhasil menghentikan aksi Reiki.
"Ya udah kita keluar dulu ya Tan," pamit Desi dan Della berbarengan. Tania pun mengangguk kepalanya tak lupa dengan senyum manisnya dan mengantar empat orang tadi sampai depan hotel.
"Bye Tan," ujar Desi sembari melambaikan tangannya ketika sudah sampai di depan pintu.
Mereka semua keluar dari kamar tersebut namun sebelum Tania dan Reiki menutup kembali pintu kamarnya. Della dan yang lainnya masih mematung di depan mereka berdua.
"Kenapa?" tanya Tania.
"Vampirnya ganas juga ya Des. Sampai merah merah gitu gigitnya," ucap Della yang membuat Aiden dan juga Bisma menahan tawanya.
"Iya ih. Mana di leher semua sampai penuh pula duh," jawab Desi.
Sedangkan Tania yang tau arah pembicaraan kedua sahabatnya itu segera menutup lehernya dengan kedua tangannya. Reiki yang melihat raut wajah malu istrinya pun segera memeluk tubuh istrinya erat.
"Sana hus pergi," ucap Reiki sebelum menutup pintu kamarnya kembali.
Mereka berempat pun sudah tak tahan lagi untuk tidak tertawa hingga perut mereka terasa sakit akibat kebanyakan tertawa. Setelah puas mengerjai pasutri tadi mereka akhirnya pulang kerumah masing-masing dengan Della yang di antar oleh Aiden dan Desi yang kebetulan tak membawa mobil kemarin harus mau tak mau diantar oleh Bisma walaupun canggung namun tak ada pilihan lain lagi karena Bisma juga tadi yang memaksa dirinya untuk mau diantar olehnya.
πππππ
HAPPY READING GUYS π
Masih edisi Reiki dan Tania ya hari iniπ€ semoga kalian sukaπ
__ADS_1
Dan jangan lupa untuk LIKE and VOTE, hadiah juga boleh author ikhlas π€ karena itu semua dapat meningkatkan semangat author untuk nulis cerita ini lebih lanjut π
Peluk cium dari author absurd π€π See you next eps bye π