My Bos CEO

My Bos CEO
68


__ADS_3

Di tempat lain Reiki dan Tania tengah berusaha untuk menghubungi Aiden sampai puluhan kali namun selalu di tolak oleh Aiden.


"Sial. Kemana tuh anak," gerutu Reiki frustasi.


"Sabar sayang. Satu kali lagi kita coba ya," ucap Tania menenangkan.


"Sampai ini gak diangkat gue jamin lo pulang ke Indonesia gue bunuh," ucap Reiki membuat Tania bergidik ngeri.


Reiki memencet kembali nomor Aiden. Hingga terdengar suara dari sebrang menyaut panggilannya.


πŸ“ž : "Jangan ganggu gue saat ini. Gue lagi sibuk," ucap Aiden dari sebrang.


"Lo dimana sekarang?" bentak Reiki.


πŸ“ž : "Bukan urusan lo."


"Ini sekarang jadi urusan gue juga. Lo tau gara-gara lo hilang gak ada kabar dan ponsel lo gak bisa dihubungi. Lo mikir gak ada seseorang disini yang nungguin lo sampai dia sakit gara-gara khawatir sama lo," ucap Reiki dengan emosi.


πŸ“ž : "Gue udah ngasih tau Bisma gue mau kemana. Toh masalah kantor juga gak ada kan. Masih aman dan gue kemarin ninggalin kerjaan juga dikit ke Bisma. Dah lah gue tutup dulu masih banyak orang disini," tutur Aiden santai.


"Bukan itu masalahnya. Lo tau Della sekarang di rawat dirumah sakit gara-gara lo," sentak Reiki yang membuat Aiden terdiam sesaat.


πŸ“ž : "Kok bisa?"


"Lo tanya kok bisa? Astaga Aiden dia khawatir sama lo sampai dia lupa dengan kesehatan dirinya sendiri. Pulang sekarang atau jangan berharap untuk ketemu Della kedepannya," tutur Reiki tegas dan langsung menutup panggilan tersebut.


"Ambil nafas buang," ucap Tania dan di turuti oleh sang Suami.


Sedangkan di negara lain Aiden tengah mencoba menghubungi Della namun selalu Della tolak bahkan nomornya sekarang sudah tidak aktif.


"Kenapa jadi gini," gerutu Aiden sembari menggenggam erat ponselnya.


"Gue harus pulang sekarang." Aiden bergegas menghampiri perkumpulan antara kedua keluarga yang tengah bercengkrama satu sama lain.


"Maaf Ma, Pa, Om juga Tante. Aiden harus pulang ke Indonesia sekarang," pamit Aiden.


"Kenapa buru-buru sekali? Apa ada masalah di Indonesia?" Aiden menghembuskan nafas panjang.


"Della sekarang lagi dirawat dirumah sakit," ucap Aiden merasa bersalah.


"Hah apa? Kok bisa? Sakit apa?" ucap semua orang yang ada disana berbarengan.


"Aiden juga gak tau sakit apa. Tapi Aiden yakin ini semua karena ulah Aiden," tutur Aiden.


"Kamu apain Della Aiden?" Ucap Mama Yoona dengan suara melengkingnya.


"Sudah-sudah kamu pulang sekarang saja. Jaga Della baik-baik," ucap laki-laki yang umurnya tak jauh dari Aiden.

__ADS_1


"Aiden minta maaf untuk semuanya. Aiden permisi," pamit Aiden sebelum ia keluar dari rumah mewah tadi.


Namun ketika ia ingin masuk kedalam mobil dan menuju ke bandara teriakan Airen menghentikan langkahnya.


"Ikut." Aiden menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Airen yang sudah berada tepat di belakangnya.


"Tapi jangan nyusahin kalau mau iku," ucap Aiden dan diangguki oleh Airen antusias.


Mereka berdua pun bergegas untuk masuk kedalam mobil dan Aiden melajukan mobilnya menuju ke bandara dan untungnya ia memiliki pesawat pribadi yang ketika ada masalah mendesak tak akan terlalu ribet mengurusnya.


Membutuhkan beberapa jam untuk sampai di tanah Indonesia dan sekarang di Indonesia pukul 4 subuh. Aiden dan Airen segera menuju rumah sakit yang sebenarnya ia tak tau alamatnya dimana bahkan nama rumah sakitnya pun ia tak tau.


"Maaf tuan, nama rumah sakitnya apa ya?" Tanya sopir Aiden yang menjemput dirinya tadi.


"Sial, bodoh banget sih kenapa gak tanya Reiki kemarin," umpat Aiden pada dirinya sendiri.


"Dari dulu," timpal Airen yang duduk di samping Aiden.


Aiden tak menanggapi ucapan Airen ia memilih untuk menghubungi Reiki secepatnya.


"Ini Reiki punya hp gak bisa buat angkat telfon gue apa gimana sih," gerutu Aiden sebal pasalnya sudah 10 kali ia menghubungi Reiki namun tak kunjung dijawab juga.


"Coba gue yang telfon Bang Reiki," ucap Airen sembari mencari nomor Reiki di ponselnya dan tak berselang lama panggilannya pun dijawab oleh Reiki.


"Halo Abangnya Airen yang paling ganteng tapi udah punya bini sekarang," ucap Airen.


"Airen mau tanya. Bang Reiki tau kan rumah sakit yang saat ini ditempati oleh Della?"


πŸ“ž : "Tau lah orang Abang yang nganterin Della kerumah sakit."


"Ya udah kasih alamatnya ke Airen sekarang!" Perintah Airen.


πŸ“ž : "Mau ngapain minta alamat rumah sakitnya?" tanya Reiki memastikan.


"Mau beli rumah sakitnya. Ya mau jengukin lah," ucap Airen.


πŸ“ž : "Bukannya kamu di luar negeri? Mana bisa jengukin." Airen memutar bola matanya jengah.


"Airen udah di Indonesia sekarang Abang. Udah ah jangan banyak tanya lagi, kasih Airen alamatnya buruan!" Tutur Airen yang sudah tak sabar lagi. Sedangkan Aiden hanya menyimak ucapan Reiki dan Airen dengan rasa khawatir yang menyelimutinya dan juga rasa bersalah kepada Della.


πŸ“ž : "Abang kirim lewat pesan," ucap Reiki.


"Oke, thanks Abangku. Bye." Airen memutuskan panggilannya dan tak lama notifikasi pesan di ponselnya terdengar. Ia segera membukanya dan membaca pesan dari Reiki.


"Rumah sakit Jaya Kusuma," ucap Airen kepada sopir yang dijawab dengan anggukan kepala.


Mobil itu pun melaju dengan cepat menuju rumah sakit yang sesuai dengan pesan Reiki tadi. Tak berselang lama mobil tersebut berhenti disalah satu rumah sakit mewah di kota tersebut.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Aiden pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Della yang berada di ruang VIP. Aiden tampak lega ketika mengetahui Della dirawat di kamar itu. Setelah Aiden sampai di depan pintu kamar inap, ia membuka pintunya dengan sedikit kasar. Membuat Rina terperanjat kaget dari tidurnya. Namun ketika Rina ingin berbicara, Aiden sudah mengisyaratkan Rina untuk diam.


Aiden pun mendekati Della yang tengah terlelap dengan damai dan di belakangnya sudah ada Airen yang juga ikut mendekati Della.


Aiden duduk di kursi tepat disamping kasur Della. Aiden meraih tangan Della dan menggenggamnya sembari memandangi wajah cantik Della.


"Maafin aku Del, ini semua gara-gara aku," ucap Aiden menyesal sembari mengecup tangan Della yang membuat Della terusik dari tidurnya.


Della mengerjabkan matanya beberapa kali hingga penglihatannya normal. Ia menatap Aiden tak percaya dan ia beralih menatap Airen dengan kerutan di dahinya.


"Hai mana yang sakit? Katakan," ucap Aiden.


"Gak ada," ucap Della dingin.


Della pun melepaskan genggaman tangan Aiden secara paksa. Della kembali menatap Airen dengan memaksakan senyum di wajahnya sembari berusaha untuk mendudukkan tubuhnya. Ketika Aiden hendak membantu Della untuk duduk. Della sudah menepis kasar tangan Aiden supaya menjauh dari tubuhnya.


"Ha..Hay," sapa Airen sedikit kikuk.


"Hay juga, gak usah takut gitu. Aku gak gigit kok. Oh ya kamu siapa kok aku belum pernah ketemu kamu?" tanya Della penasaran.


"Eh kenalkan aku Airen yang kemarin ngangkat telfon kamu. Dan aku pacarnya Aiden." Aiden memelototkan matanya kala ia mendengar penuturan Airen tadi sedangkan Della terkejut juga ada rasa sakit di dalam hatinya. Hal yang paling ia takutkan pun kini terjadi dan tebakannya jika Aiden hanya main-main denganya sekarang sudah terjawab.


Della memejamkan matanya, mengatur emosi dan kembali tersenyum.


"Oh ternyata kamu. Kenalkan aku Della sekertarisnya Pak Aiden," ucap Della sembari mengulurkan tangannya dan disambut oleh Airen.


"Kalian mirip bahkan kalau kamu potong rambut seperti Pak Aiden semua orang pasti gak bisa bedain diantara kalian berdua. Udah jodoh kali ya jadinya bisa semirip ini," sambung Della setelah melepas tangannya.


"Oh ya?" Della menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Airen.


"Banyak orang juga bilang begitu. Ya mungkin benar apa katamu kalau kita udah ditakdirkan berjodoh," ucap Airen sembari melirik ke arah Aiden yang masih mematung.


"Ya udah aku keluar dulu ya. Mau cari minum haus. Kamu mau nitip gak?" Tanya Airen. Della pun menggelengkan kepalanya.


"Aku tinggal dulu, bye." Airen pun segera keluar dari ruangan Della dengan senyum mengembang di bibirnya.


Tak berselang lama dari keluarnya Airen dari ruangan tersebut. Rina yang merasakan suasana tak mendukung untuknya bertahan di ruangan Della, ia memilih untuk keluar mencari udara segar pagi ini. Membiarkan Aiden dan Della menyelesaikan urusan pribadi mereka.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


HAPPY READING GUYS 😘


Yang sabar ya takut puasanya batal nanti🀭 Semangat dan selamat menunaikan ibadah puasa 🌼


Btw banyak yang minta visual nih, yuk siapa aja bisa kasih saran author kira-kira siapa yang cocok merani toko di novel author 😚


Jangan lupa LIKE and VOTE, hadiah juga boleh tentunya 🀭

__ADS_1


Peluk cium dari author absurd πŸ€—πŸ˜˜ See you next eps bye πŸ‘‹


__ADS_2