
Hari ini karena hari weekend membuat Della sedikit bisa bernafas lega dengan segala kerusuhan menyiapkan segala keperluan sekolah untuk si Triplets dan tentunya sang hot Daddy yang saat ini masih dengan nyenyaknya tertidur bersama triplets di kamar mereka. Sudah dipastikan Aiden masih kelelahan dengan aksi liarnya semalam didalam kamar mandi bersama Della.
Sedangkan Della saat ini sudah bergelut di dapur ditemani beberapa art yang membantunya. Ditengah-tengah kesibukannya menyiapkan sarapan bagi keluarga kecilnya bunyi bel pintu terdengar.
"Biar saya aja mbak. Mbak tolong terusin ini aja," ucap Della.
"Baik Nya."
Della dengan langkah cepat membuka pintu tersebut dan betapa kaget dirinya saat sang adik ipar tengah berdiri dibalik pintu tersebut.
"Surprise!" teriak Airen dengan senyum lebarnya. Della tertegun sebentar sebelum memeluk tubuh Airen yang sudah lama tak mengunjungi dirinya.
"Rindu," ucap Airen.
"Aku juga tau. Kamu gak pernah main kesini terakhir saat triplets lahir. Betah banget si di London sampai gak inget punya Kakak di Indonesia." Airen melepaskan pelukannya dari Della dengan senyum yang masih mengembang.
"Ya mau gimana lagi Kak. Kerjaan Dion gak bisa ditinggal."
"Lho lah sekarang Dion dimana? gak kamu ajak kesini?" tanya Della saat melihat tak ada Dion disekitarnya.
"Lah perasaan tadi dia ngikutin aku disini. Sekarang kemana tuh suami main hilang gitu aja. Sayang! Kamu dimana?" Tak berselang lama setelah panggilan nyaring dari Airen, Dion menghampiri dua wanita tersebut dengan membawa seorang bayi mungil dalam gendongannya.
"Ck jangan teriak-teriak kali sayang. Aku masih denger," ucap Dion dan hanya dijawab dengan cengiran oleh Airen.
"Wahhhhh anak Mommy Della udah lahir dan udah sebesar ini sekarang," ucap Della antusias sembari mengambil bayi tadi dari tangan Dion.
"Utuk utuk utuk lucunya." Saking asiknya Della menimang-nimang keponakan barunya sampai lupa dengan dua orang yang merupakan orang tua dari bayi tersebut dan juga tamu dirumah untuk dipersilahkan masuk kedalam.
"Ehem Kak kita gak di persilahkan masuk gitu? pegel nih kaki." Della mengalihkan pandangannya dan tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Hehehehe lupa. Ya udah masuk gih sana." Airen, Dion dan juga Della tak lupa baby pun akhirnya masuk kedalam. Mereka langsung menuju ke ruang keluarga untuk sekedar bercengkrama serta melepas rindu.
"Kalau mau apa-apa ambil sendiri jangan manja," tutur Della tanpa melepaskan tatapannya dari bayi di pangkuannya itu.
"Anak kalian namanya siap?" tanya Della penasaran.
"Haish ponakan sendiri gak tau namanya. Ck Tante macam apa kau ini." Della mencebikkan bibirnya saat mendengar ucapan dari Dion.
"Zelfix Brayen Anarka," ucap Airen.
__ADS_1
"Panggilannya? Umurnya 6 bulan kan?"
"Zelfix. Udah jalan 7 bulan. Oh ya Kak si triplets belum bangun?" tanya Airen penasaran.
"Belum masih pada molor."
"Kalau Aiden?" tanya Dion.
"Dia juga masih molor."
"Astaga jam 10 gini masih molor. Ck Ck Ck dasar bang Aiden kebangetan banget sih tidurnya. Kalau aku jadi Kak Del udah aku guyur tuh orang pakai air comberan," ucap Airen yang tak tau jika Aiden sudah di belakang dirinya dan juga Dion.
Dengan tangan di dada Aiden membuka ucapannya, "Coba aja kalau berani," tantang Aiden.
Airen dan juga Dion pun menengok kebelakang dan barulah mereka melihat Aiden yang sudah siap menerkam mereka berdua.
"Canda kali bang. Wajar aja lah kalau kelelahan dan telat bangun karena aktivitas tadi malam yang sangat menguras tenaga pastinya. Ya kan kak Del." Della mengerutkan keningnya.
"Emang kamu tadi malam kerja Dad?" tanya Della.
"Enggak," jawab Aiden yang sama-sama belum konek arah perbincangan dari Airen.
"Sok tau kamu," tutur Aiden berusaha menyangkal ucapan Airen.
"Nyangkal mulu padahal udah ada tandanya yang bisa dilihat dengan mata kepalaku sendiri. Toh juga gak masalah kalau triplets di kasih adik. Mereka udah besar juga. Udah lah aku titip Zelfix ya Kak Del. Lelah nih hayati mau bobok cantik dulu kalau nangis tar kasih ke kamar aja ya." ucap Airen sembari berlenggang pergi dari hadapan mereka bertiga.
Namun sebelum semakin menjauh dirinya kembali berteriak, "Beb. Kamu juga tidur!"
Dion nyengir, "Maaf ya Kakak ipar. Aku udah dipanggil ibu negara buat nemenin dia tidur. Titip anak gantengku ya. Bye." Dion berlari menyusul Airen yang sudah hilang dibalik kamar tamu rumah tersebut.
Della maupun Aiden melongo melihat kepergian Dion dan juga Airen.
"Wanjir punya adik gak ada akhlak main ninggalin anaknya gitu aja," umpat Aiden sembari mendudukkan tubuhnya di samping Della.
"Udahlah gak papa. Mereka juga baru sampai dan mungkin masih mabok perjalanan," tutur Della.
Aiden menghela nafas, sirna sudah rencana paginya untuk bermesraan dengan Della karena kedatangan keluarga Dion dan Airen yang secara mendadak padahal dirinya telah mencuri-curi waktu supaya tak diganggu triplets tapi saat triplets tengah anteng dengan mimpinya kini pengganggu yang lain datang. Memang sial sudah dirinya saat ini.
Di sisi lain saat Della dan Aiden tengah bermain-main dengan Zelfix. Triplets yang berada dikamar baru bangun dari mimpi indahnya.
__ADS_1
Dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna triplets menuruni anak tangga dengan langkah malasnya menuju dapur.
"Selamat pagi aunty," sapa Azlan dengan mata yang sayu. Art yang tengah sibuk dengan masakannya pun menundukkan kepalanya mencari keberadaan Azlan.
"Selamat pagi juga Tuan muda. Ada yang bisa aunty bantu?" tanyanya.
"Aunty tolong ambilin air putih," ucap Azlan sembari duduk di kursi makan ditemani dua saudara kembarnya yang tengah meletakkan kepalanya diatas meja makan dengan mata yang kembali tertutup.
Tak berselang lama art tersebut menghampiri triplets dengan membawa air putih, roti dengan selai coklat dan juga susu untuk si triplets.
"Terimakasih aunty," ucap Azlan dan diangguki oleh art tersebut.
Azlan menghela nafas dan segera membangunkan Erland juga Edrea.
"Bangun ih udah siang," ucap Azlan. Dengan ogah-ogahan dua anak tersebut membuka kembali matanya dan menegakkan badannya.
"Ini minum air putih dulu. Makannya nanti kalau udah cuci muka dan gosok gigi." Erland dan juga Edrea pun mengangguk. Mereka bertiga menengguk air putih di hadapannya masing-masing. Setelah merasa cukup. Triplets segera kembali menuju lantai atas untuk membersihkan diri mereka masing-masing. Namun saat ingin menaiki tangga Erland mendengar suara tawa kedua orangtuanya dan samar-samar ia juga mendengar tawa bayi disana.
"Berhenti!" perintah Erland. Azlan dan juga Edrea yang sudah berada di pertengahan anak tangga pun menghentikan langkah mereka.
"Ada apa?" tanya Edrea penasaran.
"Coba kalian kesini dulu deh." Tanpa penolakan Azlan dan Edrea kembali turun tangga hingga sampai di samping Erland.
"Kenapa?" tanya Azlan.
"Kalian dengar deh. Mommy sama Daddy lagi ketawa-ketawa sama anak kecil." Azlan dan. Edrea pun diam sembari menajamkan pendengarannya dan benar saja mereka berdua juga mendengarkan apa yang didengar oleh Erland.
"Iya. Apa jangan-jangan ucapan Daddy yang kemarin benar lagi. Gak, gak mau, Rea gak mau punya adik bang," rengek Edrea.
"Jangan nangis dulu Rea. Kita kesana dan pastikan jika benar kita punya adik lagi baru kamu boleh nangis, oke." Edrea pun mengangguk dan akhirnya triplets menghampiri orangtuanya yang tengah bercanda dengan baby Zelfix.
"Daddy, Mommy!" teriak triplets bersamaan.
...*****...
Yuhu author absurd kembali lagi. Awalnya di Extra part yang ke 8 tuh cerita ini udah end tapi masih banyak yang mau ditambah Extra partnya ya udah karena berhubung author baik hati dan tidak sombong wasekkkkk. Author kabulkan permintaan kalian.
Happy reading sayang sayangku🤗 Jangan lupa juga baca "Young Mother" dong ðŸ¤
__ADS_1
Udah ah segitu dulu aja ya. Author juga lagi nulis cerita triplets saat dewasa cimiw🤠jadi tunggu aja ya 🤠oke... Bye sayang-sayangku 👋