My Bos CEO

My Bos CEO
81


__ADS_3

5 hari sudah Aiden dan Della tinggal di Korea. Hubungan mereka kian lengket bahkan seperti permen karet tak ada yang mau di tinggalkan terutama Aiden yang terus ingin bermanja-manja dengan Della seperti saat ini. Ketika mereka sudah merancang untuk jalan-jalan malam menelusuri kota Seoul namun Aiden malah enggan untuk bergerak.


Aiden terus memeluk tubuh Della yang sudah rapi dengan pakaian tebalnya karena kebetulan saat ini salju turun sejak 2 hari yang lalu.


"Jadi pergi gak sih?" Tanya Della sebal.


"Bentar lagi sayang," jawab Aiden yang masih saja memeluk tubuh Della.


"Ck, jawabannya sebentar mulu dari 1 jam yang lalu," ucap Della yang moodnya mulai tak bagus.


"5 menit lagi," tutur Aiden.


Della menghembuskan nafas kasar. Waktu terus berjalan dan 5 menit pun sudah terlewatkan.


"Mau sampai kapan gini terus?" Ucap Della sedikit berteriak.


"Lepasin gak. Kalau kamu gak mau pergi biar aku pergi sendiri. Jangan kayak gini, aku juga butuh refreshing," sambung Della yang sudah frustasi.


Aiden menatap wajah Della yang tampak memerah menahan marah. Namun Aiden bukannya takut, ia malah tertawa melihat wajah Della yang menurutnya lucu.


"Jangan ketawa," teriak Della.


Aiden pun langsung mengatupkan mulutnya dan menguncinya rapat-rapat.


Della terus berusaha membuka kungkungan tangan Aiden namun tenaganya tak sebanding dengan Aiden. Tak ada pilihan lain yang harus Della lakukan supaya terlepas dari pelukan Aiden yang sudah 1 jam lebih tak terlepas.


Della mencubit tangan Aiden sekuat tenaga dan tak lupa ia juga menggigit lengan Aiden yang kebetulan tak jauh dari wajahnya.


Aiden berteriak kencang dan otomatis melepaskan pelukannya dari tubuh Della dan ia pun segera menjauh dari sang istri yang terlihat buas.


"Sakit sayang," ucap Aiden sembari mengelus lengannya yang berbentuk lingkaran gigi Della.


"Gimana mau lagi? Sini lengan yang satunya belum," ucap Della yang mulai jail dan sedikit demi sedikit mendekati tubuh Aiden.


Aiden terus menghindari Della yang semakin mendekati dirinya hingga terjadilah kejar-kejaran diantara mereka berdua.


Namun ketika Aiden ingin melewati ranjang ia tersandung oleh selimut yang menyebabkan ia jatuh dan untungnya ia jatuh diatas kasur yang empuk bukan lantai yang akan membuat kepalanya benjol.

__ADS_1


Della tersenyum miring dan ia mendekatkan Aiden yang sudah melindungi lengannya. Della pun bergegas naik keatas ranjang dan berusaha untuk membalikan tubuh Aiden yang tengah tertelungkup. Dengan sekuat tenaga dan dengan berbagai cara Della melakukannya namun tak membuahkan hasil malah sekarang tubuhnya menindih Aiden.


Della merebahkan tubuhnya di atas punggung Aiden sebagai alasnya.


"Capek," keluh Della.


Aiden memiringkan kepalanya berusaha untuk melihat wajah Della.


"Mangkanya jangan usil. Capek sendiri kan jadinya. Mana usilnya pakai kekerasan pula, emang kamu pikir gak sakit sayang hm," ucap Aiden.


"Siapa suruh meluk sampai satu jam lebih," tutur Della tak mau kalah.


Della menegakan tubuhnya dan menatap punggung Aiden. Della tersenyum miring ketika mendapat percikan ide dari kepalanya. Ia mendekatkan wajahnya di punggung Aiden dan tanpa aba-aba Della menggigit punggung tersebut dengan gemas yang membuat Aiden refleks memutar tubuhnya hingga telentang dan refleksnya Aiden membuat Della terbanting disamping Aiden.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan. Aiden mengunci tubuh Della dengan cara tubuhnya berada diatas tubuh Della dan satu tangan Aiden ia gunakan untuk memegang kedua tangan Della.


"Rasakan pembalasanku sayang," ucap Aiden dan dengan segera ia menggelitiki tubuh Della yang membuat Della menggeliat kegelian.


"Hahaha stop sayang stop," tutur Della disela-sela tertawanya.


"Gak akan."


Aiden menghembuskan nafas dan menghentikan aksinya namun tak membuat dia bangkit dari atas tubuh Della.


"Mangkanya jangan nakal," ucap Aiden.


"Iya-iya enggak lagi," tutur Della ya walaupun nantinya akan ia ulangi lagi yang terpenting sekarang terbebas dari gelitikan maut Aiden.


Namun ketika Aiden hendak memindahkan tubuhnya dari Della. Ia melihat dada Della yang sedikit menyembul dan baju Della yang terangkat memperlihatkan perut mulus Della. Aiden menelan ludahnya dan mengurungkan niatnya untuk berpindah tempat membuat Della mengerutkan keningnya tak mengerti.


"Kenapa gak jadi pindah? Udah engap ini," ucap Della.


Namun entahlah setan apa yang merasuki Aiden saat ini. Aiden menatap setiap inci tubuh Della dari bagian perut hingga wajahnya. Aiden tambah kalut dan tak bisa menahannya lagi. Ia meraba perut Della dan mencondongkan tubuhnya hingga bibir Aiden bertemu dengan bibir ranum Della.


Awalnya Della kaget dengan serangan tiba-tiba Aiden saat ini, tapi jika ia menolak kemauan Aiden itu sama saja Della akan membuat dirinya sendiri berdosa.


Lama-kelamaan ciuman mereka semakin dalam dan tangan Aiden pun semakin liar yang membuat keduanya sudah kalut dengan nafsu masing-masing.

__ADS_1


Aiden kini sudah siap untuk bercocok tanam dengan Della. Namun sebelum ia melakukan aksinya Aiden lebih dulu menanyakan perihal tanggal merah yang sudah selesai apa belum ke Della.


"Sudah selesai kah?" Tanya Aiden tepat disamping telinga Della.


Della menganggukkan kepalanya. Aiden tersenyum ketika melihat jawaban Della. Akhirnya apa yang ia inginkan akan segera terpenuhi dan tubuh Della akan menjadi miliknya seutuhnya.


Aiden sudah bersiap untuk mengetes keperkasaannya. Satu kali, dua kali hingga yang kelima kali Aiden baru bisa membobol mahkota Della yang selama ini Della jaga.


Della meneteskan air mata bahagia ketika ia berhasil memberikan mahkotanya kepada Aiden saat ini yang sudah berstatus sebagai suami sahnya.


Mereka terus bergulat satu sama lain dan menjadikan malam itu yang awalnya mereka rencanakan untuk menikmati udara pada malam hari namun ternyata gagal karena ulah manja Aiden dan berakhir di atas ranjang, menjadi olahraga malam yang sudah di idam-idamkan oleh Aiden sejak awal pernikahan mereka.


Mereka terus bercocok tanam di iringi dengan butiran salju yang perlahan turun, menjadi saksi bisu persatuan cinta diantara mereka berdua tanpa adanya gangguan sedikitpun.


Hingga beberapa jam telah mereka lalui dan kini mereka berdua telah berbaring lemas ketika sudah mencapai kenikmatan masing-masing.


Aiden memandangi wajah Della yang sudah terlelap dalam tidurnya. Ia tersenyum dan mengecup pipi Della singkat.


"Terimakasih sayang," ucap Aiden sembari memeluk tubuh ramping Della.


"Semoga sekali percobaan langsung dapat jekpot." Aiden mengelus perut rata Della.


"Semangat berjuang nak. Daddy menyemangati kalian dari sini. Jangan menyerah dan teruslah berenang hingga mencapai tempat yang seharusnya kalian tempati. Kalau kalian menyerah dan tak ada satu pun yang berhasil. Daddy akan kecewa dengan kalian. Mana Daddy sudah berjuang beberapa menit hingga diulang berkali-kali, rugi dong Daddy nak. Eh enggak ding, Daddy tetap untung. Tapi Daddy harap kalian jangan putus semangat, berjuanglah kalian seperti Daddymu ini. Hwaiting," sambung Aiden penuh semangat.


Della yang mendengar semua ucapan Aiden pun menahan tawanya supaya tak terdengar oleh Aiden karena ia tadi tak benar-benar tidur hanya menutup matanya saja.


"Jangan mengecewakan Daddymu nak. Semangat, Mommy siap menantikanmu," batin Della tanpa membuka matanya dan terus menahan senyumnya kala mengingat ucapan Aiden tadi.


*****


HAPPY READING GUYS 😘


Yakinlah author nulis eps ini sambil bergetar nih tangan. Deg deg ser sendiriπŸ™ˆ Astaga dah lah author gak tau, author gak baca, author lagi pakai handset 😌 Jangan minta lagi, awas aja kalau kalian minta lagi dan lagi.


Semangat menunaikan ibadah puasa πŸ€— Marhaban ya ramadhan πŸ™


Jangan lupa LIKE and VOTE, hadiah juga dong tentunya 🀭

__ADS_1


Salam hangat dari author absurd πŸ€—πŸ˜˜ See you next eps bye πŸ‘‹


__ADS_2