My Bos CEO

My Bos CEO
32


__ADS_3

"Sorry pakaian kamu jadi basah," ucap Aiden setelah ia melepaskan pelukannya sembari mengelap air matanya.


"Gak papa pak tenang aja nanti juga kering sendiri," tutur Della.


"Hmmm pak anu itu hmmm pria yang tadi bapak gak beneran lempar dia kan pak?" tanya Della gugup.


"Kan saya tadi sudah bilang Del, ide kamu kalau gak di praktekkan jadi sia sia," Della melongo mendengar ucapan Aiden tadi, badannya mulai lemas seketika berdosalah kau Della.


"Pak saya tanya beneran lho pak."


"Saya juga bicara apa adanya Della," ucap Aiden sembari melihat wajah Della yang sudah mulai memucat.


"Saya bercanda Della, saya gak beneran lempar dia dari sini awalnya memang saya tadi punya niatan begitu tapi saya masih ingin hidup bebas bukan terkurung di dalam jeruji besi," tutur Aiden.


"Terus orangnya kemana pak kok saya gak lihat?" tanya Della penasaran kemana orang itu sekarang.


"Saya suruh bawahan saya buat antar dia ke rumah sakit," Della menghembuskan nafas lega.


"Oh ya pak Aiden hmmm saya mau ngomong sama bapak," ucap Della takut takut jika nanti yang akan ia bicarakan dapat menambah emosi Aiden tapi kalau dia tidak terus terang ia akan terus memikirkan hal ini sampai kapan pun Della yakin itu.


"Apa?" tanya Aiden tanpa mengalihkan pandangannya kedepan. Della segera merogoh benda pipih di dalam saku celananya dan dengan segera menyodorkan kearah Aiden. Aiden menatap benda itu dan mengambil dari tangan Della, memperhatikan setiap inci dari benda tersebut dan seketika Aiden menatap Della lekat.


"Kamu hamil?" tanya Aiden mengintimidasi, Della tergelak kaget mendengar pertanyaan dari bibir Aiden.


"Eh bukan pak bukan itu bukan punya saya, ya kali itu punya saya pak, pacar aja gak punya mau ngelakuin begituan sama siapa coba, sama guling ya mana bisa," Aiden mengernyitkan dahinya.


"Kalau bukan punya kamu terus punya siapa? terus kenapa bisa ada di kamu?" tanya Aiden beruntun. Della menggaruk ujung hidungnya yang tidak gatal.


"Hmm itu pak saya tadi gak sengaja nemuin benda itu di atas meja makan saat saya ambil minuman tadi," ucap Della sambil tertunduk takut.

__ADS_1


"Jadi?" tanya Aiden belum mengerti.


"Kemungkinan itu punya nona Cika," ucap Della ragu.


"Sialan," umpat Aiden yang mulai tersulut emosi kembali sedangkan Della ia sudah takut jikalau ia kena pukulan Aiden, ia menggigit kuat bibir bawahnya berniat untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Maaf pak saya tadi beneran gak sengaja lihat kok," ucap Della tanpa melihat wajah Aiden sedikitpun melirik pun ia tidak berani.


"Arkh," Aiden mulai membanting beberapa barang yang ada di dekatnya, Della memberanikan dirinya menatap Aiden yang sudah benar benar kacau sekarang bahkan Aiden sudah terduduk di atas lantai menjambak rambutnya frustasi.


Della melangkahkan kakinya mendekati Aiden yang sudah menenggelamkan wajahnya dari balik tangan kekarnya. Della mensejajarkan dirinya mengelus pelan pundak Aiden.


"Pak maafkan saya, saya benar benar menyesal telah lancang tadi," Aiden menatap Della sendu, entahlah ketika ia melihat Della ada ketenangan disana yang mampu meredakan emosinya saat ini.


"Kamu tidak perlu minta maaf Del, kamu gak salah apa apa justru kamu sudah membuka lebar lebar mata saya sekarang, Dia sudah dua kali nyakitin saya tapi saya benar benar di butakan oleh cinta bahkan omongan orang orang saya tepis begitu saja karena saya benar benar cinta dia dulu bahkan nyawa saya hampir melayang gara gara dia juga namun anehnya saya memaafkan dia gitu saja dan menerimanya kembali," ucap Aiden sendu, ia benar benar meratapi dirinya sendiri yang begitu bodoh dan selalu termakan oleh ucapan Cika yang begitu manis di mulut namun busuk di hati.


"Dan mungkin ini karma yang sedang saya dapatkan setelah menolak bahkan menyia-nyiakan jodoh yang di pilihkan orangtua saya dulu," lanjut Aiden sendu mengingat apa yang telah ia lakukan dulu kepada Rara bahkan ucapannya ia yakini sudah menyakiti hatinya.


"Jadi pak hmm bapak gak hamilin nona Cika kan?" tanya Della memastikan. Aiden menggelengkan kepalanya.


"Saya pacaran sama dia gak sampai ngelakuin hal bejat seperti itu paling paling cuma cium aja bahkan ciuman bibir saja saya belum pernah ngelakuin sama dia, grepe grepe dia pun saya gak ngelakuin," Della menganggukan kepalanya mengerti.


"Jadi janin yang ada di kandungan nona Cika itu anaknya siapa dong pak?" tanya Cika bego.


"Mana saya tau Del," Della hanya ber oh ria.


🌠🌠🌠


Keheningan menimpa mereka sekarang, Della yang tengah terduduk disebelah Aiden hanya memainkan jari jemarinya sedangkan Aiden entahlah ia selalu menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Pak," panggil Della namun tak ada respon dari Aiden iya terus fokus pada pikiran.


"Pak Aiden," panggil Della sekali lagi namun tetap saja Aiden tak berkutik, Della berdecak sebal dengan ancang ancang Della mengambil nafas dalam dan, "Pak Aiden hoy ngalamun mulu kesambet lho entar," teriak Della yang berhasil mengalihkan pandangannya, ia menatap Della dengan tatapan dinginya.


"Eh maaf pak, saya tadi udah panggil bapak beberapa kali tapi bapak abaikan begitu saja jadi saya teriak deh hehehe," ucap Della dengan cengiran yang menampilkan deretan gigi putih dan rapinya.


"Apa?" tanya Aiden dingin.


"Saya mau izin pulang pak, udah malam takutnya nanti abang saya nyariin saya dan marah marah gak jelas," ucap Della, Aiden menatap kearah jendela ruang tamunya dan benar saja diluar sudah mulai gelap, cahaya matahari sudah berganti dengan cahaya lampu lampu kota tersebut dan lampu kendaraan yang terus berlalu lalang di jalanan. Aiden menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Della tadi.


"Sebelum saya pulang, bapak mau saya masakin dulu dari tadi siang dan saya yakin bahkan dari pagi bapak gak makan sama sekali lho," ucap Della sedikit khawatir melihat bosnya yang benar benar galau seperti ini.


"Gak perlu," ucap Aiden ketus.


"Hmmm baiklah kalau gitu, saya permisi dulu ya pak," ucap Della sebelum beranjak dari duduknya dan menghilangkan begitu saja dari hadapan Aiden, sedangkan Aiden ia masih sangat shock dengan kejadian yang ia alami saat ini.


"Arkh, dasar bang*sat, sialan, murahan, ja*lang lo Cika," teriak Aiden dengan umpatan umaptan yang terus saja ia lafalkan dengan entengnya.


"Ma, maafin Aiden yang udah nyakitin mama bahkan bentak mama gitu aja demi wanita sialan itu," gerutu Aiden sembari meneteskan air matanya kembali, sungguh dia anak durhaka sekarang, ucapannya tadi sudah menyakiti hati sang mama, ia harus memikirkan bagaimana ia harus meminta maaf kepada beliau untuk menebus kesalahannya tadi yang sudah lancang berteriak dan membentak mamanya begitu saja tanpa memikirkan perasaan beliau, dia terus mengerutuki kobodohannya selama ini yang berakhir dengan tragis dan benar benar fatal.


💜💜💜💜💜


Yuhu ketemu lagi dengan author absurd ini, author mau curhat dikit boleh kali ya...


Jadi gini author rencana hari ini mau crazy up tapi file author ilang begitu aja bagaikan di telan bumi hiks dan eps ini author kebut tadi malam jadi maafkan kalau eps ini agak gimana gitu, author udah frustasi mau nyerah aja rasanya eh enggak deng canda terlalu lebay author.


Dahlah gitu aja author curhatnya, mau nangis aja sekarang di pojokan bye...


Sebelum author nangis mau ngucapin HAPPY READING guys🤗 jangan lupa like, rate and vote yup.

__ADS_1


Peluk cium dari author absurd 😚 See you di next eps selanjutnya bye👋


__ADS_2