My Bos CEO

My Bos CEO
124


__ADS_3

Hari ini Aiden dan Della telah membuat janji dengan dokter Alisa untuk memeriksa kandungannya sesuai dengan perintah orangtua mereka kemarin.


"Udah siap sayang?" Tanya Aiden saat melihat Della berdiri di depannya dengan pakaian yang benar-benar besar menyesuaikan ukuran perutnya saat ini.


"Udah. Berangkat sekarang aja yuk." Aiden tersenyum kemudian beranjak dari duduknya dan menggandeng tangan Della menuju lantai bawah bahkan sampai di samping mobil. Dan seperti biasa Aiden yang akan membukakan pintu untuk istri tersayangnya. Setelah itu ia memastikan Della dengan posisi ternyamannya, baru setelahnya Aiden menuju kursi kemudi dan melajukan mobilnya perlahan menuju rumah sakit milik Aiden pribadi.


Untung saat ini kendaraan yang biasanya memenuhi jalan raya sedikit berkurang yang membuat Aiden untuk leluasa menggerakkan mobilnya tanpa harus mengeluarkan kesabaran yang sangat besar.


Tak berselang lama mobil mewah Aiden sudah terparkir rapi di area parkir rumah sakit tersebut.


"Hati-hati sayang!" Tutur Aiden saat ia sudah membukakan pintu untuk Della.


Aiden meringis ketika Della nampak sedikit kesusahan untuk keluar dari mobil. Dan saat berhasil keluar Della terlihat menghela nafas berat.


"Berat ya sayang bawa baby kita di dalam perut selama 24 jam hingga nanti saat kamu lahiran," ucap Aiden tiba-tiba. Della menatap Aiden yang berdiri disampingnya dengan kerutan yang terlihat di keningnya. Tumben sekali Aiden tanya seperti itu biasanya juga tidak. Tapi Aiden masih memiliki hati nurani untuk sang istri. Ia setiap malam sering bertanya mana yang pegal ke Della dan ia akan memijatnya setelah tau tata letak


"Apa kamu mau mencobanya sayang?" Tanya Della tak masuk akal.


"Boleh. Kalau bisa babynya dipindah ke perut aku. Tapi cuma sehari aja habis itu aku kembalikan ke perut kamu," jawab Aiden.


"Haish sama aja kalau gitu. Mending gak usah sekalian." Aiden nyengir kala mendengar ucapan sang istri. Mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai di ruangan dokter Alisa yang kebetulan pintu ruangan tersebut tak tertutup.


Aiden dan Della tanpa permisi langsung masuk saja keruangan dokter Alisa karena mereka sebelumnya telah membuat janji.


Dan betapa terkejutnya mereka kala melihat Miko tertangkap basah tengah menjahili dokter Alisa yang tengah tertidur dengan meja sebagai tumpuan kepalanya.


Miko terus memotret dokter Alisa sampai kehadiran Aiden dan Della tak ia rasakan keberadaannya.


"Ehem," dehem Aiden yang membuat Miko melonjak kaget dan dengan refleks ia melempar ponselnya kearah dokter Alisa. Alhasil ponselnya tersebut mendarat dengan sempurna mengenai kepala dokter Alisa.

__ADS_1


"AW," teriak dokter Alisa. Tidurnya kini terusik dengan lemparan ponsel oleh Miko.


"Ponsel siapa ini?" Tanya dokter Alisa dengan garang sembari mengangkat ponsel tersebut. Miko yang mendengar suara garang dokter Alisa untuk pertama kalinya pun sedikit kaget dan ia mencoba menetralkannya kembali.


Miko mendatarkan ekspresinya dan dengan cepat ia merebut ponselnya dari genggaman tangan dokter Alisa.


"Gak sengaja," tutur Miko tanpa mengucapkan kata maaf.


Ketika dokter Alisa ingin protes ke Miko. Ucapan Della menghentikan mulutnya yang sudah menganga siap meluncur kata-kata mutiara untuk Miko.


"Selamat siang dokter Alisa," sapa Della. Dokter Alisa yang baru mengetahui keberadaan sang pemilik rumah sakit pun nampak canggung dengan sikapnya tadi kepada Miko yang notabenenya sepupu dari Aiden.


Dokter Alisa bergegas berdiri dan mempersilahkan pasutri di depannya untuk duduk tapi sebelumnya ia mengkode Miko untuk berpindah tempat.


"Selamat siang juga Kak Della dan tuan Aiden. Silahkan duduk." Aiden dan Della tersenyum ramah sembari mendudukkan tubuhnya di kursi yang sudah disiapkan.


"Maaf Tuan dan Kak Della karena saya tadi benar-benar tak melihat anda berdua telah tiba di ruangan saya," ucap dokter Alisa.


"Benarkah Kak? Tapi setahuku disini aman dari kucing dan sebagainya," jawab dokter Alisa polos.


"Iya. Bahkan Miko pun juga melihat kucing tadi."


"Iya kan Mik?" Miko mencibirkan bibirnya dan hanya menjawab dengan anggukan kepala. Walaupun didalam hatinya yang paling dalam ia tak terima jika tubuhnya yang gagah dan wajahnya yang sangat tampan harus disamakan dengan spesies hewan.


"Gak Kakak sepupu gak Kakak ipar sama aja. Suka banget skak orang," gerutu Miko.


"Miko. Aku denger lho apa yang kamu ucapkan tadi," sela Della yang membuat Miko memutar bola matanya.


"Dah lah. Kalian tuh kesini tujuannya ngapain? Mau periksa apa mau ngeledekin aku?" Tutur Miko.

__ADS_1


"Ih GR banget sih. Siapa juga yang ngeledekin kamu. Orang kita ngomong apa adanya iya gak sayang." Della menyenggol lengan Aiden dan sang suami pun mengangguk setuju.


"Bodo amat. Sana gih periksa biar cepat pulang kalian dari sini."


"Biar gak ganggu aku lagi," gumam Miko yang masih dapat di dengar oleh Aiden.


"Tenang Mik. Della cuma mau USG aja kok. Habis itu kita pulang dan gak akan gangguin kamu buat PDKT sama dokter Alisa." Dokter Alisa yang namanya disebut Aiden pun mendongakkan kepalanya. Padahal sejak tadi ia hanya diam dan mengamati pertengkaran antara tiga manusia yang masih terikat dalam persaudaraan dan pada akhirnya namanya juga ikut terseret dalam pertengkaran tersebut.


Daripada permasalahan menyudutkan dirinya dan juga Miko, dokter Alisa segera berdiri dari kursi kerjanya.


"Mari Kak Della. Kita lakukan USG sekarang aja. Aku udah gak sabar buat lihat baby di dalam kandungan Kak Del," alasan dokter Alisa supaya segera terhenti perdebatan tak masuk akal tersebut.


Della menganggukkan kepalanya dan menghampiri dokter Alisa. Mereka berdua masuk kedalam ruangan periksa.


"Berbaring bisa kan Kak?" Tanya dokter Alisa.


"Bisa kok."


"Walaupun yah sedikit susah," sambung Della yang membuat dokter Alisa tersenyum dan bergegas membantu Della untuk merebahkan tubuhnya.


"Maaf Kak bajunya aku angkat dikit gak papa kan?"


"Angkat aja dok. Kan ini mau pemeriksaan jadi ya tak perlu minta maaf segala, toh dokter juga berjenis kelamin perempuan kalau beda jenis udah aku pastikan yang marah bukan aku tapi Aiden si posesif kalau sama bini," cibir Della.


"Itu tandanya Tuan Aiden sayang banget sama Kakak," ucap dokter Alisa sembari mengoleskan jelly keatas perut Della.


"Iya juga sih," tutur Della membenarkan. Ya semoga saja Aiden selalu menyayangi dirinya juga anak-anaknya kelak dan ia selalu berharap semoga tak ada benalu mematikan di dalam rumah tangganya yang akan merusak kebahagiaan yang selama ini Della maupun Aiden ciptakan satu sama lain.


Dokter Alisa terus menggerak-gerakkan alat USG yang ada ditangannya sembari mendengarkan curhatan dari Della mengenai kekhawatiran sang Orangtuanya kemarin. Hingga pada akhirnya alat USG tersebut terhenti disalah satu titik perut Della.

__ADS_1


"Eh kok," kaget dokter Alisa setelah mengetahui kondisi di dalam kandungan Della saat ini.


__ADS_2