My Bos CEO

My Bos CEO
121


__ADS_3

Hari terus berlalu, kini kandungan Della sudah menginjak usia 7 bulan. Rasa ngidam yang selalu melanda Aiden pun kini sudah tak ada lagi, namun ngidam yang dirasakan Della tambah bulan tambah aneh yang ia minta seperti saat ini ia meminta Aiden seharian untuk memakai daster yang sering ia pakai.


"Pakai sayang!" Perintah Della sembari menyodorkan daster paling nyaman yang ia punya.


"Please lah sayang sehari saja kamu tuh gak ngidam yang aneh-aneh bisa gak," tutur Aiden sembari melihat daster yang sudah pindah ketangannya.


"Ini lagi, daster udah sobek gini masih dipakai. Apa aku kurang ngasih uang bulanan sayang?" Della nyengir kala melihat raut wajah Aiden.


"Hehehe. Justru itu sayang kalau daster yang udah sobek itu daster yang paling the best gak ada duanya," ucap Della.


"Ya tapi kan gak harus kamu pakai juga sayang ih. Buang aja ini." Della menggelengkan kepala tak setuju dan merebutnya kembali.


"Gak akan," tutur Della. Ia pun bergegas ke ruang ganti dan mencari daster lain yang lebih bagus untuk Aiden kenakan. Setelah mendapatkannya Della kembali menghampiri Aiden.


"Nih. Ini daster yang masih bagus. Buruan gih pakai!"


"Sayang, aku rasa kamu tuh lagi ngerjain aku bukan ngidam," ucap Aiden sembari cemberut.


"Ngidam lah. Anak kamu pengen lihat Daddynya pakai daster lho sayang. Buruan! Atau mau aku pakaikan?"


"Ya udah pakaiin sini," tutur Aiden menyeringai mesum.


Della mendekatkan diri dengan Aiden. Karena rasa tak sabarannya, Della tanpa bertanya ataupun protes langsung mengangkat baju santai milik Aiden hingga terlihatlah roti sobek sang suami. Della tampak terpikat beberapa detik walaupun roti sobek itu sudah sering ia lihat namun buat dia itu merupakan candu baginya.


"Mending gak jadi aja ya sayang pakai dasternya. Lebih baik nikmatin perut aku aja oke," pinta Aiden.


Della mengalihkan pandangannya dan menatap tajam kearah Aiden sembari mencuri cubitan di perut Aiden walaupun susah.


"Ish sakit sayang," gerutu Aiden. Della tak menanggapi gerutuan sang suami. Ia memilih untuk tujuan utamanya.


"Selesai," tutur Della senang sedangkan Aiden ia sudah menekuk mukanya.

__ADS_1


"Mari kita keluar makan siang sayang." Aiden yang mendengar ucapan Della pun memelototkan matanya.


"Yang benar saja sayang. Aku keluar pakai ginian yang ada tar aku dikira lekong lagi," ucap Aiden.


"Ya gak papa yang pentingkan gak beneran lekong." Della menarik tangan Aiden dengan sekuat tenaga sampai akhirnya Aiden menyerah dan menuruti perintah sang istri.


"Kenapa kamu belum lahir aja udah bikin Daddy sakit kepala sih nak," batin Aiden.


Mereka berdua terus melangkah hingga sampai di lantai bawah dan tanpa mereka berdua ketahui ternyata orangtua mereka masing-masing tengah berada disana.


"Mommy, Daddy." Teriak Della sembari berlari kecil menghampiri orangtuanya untuk melepas rindu yang sudah tertumpuk beberapa bulan ini.


"Jangan lari-lari sayang!" Tutur Mommy Geva khawatir.


"Rindu," ucap Della setelah mendarat diperlukan Mommy Geva. Daddy Geno pun menghampiri dua wanita kesayangannya dan ikut berpelukan layaknya kartun Teletubbies.


"Kita juga rindu kamu sayang," ucap Daddy Geno.


"Gimana keadaan kamu sayang?" Tanya Mommy Geva.


"Baik Mom."


"Syukurlah. Gimana sama calon cucu Mommy mereka juga baik kan." Mommy Geva mengelus perut buncit Della dengan gemas.


"Baik Oma," ucap Della meniru suara anak kecil.


"Huh kalau sudah ada orangtua kandungnya lupa sama kita. Iya kan Pa," tutur Mama Yoona.


"Eh ternyata ada Mama sama Papa juga." Della berpindah tempat dan kembali memeluk sekilas mertuanya tersebut secara bergantian.


"Silahkan duduk Ma, Pa, Mom and Dad!" Mereka berempat pun mendudukkan tubuhnya kembali di sofa untuk sedikit berbincang-bincang.

__ADS_1


Mama Yoona yang merasa ada yang kurang dari mereka pun menelisik dengan teliti ruang tamu tersebut. Dan ah ia baru tahu apa yang kurang sekarang. Aiden, yap yang kurang ternyata anak laki-laki. Kemana Aiden sekarang padahal ini lagi weekend tak mungkin kalau ke kantor, pikir Mama Yoona.


Karena rasa penasarannya, Mama Yoona bertanya ke Della tentang keberadaan Aiden saat ini.


"Del. Aiden kemana kok gak kelihatan batang hidungnya padahal disini ada mertuanya. Ah dasar anak nakal kurang sopan santun," tutur Mama Yoona.


Della yang baru sadar pun menengok kearah berdirinya Aiden tadi sebelum menghilang entah dimana.


"Lah tadi bukanya ngikut Della kesini," ucap Della.


Sedangkan orang yang tengah dicari keberadaannya pun sekarang tengah bersembunyi di dalam dapur di antara kulkas dan tembok rumahnya. Para art yang sempat melihat penampilan Aiden pun tak sedikit yang menatap dirinya dengan menahan tawanya namun mereka tak berani untuk menunjukkan tawa mereka dan para art pun tak luput dengan ancaman Aiden jika mereka memberitahu Della bahwa ia tengah bersembunyi di sana maka tak segan-segan ia akan memecat art tersebut.


"Haish ini kulkas kenapa panas sih," gerutu Aiden saat merasa badan bagian belakangnya sedikit demi sedikit merasakan panas dari kulkas tersebut.


Kembali ke Della yang sudah beranjak dari ruang tamu menuju kamar mereka untuk memastikan jika Aiden sekarang tengah berada disana untuk mengganti pakaiannya. Namun setelah ia cek ternyata kamar mereka kosong bahkan ruang ganti pun juga sama. Della bergegas kembali ke lantai satu rumahnya.


"Ada apa gak?" Tanya Mommy Geva. Della menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan sang Mommy.


"Mungkin Aiden ada urusan sebentar sayang makanya dia buru-buru sampai tak memberitahumu," tutur Daddy Geno.


"Gak mungkin Dad. Bahkan dia tadi gak berani untuk turun kebawah masak iya Aiden pergi begitu saja." Mereka berempat menatap Della dengan tatapan bingung.


"Nanti kalau aku ketemu sama Aiden kalian semua akan tau," ucap Della sembari tersenyum kala mengingat Aiden memakai daster.


"Della cari dulu disekitar rumah. Kalian nikmati aja minumnya atau mau makan aja sekalian ini kan udah jam makan siang," tutur Della.


"Nanti aja sayang. Mama sama Papa dan orangtua kamu tadi kebetulan sebelum kesini udah makan lebih tepatnya double date biar kembali ke masa muda lagi," ucap Mama Yoona sembari menyenggol lengan Mommy Geva. Mereka berdua pun tersenyum seperti anak muda yang diajak date untuk pertama kalinya.


Della memutar bola matanya malas kalau orangtua dan mertuanya tengah dimabuk suami yang nantinya hanya akan ada obrolan dari keduanya tanpa menghiraukan orang yang disekitarnya.


Della memilih untuk kembali mencari Aiden di seluruh penjuru rumahnya namun sampai pinggang Della rasanya mau hancur, tetap saja ia tak menemukan keberadaan Aiden saat ini.

__ADS_1


"Kemana sih tuh suami," gerutu Della sembari berjalan ke arah dapur untuk mengambil air putih untuknya.


__ADS_2