My Bos CEO

My Bos CEO
141


__ADS_3

Putri yang melihat Della tak segera meninggalkan tempat tersebut membuat dirinya tambah naik pitam.


"Kamu dengar apa yang aku katakan tadi? Keluar sekarang juga!" Bentak Putri.


Della memejamkan matanya guna untuk menetralkan emosinya yang kapanpun akan meledak dan untungnya ruang rahasia Aiden ini dilengkapi dengan fasilitas kedap suara otomatis yang sudah Della aktifkan tadi saat masuk. Jadi pertengkaran dirinya dan Putri tak akan didengarkan oleh orang luar bahkan ke telinga para baby sitter dan juga triplets yang tengah bermain di ruang sebelah.


Putri berdecak sebal dan ketika ia ingin mendorong tubuh Della supaya keluar ruangan tersebut, tangan Della lebih sigap untuk menangkap tangan Putri yang akan menempel pada bahunya.


Tanpa ragu Della mencekram kuat pergelangan tangan Putri yang membuat sang empu merintih kesakitan.


"Sakit, sialan," umpat Putri yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Della.


"Owh sakit. Maaf nyonya Putri saya refleks tadi," tutur Della dengan santai. Setelah itu ia baru melepaskan tangan Putri.


Putri memijit pelan pergelangan tangannya yang nampak memerah sembari matanya tak lepas menatap Della.


"Berani sekali kamu dengan calon istri yang punya kantor ini. Aku pastikan sebentar lagi kamu akan mendapatkan balasan atas kelancangan yang kamu perbuat tadi dan aku pastikan Aiden akan langsung mendepak kamu dari sini. Tunggu saja." Della tersenyum meremehkan.


"Oh ya. Saya akan menunggu waktu itu tiba." Putri tambah dibuat geram dengan tanggapan Della yang seakan-akan menantang dirinya.


Putri kembali mendekati Della dan ingin mengerahkan semua kekuatan dalam dirinya untuk menyerahkan Della yang malah santai menanggapi dirinya tanpa rasa takut sedikitpun walaupun sudah diancam dengan berbagai cara.


Setelah mengikis jarak antara dirinya dan Della, Putri langsung melayangkan tangannya kembali kearah rambut Della yang ia biarkan terurai begitu saja. Namun lagi-lagi usaha Putri untuk menyakiti Della harus terkubur dalam-dalam karena untuk yang kedua kalinya tangan Della lebih sigap menangkis setiap gerakan tangannya.

__ADS_1


Della yang sudah mulai meluapkan emosinya pun tak tanggung-tanggung untuk memelintir tangan tersebut kebelakang tubuh Putri. Setelah itu Della menendang kaki bagian belakang Putri sehingga tubuh wanita yang tadi sangat angkuh pun tunduk di bawah kendali Della.


"AW, shit. Dasar perempuan sialan lepaskan!"


Della tersenyum puas dan perlahan mendekatkan wajahnya disamping telinga Putri yang terus mengaduh merasakan kesakitan di tangan dan kakinya.


"Baiklah akan saya lepaskan nyonya Putri tapi sebelumnya biar saya perkenalkan diri saya terlebih dahulu," tutur Della.


"Saya Fredella Genoveva. Istri sah dari Aiden William Abhivandya. Kalau boleh saya tebak anda tadi yang mengirim pesan berupa foto mesra kalian berdua ke nomor saya dan pasti kamu sudah menghapusnya dari ponsel Aiden. Dan dari situ anda berfikir kalau nanti kita akan bertengkar hebat karena saya percaya dengan foto murahan seperti itu. Setelah itu saya akan menuntut cerai dari Aiden atau sebaliknya dan dari situ anda akan mulai mendekati Aiden untuk menggantikan posisi saya sebagai istrinya. Ck rencana kamu murahan sekali seperti harga diri kamu yang dibawah kata murah bahkan gratis tak ada harganya kalaupun ada harganya juga tak akan ada yang mau membeli walaupun hanya 100 rupiah," ucap Della sangat menusuk hati Putri.


"Tutup mulutmu sialan." Putri memberontak untuk melepaskan tubuhnya. Tapi tak semudah yang ia pikirkan, ternyata tenaga Della lebih besar darinya.


"Bagaimana kalau mulut anda saja yang tertutup selamanya?"


"Oh ya tadi saya lihat tangan kotor anda ini menyentuh tubuh suami saya. Mau saya buat patah atau langsung amputasi saja?" sambung Della. Putri membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang ia dengarkan tadi.


"Jangan!" Jawab Putri.


"Anda tak mau memilih dari salah satu yang saya tawarkan tadi?"


"Tidak nyonya. Saya mohon jangan lakukan itu kepada saya," tutur Putri dengan air mata yang mengalir di pipinya dan air mata buaya itu sama sekali tak menggoyahkan hati seorang Fredella Genoveva. Enak saja tubuh Aiden yang sudah di hak patenkan hanya untuk dinikamati dirinya seorang harus disentuh oleh orang lain bahkan secara langsung tanpa penghalang baju sehelai pun.


"Aduh sepertinya sebutan nyonya tak pantas untuk saya dan hanya pantas untuk anda nyonya Putri. Dan untuk tangan anda ini saya akan lepaskan nanti setelah saya berhasil membuatnya patah. Tenang saja hanya patah bukan saya amputasi jadi masih bisa anda pakai nanti setelah masa pemulihan beberapa bulan kedepannya," bisik Della. Setelah itu Della menepati ucapannya.

__ADS_1


Krek


"Aw, sakit," teriak Putri menggema memenuhi ruangan tersebut saat setelah tangannya berhasil Della patahkan.


"Tak sia-sia selama beberapa bulan ini ngurus si triplets ternyata banyak manfaatnya juga contohnya matahin tulang orang," batin Della merasa puas dengan hasil yang ia peroleh saat ini.


Setelah memastikan tangan Putri benar-benar patah, Della pun akhirnya melepaskan Putri namun sebelumnya ia telah mendorong tubuh Putri hingga terjerembap kelantai.


Della mengubah posisinya hingga berada didepan Putri yang tengah menangis. Della menjongkokan tubuhnya sembari menyelipkan rambut Putri yang sebagian menutupi wajahnya. Putri menatap Della dengan tatapan ketakutan. Della tersenyum dan barulah ia melepaskan kacamatanya sehingga si Putri mampu melihat seluruh wajah cantik Della. Della menyelipkan kacamata tersebut di bajunya. Setelah itu ia kembali menatap Putri.


"Anda itu sebenarnya cantik nyonya Putri namun sayang kecantikan wajah anda harus terhalangi dengan hati anda yang sama sekali tak secantik wajah anda. Bahkan jika hati didalam dada anda ini bisa dikeluarkan pasti bau busuknya langsung menyeruak masuk kedalam indra penciuman," tutur Della tajam.


Della mengelus wajah Putri dan saat tangannya menyentuh pipi Putri, Della mencengkeram pipi tersebut dengan kuat.


"Dan perlu saya ingatkan kepada anda nyonya Putri. Paras cantik seorang perempuan tak akan bisa meluluhkan siapapun jika hatinya tak secantik wajahnya. Apalagi kecantikan tersebut ia gunakan untuk menggoda suami orang bahkan dengan suka rela menyodorkan tubuhnya secara gratis kepada orang yang ia incar. Ck sungguh miris sekali. Saya sempat berpikir orang seperti itu atau seperti anda ini masih bisa digolongkan sebagai perempuan atau malah sudah punya sebutan lagi yaitu iblis atau setan atau juga hama karena yang saya tau seseorang yang bisa dibilang perempuan adalah dia yang selalu menghormati perempuan lain tanpa harus menjatuhkan mahkota yang selalu ia pertahankan untuk tetap diatas kepalanya. Dan apakah orang seperti anda ini tak memikirkan bagaimana perasaan seorang istri yang suaminya anda goda bahkan apa anda sempat berpikir perasaan ibu anda jika berada diposisi perempuan tersebut yang suaminya harus diambil oleh perempuan lain?" Putri tertegun saat mendengarkan semua ucapan Della tadi. Ia bahkan tak berpikir sejauh itu, pikiran hanya tertuju dengan harta dan tahta yang akan membuat dirinya bahagia di dunia.


Della melepaskan cengkraman tersebut dan berdiri dari posisi jongkoknya


"Pergilah dari sini dan saya sebagai perwakilan Aiden memutuskan untuk memberhentikan anda sebagai sekertaris CEO dan sebagai salah satu karyawan di kantor ini, mulai hari ini dan selamanya. Jangan pernah kembali lagi jika kejadian hari ini tak ingin terulang lagi, kalau sampai terulang akan saya pastikan nyawa anda sebagai taruhannya. Dan satu lagi, saya harap anda segera berubah. Pikirkan jika anda akan melakukan hal menjijikkan seperti tadi dan bayangkan yang menjadi korban adalah rumah tangga kedua orangtua anda, adik, atau sanak saudara anda sendiri. Jadikan diri anda seberlian mungkin dihadapan laki-laki sebelum hukum dan agama memutuskan bahwa ada seorang laki-laki yang pantas untuk anda tanpa harus mempertaruhkan harga diri anda sebagai alas di bawah kaki untuk anda injak-injak sendiri," tutur Della panjang kali lebar. Della menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan ucapannya. Setelah itu tangan Della mengarah ke pintu ruangan tersebut.


"Pintu keluar ada disana. Silahkan anda pergi dari sini. Perbarui sikap dan tingkah anda menjadi lebih baik lagi. Dan saya doakan anda segera mendapat laki-laki lajang yang menerima anda tanpa terkecuali dan mampu menuntun anda kejalan yang benar," sambung Della dengan menekankan kata lajang. Putri pun berdiri dan segera beranjak untuk meninggalkan ruangan tersebut.


Della menghela nafas panjang setelah tubuh Putri hilang dibalik pintu yang sudah tertutup kembali. Ia meregangkan otot-ototnya sejenak sebelum mendekati Aiden yang masih dengan damainya terkapar di atas kasur tanpa memperdulikan keributan yang sangat luar biasa dari Della dan Putri ciptakan tadi.

__ADS_1



Daddynya triplets nih, jangan diambil ya kalau gak mau di bikin patah tulang sama Della 😂 Dan kata Daddy Aiden, kalian jangan lupa LIKE, VOTE dan kasih hadiah yang banyak 🤭 jangan lupa juga bintang limanya🤗 SEE YOU NEXT EPS BYE 👋


__ADS_2